YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

KPK Masih Dalami Keterlibatan I Wayan Koster

Wednesday, 21 February 2018 | View : 184

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang memperkuat "nyanyian" mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengenai keterlibatan politikus PDIP, I Wayan Koster dalam kasus korupsi.

Usai bersaksi di persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018), Muhammad Nazaruddin mengaku heran dengan KPK yang belum juga menjerat I Wayan Koster.

Padahal, Muhammad Nazaruddin mengklaim, terdapat aliran dana puluhan miliar dari Permai Grup miliknya kepada I Wayan Koster yang disebut sebagai Pak Bali.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengaku belum dapat membeberkan lebih jauh mengenai keterlibatan I Wayan Koster lantaran masih dibutuhkan telaah dan bukti-bukti pendukung yang memperkuat pengakuan Muhammad Nazaruddin. Meskipun, nama I Wayan Koster disebut dalam putusan Muhammad Nazaruddin dalam perkara Wisma Atlet.

"Jadi meskipun ada beberapa nama yang disebutkan di putusan (Nazaruddin), untuk menindaklanjutinya tentu tetap dibutuhkan dukungan-dukungan bukti yang lain juga," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2018) malam.

Febri Diansyah menegaskan proses penegakan hukum yang dilakukan KPK, termasuk menyangkut I Wayan Koster tak terkait dengan proses Pilkada. Diketahui, I Wayan Koster merupakan calon Gubernur Bali yang didampingi Tjokorda Oka arta Ardana.

"Tim di penindakan belum ada informasi ke saya terkait sampai di mana prosesnya dan proses itu tentu harus dipisahkan dengan proses politik ya," kata Febri Diansyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Nazaruddin mengaku heran dengan KPK yang belum juga menjerat mantan Pimpinan Banggar DPR RI dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir dan politikus PDIP, I Wayan Koster.

Padahal, beber Nazar, terdapat ratusan miliar rupiah yang mengalir dari Permai Group miliknya kepada sejumlah politikus, seperti Mirwan Amir dan I Wayan Koster. Hal ini diungkapkan Nazar usai bersaksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018).

Nazar meminta KPK segera menjerat Mirwan Amir yang kini Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan I Wayan Koster yang saat ini merupakan calon Gubernur Bali yang diusung PDIP itu. Jeratan terhadap dua politikus ini diyakini Muhammad Nazaruddin dapat membantu KPK memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara.

"Ada ratusan miliar uang Permai grup yang mengalir ke beberapa orang yang belum ditindaklanjuti sama KPK, di sini KPK harus maksimal seperti ke Mirwan Amir kan ada jutaan dolar, puluhan miliar (rupiah). Nah ini harus dimaksimalkan pengembalian uang kerugian negara itu dan yang lain-lain siapapun yang menerima itu contohnya seperti Angie (Angelina Sondakh), I Wayan Koster, banyak. Nah ini harus maksimal KPK. Supaya apa? biar bisa benar-benar (pemulihan) kerugian negara itu maksimal," papar Nazar.

Permai Grup merupakan kerajaan bisnis Muhammad Nazaruddin yang menggarap sejumlah proyek yang anggarannya dari APBN. Proyek-proyek ini diduga digarap Permai Grup melalui rasuah. (sp)

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.614.264 Since: 07.04.14 | 0.8389 sec