YouTube Facebook Twitter RSS
20 Feb 2018, 0

Hukum

Mantan Kepala Pengamanan Rutan Pekanbaru Divonis 2 Tahun Penjara

Tuesday, 13 February 2018 | View : 16
Tags : Pekanbaru

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memvonis 3 pegawai Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau. Vonis paling tinggi dalam kasus pungli ini 2 tahun penjara.

Sidang ini digelar di PN Pekanbaru, Selasa (13/2/2018) sore dengan ketua majelis hakim Dahlia Panjaitan. Ketiga terdakwa ialah, Taufik, Muhammad Kurniawan dan Riko Rizki. 

Vonis tertinggi diberikan kepada Taufik yang menjabat sebagai Kepala Pengamanan Rutan Klas II B Pekanbaru. Taufik divonis dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Untuk dua pegawai Rutan lainnya, Kurniawan dan Rizki divonis lebih ringan dari Taufik. Keduanya divonis satu tahun enam bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Majelis hakim menilai, ketiga terdakwa terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Untuk terdakwa Taufik, jaksa menuntut lima tahun enam bulan penjara. Jaksa juga menuntut membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Pada dua terdakwa lainnya, Kurniawan dan Rizki dituntut empat tahun enam bulan penjara dengan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam putusan ini, Rizki dan Kurniawan menerima putusan hakim."Kami menilai putusan majelis hakim sudah adil. Sehingga tidak melakukan upaya hukum banding," kata Refi Yulianto kuasa hukum kedua terdakwa.

Sedangkan JPU dalam putusan ini menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir," kata JPU, M. Amin dan Oka Regina.

Sebagaimana diketahui, Rutan Sialang Bungkuk pada Mei 2017 terjadi kerusuhan. Seratusan Napi dan tahanan melarikan diri. Mereka marah karena menjadi korban pungli yang dilakukan para sipir. Ruang tahanan yang sudah over kapasitas dijadikan dagangan para sipir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Riau menetapkan dua orang pegawai Rutan Kelas II B, Sialang Bungkuk, Pekanbaru sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli). Keduanya diduga memungut uang kepada tahanan/napi yang ingin pindah blok.

"Berdasarkan alat bukti yang ada, maka penyidik menetapkan 2 orang petugas Rutan Pekanbaru sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo kepada awak media, Jumat (19/5/2017).

Dua pegawai rutan yang menajdi tersangka berinisial RR dan MK. Mereka merupakan pegawai yang bertugas untuk pengamanan rutan.

"Dari sejumlah alat bukti yang ada, mereka ini melakukan pungli terhadap penghuni rutan. Mereka menerima pungli dengan sistem transfer ke rekening," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Tim penyidik, ditegaskan Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo memiliki bukti-bukti transfer uang ke rekening milik dua tersangka. Transfer uang yang diduga terkait pungli sudah terjadi dalam 6 bulan terakhir.

"Jadi saksi yang mengirim uang ini ada, bukti transfer juga ada. Semua alat bukti lengkap," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

"Soal ditahan atau tidak, itu nanti tergantung penyidiknya. Karena kita terus mengembangkan kasus pungli ini," imbuhnya.

Pungli ini menurut Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo dilakukan kedua pegawai terhadap penghuni rutan yang ingin pindah blok. Pungli dilakukan bagi mereka yang ingin pindah dari blok tahanan yang padat ke blok yang lebih longgar.

"Nilai punglinya bervariasi, namun yang pasti angkanya jutaan. Kalau lamanya ya mungkin sudah lama. Yang terpenting mereka sudah tersangka dalam kasus pungli ini," ujar Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Polisi kembali menahan satu orang tersangka kasus pungutan liar (pungli) di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Penahanan itu dilakukan terhadap eks Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo menjelaskan, penahanan terhadap eks Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Taufik berdasarkan surat perintah penahanan No 14/VI/2017/Dit Reskrimsus Polda Riau 6 Juni 2017.

"Penahanan dilakukan di Rutan Polda Riau. Tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan tadi sore," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo kepada awak media, Selasa (6/6/2017).

Taufik dijadikan tersangka berdasarkan keterangan dua tersangka pegawai Rutan Sialang Bungkuk yakni Ripo dan Kurniawan. Dua tersangka ini telah lebih dulu ditahan sejak dua pekan lalu.

Masih menurut Guntur, tersangka Taufik dikenakan pasal 12 e atau 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ratusan tahanan Rutan Pekanbaru kabur. Para tahanan dan napi tak tahan dengan kondisi sel yang padat. 

Kondisi tersebut dimanfaatkan pegawai rutan melakukan pungli untuk proses pindah sel. Dalam proses pemindahan para tahanan ke sel yang sedikit lebih longgar, pegawai rutan meminta uang pindah jutaan rupiah. (det/jos)

See Also

Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.389.941 Since: 07.04.14 | 0.7407 sec