YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jan 2019, 0

Internasional

Amerika Serikat Cabut Pelarangan Terhadap Pengungsi Dari 11 Negara

Wednesday, 31 January 2018 | View : 176

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/1/2018) waktu setempat mengumumkan pencabutan pelarangan terhadap pengungsi dari 11 negara "berisiko tinggi", tetapi mengatakan bahwa mereka yang berusaha memasuki AS akan menghadapi  pengawasan lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Pemohon dari 11 negara, yang tidak disebutkan namanya tetapi diketahui mencakup 10 negara mayoritas muslim ditambah Korea Utara, akan menghadapi pemeriksaan lebih ketat "berdasarkan risiko" untuk dapat diterima.

"Rasanya sangat penting bahwa kami mengetahui siapa saja yang memasuki AS," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen sebagaimana dikutip AFP.

"Langkah pengamanan tambahan ini akan lebih menyulitkan para penjahat untuk memanfaatkan program pengungsi kami, dan itu akan memastikan kami menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk melindungi Tanah Air."

Kesebelas negara tersebut belum diidentifikasi secara resmi. Namun, beberapa kelompok pengungsi mengatakan bahwa negara-negara tersebut terdiri atas Mesir, Iran, Irak, Libya, Mali, Korea Utara, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah dan Yaman.

Tanpa menyebutkan nama, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada jurnalsi bahwa kebijakan untuk meningkatkan pemeriksaan keamanan untuk kesebelas negara itu tidak dirancang untuk menargetkan muslim.

Seorang pejabat senior pemerintah yang tak mau namanya disebut mengatakan kepada para pewarta bahwa kebijakan peningkatan pemeriksaan keamanan negara bagi warga 11 negara itu tidak dirancang untuk menyasar Muslim.

"Penilaian kami tidak berhubungan dengan agama," ujar pejabat itu.

Presiden AS ke-45, Donald John Trump mengupayakan tindakan yang lebih keras terhadap imigran dan pengungsi dari seluruh negara sejak menjadi presiden setahun lalu. Izin masuk pengungsi Amerika Serikat dipangkas separuh lebih menjadi maksimum 45.000 orang dalam tahun fiskal 2018 yang berakhir 31 September. (afp)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.240.693 Since: 07.04.14 | 0.5973 sec