YouTube Facebook Twitter RSS
20 Feb 2018, 0

Editorial

UMK Rilis Buku Sedulur Sikep Menggugat

Thursday, 01 February 2018 | View : 35

siarjustisia.com-KUDUS.

Sebuah buku yang sangat menarik dirilis oleh Badan Penerbit Universitas Muria Kudus (BP. UMK), baru-baru ini. Buku berjudul ‘’Sedulur Sikep Menggugat: Jalan Berliku Pertahankan Pegunungan Kendeng Utara’’ tersebut karya Dr. Subarkah, S.H., M.Hum., dosen Fakultas Hukum yang juga Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama.

Dr. Subarkah, S.H., M.Hum., mengatakan, buku itu diangkat dari disertasinya sewaktu studi Program Doktor (S3) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. ‘’Alhamdulillah, setelah melalui proses editing dan lain sebagainya, buku ini akhirnya bisa terbit,’’ ujarnya.

Buku tersebut mendapatkan apresiasi banyak pihak, di antaranya dari Rektor UMK, Dr. Suparnyo, S.H., M.S. dan ketua Program Doktor Ilmu Hukum Undip Semarang, Prof. Dr. FX. Adji Samekto, S.H., M.Hum.

Rektor UMK Dr. Suparnyo, S.H., M.S. dalam pengantarnya di buku itu, mengemukakan, buku ‘’Sedulur Sikep Menggugat: Jalan Berliku Pertahankan Pegunungan Kendeng Utara’’ ini menarik, karena mengetengahkan tentang Suku Samin berikut keteladanan tentang bagaimana menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

‘’Banyak teladan dan kearifan dari Suku Samin, khususnya terkait pandangannya tentang menjaga alam (lingkungan). Kehadiran buku ini sangat tepat, di tengah banyaknya kasus-kasus lingkungan yang terjadi dewasa ini,’’ ungkapnya.

Prof. Dr. FX. Adji Samekto, S.H., M.Hum. dalam prolog-nya, melihat, bahwa secara ontologis, penulis buku ini melihat realitas Sedulur Sikep (Samin) dan Pegunungan Kendeng Utara sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. ‘’Sedulur Sikep sebagai komunitas, kehidupannya bergantung pada kawasan Pegunungan Kendeng Utara,’’ tulisnya.

Sedang secara epistemologis, penulis (Subarkah) tidak sekadar meneliti lalu kemudian menuliskannya, melainkan berusaha menyadarkan pembaca terutama mereka yang berkepentingan akan keberadaan Sedulur Sikep dan Pegunungan Kendeng Utara untuk selalu membuka dialog dan saling memahami aspirasi satu sama lain.

‘’Dengan begitu, konstruksi baru pengelolaan kawasan Pegunungan Kendeng Utara itu akan mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan dan tanpa meninggalkan prinsip keadilan sosial,’’ jelas Prof. Dr. FX. Adji Samekto, S.H., M.Hum. dalam prolog di buku ‘’Sedulur Sikep Menggugat: Jalan Berliku Pertahankan Pegunungan Kendeng Utara’’ karya Dr. Subarkah, S.H., M.Hum. itu.

See Also

Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.389.959 Since: 07.04.14 | 0.7382 sec