YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Penyiksa Adelina Sampai Tewas Terancam Hukuman Mati

Thursday, 22 February 2018 | View : 54

siarjustisia.com-PENANG.

Perempuan Malaysia berusia 59 tahun yang diduga menyiksa pembantunya dari Indonesia sampai tewas, mulai diadili di pengadilan pada Rabu (21/2/2018).

Bernama S. Ambika, ia didakwa menyebabkan kematian Adelina Lisao di sebuah rumah di Medan Kota Permai 2, Taman Kota Permai, di Penang, Malaysia pada pukul 17:00, 10 Februari lalu.

Jika terbukti bersalah, menurut hukum pidana Malaysia, Ambika dapat berujung pada hukuman mati.

Sedangkan Jayavartiny, putri Ambika, didakwa telah mempekerjakan Adelina meskipun mengetahui tidak memiliki ijin kerja yang benar.

Ia dibidik pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Imigrasi. Jika terbukti bersalah maka ia didenda antara RM10.000 sampai RM50.000, masa hukuman tidak lebih dari 12 bulan, atau keduanya. Dia mengaku bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

Saudara laki-laki Jayavartiny yang juga ditangkap terkait kasus tersebut, telah dibebaskan namun ia akan dipanggil sebagai saksi selama persidangan.

Hakim Muhamad Anas Mahadzir menetapkan tanggal 19 April untuk menyidangkan kasus itu, dan mengizinkan jaminan RM15.000 agar Jayavartiny tak ditahan.

Polisi menangkap Ambika pada 12 Februari, dua hari setelah Jayavartiny dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun ditangkap karena dugaan penganiayaan Adelina.

Adelina meninggal di Rumah Sakit Bukit Mertajam, 570, Jalan Perda Utama, Bandar Baru Perda, 14000 Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Malaysia pada 11 Februari, sehari setelah ia diselamatkan dari rumah tersangka, di mana korban ditemukan tidur di teras dengan anjing rottweiler.

Korban meninggal akibat luka-luka di tubuhnya.

Dari hasil forensik penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat siraman air keras.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari Indonesia. Bahkan Pemerintah Indonesia berencana mengentikan sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas asisten rumah tangga di Malaysia.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan akan menemui Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri untuk mengadakan perundingan mengenai keselamatan pekerja serta Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari Indonesia. (thestraitstimes/thestar)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.174.124 Since: 07.04.14 | 0.5767 sec