YouTube Facebook Twitter RSS
25 Apr 2018, 0

Hukum

Mantan Auditor BPK Dituntut 15 Tahun Penjara

Tuesday, 13 February 2018 | View : 67
Tags : Bpk, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa menilai Rochmadi Saptogiri terbukti menerima suap terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT).

"Menuntut majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Rochmadi Saptogiri terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara sah bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rochmadi Saptogiri pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," kata Jaksa Ali Fikri saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl. Bungur Besar Raya No.24, 26, 28, RT01/RW01, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Rochmadi Saptogiri juga dituntut pidana tambahan, dengan diwajibkan membayar uang pengganti Rp 200 juta. Pembayaran tersebut wajib dibayar satu bulan setelah berkekuatan hukum tetap. Jika dalam rentang waktu satu bulan tidak mampu membayar, Jaksa pada KPK akan melelang harta benda milik Rochmadi Saptogiri hingga memenuhi angka kewajiban.

"Apabila tidak menutupi maka dipidana selama 1 tahun," kata Jaksa Ali.

Jaksa menilai Rochmadi Saptogiri terbukti menerima suap Rp 240 juta, menerima gratifikasi, dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam pembuktiannya, Rochmadi Saptogiri dinyatakan terbukti menerima gratifikasi dengan total keseluruhan Rp 1,725 miliar dengan rincian Rp 600 juta dan USD 90 ribu.

Dalam tuntutan, Jaksa juga menjelaskan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan karena Rochmadi Saptogiri tidak mendukung program pemerintah atas pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, menyalahgunakan kewajibannya untuk melakukan tindak kejahatan, melibatkan anak buahnya dalam menerima uang suap, serta tidak mengakui dan menyesali perbuatan.

Atas perbuatannya, Rochamadi Saptogiri disangka melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 KUHP.

Sementara terkait gratifikasi, Rochmadi Saptogiri dijerat Pasal 12 B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010.

Penerimaan gratifikasi oleh mantan auditor BPK Rochmadi Saptogiri dinilai telah melanggar Pasal 12 C Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang gratifikasi. (lip)

See Also

Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
PBB Tunggu Sikap KPU Untuk Banding Putusan Bawaslu
PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz
Kapolri Takut Pidatonya Dipelintir Dan Diviralkan
Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.843.379 Since: 07.04.14 | 0.6674 sec