YouTube Facebook Twitter RSS
20 Feb 2018, 0

Internasional

2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan

Saturday, 20 January 2018 | View : 26

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Jolo, Sulu, Filipina, akhirnya bisa dibebaskan. Dua orang itu merupakan bagian dari lima WNI yang disandera di Filipina Selatan.

"Pada 4 Januari kemarin, saya juga lakukan pertemuan dengan Presiden Duterte di Davao City dan di pertemuan tersebut saya juga angkat kembali masih ada lima sandera WNI di Filipina Selatan. Tadi malam kontak, kontak, kontak, akhirnya kita dapatkan informasi bahwa dua sandera Indonesia atas nama Lautu bin La Ali dan La Hadi bin La Adi (dibebaskan)," beber mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012 itu, Retno Lestari Priansari Marsudi di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia pada tahun 2005, Retno Lestari Priansari Marsudi menyebut dua WNI yang dibebaskan itu disandera sejak November 2016.

Mantan Sekretaris Satu Bidang Ekonomi periode 1997-2001 di Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda tersebut, Retno Lestari Priansari Marsudi mengaku sudah berkomunikasi dengan keluarga para sandera yang tinggal di Malaysia.

"Keduanya WNI asal Wakatobi yang diculik kelompok ASG, yang diculik pada November 2016, tepatnya tanggal 5 November 2016, di perairan Sabah, dapat dibebaskan. Tiga hari setelah penculikan itu saya sudah berada di Malaysia karena mereka kapalnya adalah kapal Malaysia, bertemu dengan istri dan keluarganya untuk menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan pemerintah. Tadi pagi tim kami sudah komunikasi dengan keluarga mengenai pembebasan," papar mantan Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, Retno Lestari Priansari Marsudi.

Saat ini kedua WNI itu masih berada di Filipina untuk pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

Alumnus Haagse Hogeschool, Retno Lestari Priansari Marsudi mengapresiasi kerja sama dari pihak Filipina dalam upaya pembebasan ini.

"Saat ini dua WNI itu sedang berada di pangkalan joint task force di Sulu Filipina Selatan dan kita menunggu saat mereka berdua ditransfer di Zamboanga," ucap alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini, Retno Lestari Priansari Marsudi.

"Tadi dini hari saya kontak konjen di Davao City sama minta untuk segera merapat ke Zamboanga. Tadi pagi kira-kira pukul 10.00 waktu setempat konjen merapat. Kontak dengan Filipina sudah dan kami sampaikan apresiasi atas kerja sama, ada proses pengecekan kesehatan dan akan dipulangkan secepatnya," pungkas mantan Direktur Eropa Barat pada tahun 2003 itu.

Pada September 2017, Kementerian Luar Negeri juga memulangkan dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya itu ke keluarga. Saat itu disebut masih ada lima WNI lainnya yang masih disandera oleh kelompok milisi yang berbasis di sekitar kepulauan Selatan Filipina, Jolo, Basilan, dan Mindanao itu. (det)

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.390.056 Since: 07.04.14 | 0.6747 sec