YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan

Thursday, 08 February 2018 | View : 366
Tags : Australia, Seks

siarjustisia.com-CANBERRA.

Larangan berhubungan seksual antara politisi dan staf mereka tengah diusulkan oleh anggota Parlemen Australia dari jalur independen, Catherine "Cathy" McGowan AO.

Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, bersikeras menuntut hak privasi atas hubungannya dengan mantan anggota staf yang kini tengah mengandung bayinya.

Tapi situasi yang dialaminya telah memicu perdebatan tentang kepatutan hubungan antara politisi dan staf mereka.

"Praktek lingkungan kerja yang baik mencakup panduan yang jelas tentang perilaku," kata McGowan.

Ia mengutip bahwa Kongres Amerika Serikat baru-baru ini menangani masalah ini.

Kongres (AS) baru-baru ini mengeluarkan sebuah undang-undang untuk mengatasi pelecehan seksual, yang mengatakan bahwa politisi mungkin tak boleh berhubungan seksual dengan staf mereka.

Politisi AS juga dilarang untuk melakukan tindakan seksual yang tak diinginkan.

Catherine "Cathy" McGowan mengatakan bahwa ia senang untuk memulai pembahasan mengenai masalah itu dan berpotensi mengajukan mosi di Parlemen.

Anggota Parlemen Australia lainnya, Bob Katter, mengatakan bahwa kehidupan pribadi harus tetap pribadi, namun ia juga mendesak politisi untuk menolak hubungan dengan staf mereka.

"Jangan staf, tolong rekan-rekan, jangan staf," katanya kepada salah satu televisi.

Praktek lingkungan kerja yang baik meliputi panduan yang jelas mengenai perilaku, kata Cathy McGowan.

Ia mengindikasikan bahwa dirinya mungkin akan mendukung gerakan yang dikemukakan Cathy McGowan.

"Anda berada dalam posisi yang sangat berpengaruh bagi staf," kata Bob Katter.

"Saya sangat mendukung semangat itu dan saya rasa, saya mungkin akan mendukung (gerakan) itu."

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Isabel Bishop, tampak tak mendukung konsep tersebut ketika ditanya tentang larangan di AS itu.

"Pemerintah tak memiliki urusan untuk mengganggu kehidupan pribadi seseorang dan kami tak ingin melewati batas, jadi polisi moral bisa mendikte apa yang terjadi antara orang dewasa yang saling sadar," pungkas Menteri Luar Negeri Australia ke-38 tersebut, Julie Isabel Bishop.

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.637 Since: 07.04.14 | 0.6349 sec