YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

Mantan Kepala Pengamanan Rutan Pekanbaru Divonis 2 Tahun Penjara

Tuesday, 13 February 2018 | View : 158
Tags : Pekanbaru

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memvonis 3 pegawai Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau. Vonis paling tinggi dalam kasus pungli ini 2 tahun penjara.

Sidang ini digelar di PN Pekanbaru, Selasa (13/2/2018) sore dengan ketua majelis hakim Dahlia Panjaitan. Ketiga terdakwa ialah, Taufik, Muhammad Kurniawan dan Riko Rizki. 

Vonis tertinggi diberikan kepada Taufik yang menjabat sebagai Kepala Pengamanan Rutan Klas II B Pekanbaru. Taufik divonis dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Untuk dua pegawai Rutan lainnya, Kurniawan dan Rizki divonis lebih ringan dari Taufik. Keduanya divonis satu tahun enam bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Majelis hakim menilai, ketiga terdakwa terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Untuk terdakwa Taufik, jaksa menuntut lima tahun enam bulan penjara. Jaksa juga menuntut membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Pada dua terdakwa lainnya, Kurniawan dan Rizki dituntut empat tahun enam bulan penjara dengan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam putusan ini, Rizki dan Kurniawan menerima putusan hakim."Kami menilai putusan majelis hakim sudah adil. Sehingga tidak melakukan upaya hukum banding," kata Refi Yulianto kuasa hukum kedua terdakwa.

Sedangkan JPU dalam putusan ini menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir," kata JPU, M. Amin dan Oka Regina.

Sebagaimana diketahui, Rutan Sialang Bungkuk pada Mei 2017 terjadi kerusuhan. Seratusan Napi dan tahanan melarikan diri. Mereka marah karena menjadi korban pungli yang dilakukan para sipir. Ruang tahanan yang sudah over kapasitas dijadikan dagangan para sipir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Riau menetapkan dua orang pegawai Rutan Kelas II B, Sialang Bungkuk, Pekanbaru sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli). Keduanya diduga memungut uang kepada tahanan/napi yang ingin pindah blok.

"Berdasarkan alat bukti yang ada, maka penyidik menetapkan 2 orang petugas Rutan Pekanbaru sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo kepada awak media, Jumat (19/5/2017).

Dua pegawai rutan yang menajdi tersangka berinisial RR dan MK. Mereka merupakan pegawai yang bertugas untuk pengamanan rutan.

"Dari sejumlah alat bukti yang ada, mereka ini melakukan pungli terhadap penghuni rutan. Mereka menerima pungli dengan sistem transfer ke rekening," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Tim penyidik, ditegaskan Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo memiliki bukti-bukti transfer uang ke rekening milik dua tersangka. Transfer uang yang diduga terkait pungli sudah terjadi dalam 6 bulan terakhir.

"Jadi saksi yang mengirim uang ini ada, bukti transfer juga ada. Semua alat bukti lengkap," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

"Soal ditahan atau tidak, itu nanti tergantung penyidiknya. Karena kita terus mengembangkan kasus pungli ini," imbuhnya.

Pungli ini menurut Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo dilakukan kedua pegawai terhadap penghuni rutan yang ingin pindah blok. Pungli dilakukan bagi mereka yang ingin pindah dari blok tahanan yang padat ke blok yang lebih longgar.

"Nilai punglinya bervariasi, namun yang pasti angkanya jutaan. Kalau lamanya ya mungkin sudah lama. Yang terpenting mereka sudah tersangka dalam kasus pungli ini," ujar Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Polisi kembali menahan satu orang tersangka kasus pungutan liar (pungli) di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Penahanan itu dilakukan terhadap eks Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo menjelaskan, penahanan terhadap eks Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Taufik berdasarkan surat perintah penahanan No 14/VI/2017/Dit Reskrimsus Polda Riau 6 Juni 2017.

"Penahanan dilakukan di Rutan Polda Riau. Tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan tadi sore," kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo kepada awak media, Selasa (6/6/2017).

Taufik dijadikan tersangka berdasarkan keterangan dua tersangka pegawai Rutan Sialang Bungkuk yakni Ripo dan Kurniawan. Dua tersangka ini telah lebih dulu ditahan sejak dua pekan lalu.

Masih menurut Guntur, tersangka Taufik dikenakan pasal 12 e atau 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ratusan tahanan Rutan Pekanbaru kabur. Para tahanan dan napi tak tahan dengan kondisi sel yang padat. 

Kondisi tersebut dimanfaatkan pegawai rutan melakukan pungli untuk proses pindah sel. Dalam proses pemindahan para tahanan ke sel yang sedikit lebih longgar, pegawai rutan meminta uang pindah jutaan rupiah. (det/jos)

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.615.810 Since: 07.04.14 | 0.5944 sec