YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2019, 0

Internasional

Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis

Wednesday, 07 February 2018 | View : 185
Tags : Irak, Kurdi

siarjustisia.com-ARBIL.

Pihak berwenang di Kurdistan Irak pada Selasa (6/2/2018) mengatakan bahwa mereka telah menahan sekitar 4.000 tersangka anggota kelompok ekstremis, termasuk orang asing, dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka termasuk sekitar 1.000 ekstremis yang menyerah selama pertempuran untuk merebut Hawija, kata pejabat Irak Kurdi Dindar Zibari kepada wartawan seperti dilaporkan AFP.

Dia mengatakan bahwa 350 orang yang ditahan di Irak Utara, yang mengaku bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) sudah dipindahkan dari Kota Kirkuk ke penjara yang dikelola Kurdi.

Kelompok Pengawas HAM mengatakan pada Desember bahwa ratusan tahanan yang ditahan oleh pihak berwenang Kurdi Irak di Kirkuk dikhawatirkan telah "dipaksa menghilang".

"Nama semua tahanan ini diserahkan ke PBB dan Komite Palang Merah Internasional, tetapi mereka tidak memberi tahu keluarga dari 350 orang," kata Zibari.

Dia tidak menyebutkan jumlah orang asing di antara mereka yang ditangkap, tetapi mengatakan beberapa dari mereka sudah dipulangkan, termasuk seorang wartawan Jepang yang ditahan pada 2016 karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Pasukan keamanan dari daerah otonomi Kurdi di Irak Utara telah memainkan peran penting dalam perang melawan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), demikian seperti dikutip dari laporan AFP. (afp)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.424.184 Since: 07.04.14 | 0.5999 sec