YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2018, 0

Hukum

Permohonan Justice Collaborator Mantan Auditor BPK Ditolak KPK

Tuesday, 13 February 2018 | View : 74
Tags : Bpk, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Permohonan menjadi justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama oleh mantan Auditor BPK Ali Sadli ditolak lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut jaksa, Ali Sadli tidak terbuka menjelaskan soal uang Rp 240 juta yang diterima dari pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Bahwa apa yang diterangkan oleh terdakwa di depan persidangan, menurut hemat kami, masih sebatas sebagai bahan pertimbangan faktor yang meringankan hukuman saja. Karena ternyata, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa menerangkan tidak mengetahui sama sekali perihal mengapa kemudian ada angka Rp 250 juta guna diserahkan kepada terdakwa dan saksi Rochmadi Saptogiri sebagaimana disampaikan saksi Choirul Anam kepada saksi Sugito," ujar Jaksa pada KPK saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl. Bungur Besar Raya No.24, 26, 28, RT01/RW01, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

"Yang dengan demikian terdakwa tidak mengungkap informasi suatu tindak pidana yang dilakukan pihak lain yang terlibat dalam perkara a quo maupun perkara tindak pidana korupsi lainnya sehingga kami berpendapat permohonan JC tersebut patut untuk tidak dikabulkan," sambung jaksa.

Meski begitu, jaksa berpendapat Ali Sadli bukan merupakan pelaku utama dalam kasus suap opini WTP Kemendes PDTT. Jaksa juga menilai selama di persidangan Ali Sadli berterus terang saat memberikan keterangan.

"Bahwa benar terdakwa, menurut hemat kami, bukanlah pelaku utama. Bahwa benar terdakwa berterus terang dan terbuka memberikan keterangan di persidangan, baik sebagai saksi maupun terdakwa," jelas jaksa.

Dalam kasus ini Ali Sadli didakwa bersama-sama dengan Rochmadi Saptogiri menerima uang suap senilai Rp 240 juta dari Kemendes PDTT terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Uang suap itu diterima dari Irjen Kemendes PDTT Sugito melalui Kepala Bagian TU dan Keuangan Inspektorat Kemendes Jarot Budi Prabowo.

Ali Sadli juga diduga menerima gratifikasi senilai Rp 10,5 miliar, USD 80 ribu, dan mobil Mini Cooper tipe S F57 Cabrio. Gratifikasi itu disebut jaksa diterima dari sejumlah pihak.

Atas perbuatannya, Ali Sadli disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (det)

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.311.423 Since: 07.04.14 | 0.61 sec