YouTube Facebook Twitter RSS
14 Aug 2018, 0

Internasional

PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah

Wednesday, 07 February 2018 | View : 111
Tags : Pbb, Suriah

siarjustisia.com-JENEWA.

Penyidik kejahatan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (6/2/2018) menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan-laporan baru mengenai penggunaan senjata kimia di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah yang dilanda perang.

Komisi Penyelidikan PBB tentang situasi hak asasi manusia di Suriah menyatakan kekhawatiran karena telah menerima "banyak laporan yang sekarang sedang diselidiki bahwa bom yang diduga mengandung klorin telah digunakan di Kota Saraqeb di Idlib dan di Douma di Ghouta Timur".

Warga di Ghouta Timur, dekat Damaskus, dan di Provinsi Idlib di Barat Laut menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata beracun dalam beberapa pekan terakhir  menurut siaran AFP.

Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/2/2018) mengatakan bahwa ada "bukti nyata" dari beberapa serangan gas klorin dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di daerah kantong Ghouta Timur yang dikuasai oposisi di dekat Damaskus.

Ghouta Timur, tempat diperkirakan 400.000 orang tinggal di bawah kepungan pemerintah, termasuk dalam kesepakatan de-eskalasi yang disepakati tahun lalu oleh sekutu pemberontak Turki dan pendukung pemerintah Suriah yaitu Iran dan Rusia.

Namun, kekerasan telah meningkat di sana dalam beberapa pekan terakhir, dan bulan ini saja, klorin dicurigai digunakan dua kali dalam serangan yang dilancarkan oleh rezim Suriah di Ghouta Timur.

Tuduhan ketiga penggunaan gas beracun berasal dari Idlib, provinsi yang dikuasai oposisi di barat laut negara itu, yang juga berada di zona de-eskalasi.

Komisi Penyelidikan PBB yang dipimpin oleh diplomat Brasil, Paulo Pinheiro, September tahun lalu merupakan badan PBB yang pertama kali menyalahkan Damaskus atas serangan senjata kimia yang menewaskan 80 orang lebih di Khan Sheikhun di Idlib lima bulan sebelumnya.

PBB juga menyatakan bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan gas klorin pada 2014 dan 2015, tuduhan yang dibantah keras oleh Damaskus.

Lebih dari 340.000 orang sudah tewas akibat konflik di Suriah, yang meletus pada 2011 dengan unjuk rasa anti-pemerintah yang kemudian berubah menjadi perang sipil brutal, menarik masuk kekuatan-kekuatan dunia dan mengundang petempur ekstremis dari berbagai belahan dunia. (afp)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.425.590 Since: 07.04.14 | 0.8984 sec