YouTube Facebook Twitter RSS
20 Feb 2018, 0

Ekonomi

Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam

Tuesday, 06 February 2018 | View : 10

siarjustisia.com-SYDNEY.

Pasar saham Australia turun tajam pada awal perdagangan Selasa (6/2/2018), setelah indeks AS mengalami kerugian terbesar satu hari dalam sejarah.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 164,20 poin atau 2,72 persen pada 5.862,00 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 170,70 poin atau 2,79 persen menjadi 5.957,70 poin.

"Intinya, kami bereaksi terhadap aksi jual global dalam ekuitas, dan menurut saya itu semua tentang pengembalian," kata kepala analis pasar CMC Markets, Ric Spooner.

"Dengan menggunakan teknik penilaian standar, beberapa pasar di seluruh dunia telah melampaui valuasi rata-rata selama beberapa tahun terakhir, dan valuasi tersebut cenderung didasarkan pada imbal hasil obligasi dan imbal hasil obligasi terus meningkat."

Perhatian bagi para investor menurut Spooner, adalah jika inflasi dan imbal hasil obligasi terus meningkat dan di atas ekspektasi, maka valuasi ekuitas akan menurun.

"Ada berbagai cara agar kembali ke rata-rata valuasi bisa terjadi di pasar," Spooner menjelaskan.

"Salah satu cara sangat lambat, dengan tetap mantap dan meningkatkan pendapatan untuk mengurangi valuasi."

"Cara lain adalah turun lurus ke bawah lift dan itulah yang terjadi saat ini."

Di sektor finansial, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 2,54 persen, Westpac Bank turun 3,07 persen, National Australia Bank turun 2,40 persen dan ANZ turun 2,47 persen.

Saham-saham pertambangan mengalami tekanan, dengan BHP turun 2,69 persen, Rio Tinto turun 2,16 persen, Fortescue Metals turun 1,20 persen dan Newcrest Mining turun 1,15 persen.

Produsen minyak dan gas juga lebih rendah, dengan Woodside Petroleum turun 3,90 persen, Santos turun 5,12 persen dan Oil Search turun 3,65 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga tergelincir, dengan Wesfarmers Limited merosot 3,18 persen dan Woolworths Limited berkurang 2,31 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra Corporation Ltd. kehilangan 2,35 persen, maskapai nasional Qantas Airlines Limited turun 2,64 persen dan perusahaan biomedis CSL merosot 3,54 persen.

See Also

Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.390.034 Since: 07.04.14 | 0.7131 sec