YouTube Facebook Twitter RSS
24 May 2019, 0

Internasional

PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah

Wednesday, 07 February 2018 | View : 238
Tags : Pbb, Suriah

siarjustisia.com-JENEWA.

Penyidik kejahatan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (6/2/2018) menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan-laporan baru mengenai penggunaan senjata kimia di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah yang dilanda perang.

Komisi Penyelidikan PBB tentang situasi hak asasi manusia di Suriah menyatakan kekhawatiran karena telah menerima "banyak laporan yang sekarang sedang diselidiki bahwa bom yang diduga mengandung klorin telah digunakan di Kota Saraqeb di Idlib dan di Douma di Ghouta Timur".

Warga di Ghouta Timur, dekat Damaskus, dan di Provinsi Idlib di Barat Laut menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata beracun dalam beberapa pekan terakhir  menurut siaran AFP.

Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/2/2018) mengatakan bahwa ada "bukti nyata" dari beberapa serangan gas klorin dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di daerah kantong Ghouta Timur yang dikuasai oposisi di dekat Damaskus.

Ghouta Timur, tempat diperkirakan 400.000 orang tinggal di bawah kepungan pemerintah, termasuk dalam kesepakatan de-eskalasi yang disepakati tahun lalu oleh sekutu pemberontak Turki dan pendukung pemerintah Suriah yaitu Iran dan Rusia.

Namun, kekerasan telah meningkat di sana dalam beberapa pekan terakhir, dan bulan ini saja, klorin dicurigai digunakan dua kali dalam serangan yang dilancarkan oleh rezim Suriah di Ghouta Timur.

Tuduhan ketiga penggunaan gas beracun berasal dari Idlib, provinsi yang dikuasai oposisi di barat laut negara itu, yang juga berada di zona de-eskalasi.

Komisi Penyelidikan PBB yang dipimpin oleh diplomat Brasil, Paulo Pinheiro, September tahun lalu merupakan badan PBB yang pertama kali menyalahkan Damaskus atas serangan senjata kimia yang menewaskan 80 orang lebih di Khan Sheikhun di Idlib lima bulan sebelumnya.

PBB juga menyatakan bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan gas klorin pada 2014 dan 2015, tuduhan yang dibantah keras oleh Damaskus.

Lebih dari 340.000 orang sudah tewas akibat konflik di Suriah, yang meletus pada 2011 dengan unjuk rasa anti-pemerintah yang kemudian berubah menjadi perang sipil brutal, menarik masuk kekuatan-kekuatan dunia dan mengundang petempur ekstremis dari berbagai belahan dunia. (afp)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.841.085 Since: 07.04.14 | 0.5858 sec