YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

KPK Masih Dalami Keterlibatan I Wayan Koster

Wednesday, 21 February 2018 | View : 152

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang memperkuat "nyanyian" mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengenai keterlibatan politikus PDIP, I Wayan Koster dalam kasus korupsi.

Usai bersaksi di persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018), Muhammad Nazaruddin mengaku heran dengan KPK yang belum juga menjerat I Wayan Koster.

Padahal, Muhammad Nazaruddin mengklaim, terdapat aliran dana puluhan miliar dari Permai Grup miliknya kepada I Wayan Koster yang disebut sebagai Pak Bali.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengaku belum dapat membeberkan lebih jauh mengenai keterlibatan I Wayan Koster lantaran masih dibutuhkan telaah dan bukti-bukti pendukung yang memperkuat pengakuan Muhammad Nazaruddin. Meskipun, nama I Wayan Koster disebut dalam putusan Muhammad Nazaruddin dalam perkara Wisma Atlet.

"Jadi meskipun ada beberapa nama yang disebutkan di putusan (Nazaruddin), untuk menindaklanjutinya tentu tetap dibutuhkan dukungan-dukungan bukti yang lain juga," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2018) malam.

Febri Diansyah menegaskan proses penegakan hukum yang dilakukan KPK, termasuk menyangkut I Wayan Koster tak terkait dengan proses Pilkada. Diketahui, I Wayan Koster merupakan calon Gubernur Bali yang didampingi Tjokorda Oka arta Ardana.

"Tim di penindakan belum ada informasi ke saya terkait sampai di mana prosesnya dan proses itu tentu harus dipisahkan dengan proses politik ya," kata Febri Diansyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Nazaruddin mengaku heran dengan KPK yang belum juga menjerat mantan Pimpinan Banggar DPR RI dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir dan politikus PDIP, I Wayan Koster.

Padahal, beber Nazar, terdapat ratusan miliar rupiah yang mengalir dari Permai Group miliknya kepada sejumlah politikus, seperti Mirwan Amir dan I Wayan Koster. Hal ini diungkapkan Nazar usai bersaksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018).

Nazar meminta KPK segera menjerat Mirwan Amir yang kini Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan I Wayan Koster yang saat ini merupakan calon Gubernur Bali yang diusung PDIP itu. Jeratan terhadap dua politikus ini diyakini Muhammad Nazaruddin dapat membantu KPK memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara.

"Ada ratusan miliar uang Permai grup yang mengalir ke beberapa orang yang belum ditindaklanjuti sama KPK, di sini KPK harus maksimal seperti ke Mirwan Amir kan ada jutaan dolar, puluhan miliar (rupiah). Nah ini harus dimaksimalkan pengembalian uang kerugian negara itu dan yang lain-lain siapapun yang menerima itu contohnya seperti Angie (Angelina Sondakh), I Wayan Koster, banyak. Nah ini harus maksimal KPK. Supaya apa? biar bisa benar-benar (pemulihan) kerugian negara itu maksimal," papar Nazar.

Permai Grup merupakan kerajaan bisnis Muhammad Nazaruddin yang menggarap sejumlah proyek yang anggarannya dari APBN. Proyek-proyek ini diduga digarap Permai Grup melalui rasuah. (sp)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.870 Since: 07.04.14 | 0.5891 sec