YouTube Facebook Twitter RSS
18 Aug 2018, 0

Internasional

Amerika Serikat Cabut Pelarangan Terhadap Pengungsi Dari 11 Negara

Wednesday, 31 January 2018 | View : 113

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/1/2018) waktu setempat mengumumkan pencabutan pelarangan terhadap pengungsi dari 11 negara "berisiko tinggi", tetapi mengatakan bahwa mereka yang berusaha memasuki AS akan menghadapi  pengawasan lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Pemohon dari 11 negara, yang tidak disebutkan namanya tetapi diketahui mencakup 10 negara mayoritas muslim ditambah Korea Utara, akan menghadapi pemeriksaan lebih ketat "berdasarkan risiko" untuk dapat diterima.

"Rasanya sangat penting bahwa kami mengetahui siapa saja yang memasuki AS," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen sebagaimana dikutip AFP.

"Langkah pengamanan tambahan ini akan lebih menyulitkan para penjahat untuk memanfaatkan program pengungsi kami, dan itu akan memastikan kami menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk melindungi Tanah Air."

Kesebelas negara tersebut belum diidentifikasi secara resmi. Namun, beberapa kelompok pengungsi mengatakan bahwa negara-negara tersebut terdiri atas Mesir, Iran, Irak, Libya, Mali, Korea Utara, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah dan Yaman.

Tanpa menyebutkan nama, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada jurnalsi bahwa kebijakan untuk meningkatkan pemeriksaan keamanan untuk kesebelas negara itu tidak dirancang untuk menargetkan muslim.

Seorang pejabat senior pemerintah yang tak mau namanya disebut mengatakan kepada para pewarta bahwa kebijakan peningkatan pemeriksaan keamanan negara bagi warga 11 negara itu tidak dirancang untuk menyasar Muslim.

"Penilaian kami tidak berhubungan dengan agama," ujar pejabat itu.

Presiden AS ke-45, Donald John Trump mengupayakan tindakan yang lebih keras terhadap imigran dan pengungsi dari seluruh negara sejak menjadi presiden setahun lalu. Izin masuk pengungsi Amerika Serikat dipangkas separuh lebih menjadi maksimum 45.000 orang dalam tahun fiskal 2018 yang berakhir 31 September. (afp)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.440.287 Since: 07.04.14 | 0.6347 sec