YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Hukum

Penyiksa Adelina Sampai Tewas Terancam Hukuman Mati

Thursday, 22 February 2018 | View : 171

siarjustisia.com-PENANG.

Perempuan Malaysia berusia 59 tahun yang diduga menyiksa pembantunya dari Indonesia sampai tewas, mulai diadili di pengadilan pada Rabu (21/2/2018).

Bernama S. Ambika, ia didakwa menyebabkan kematian Adelina Lisao di sebuah rumah di Medan Kota Permai 2, Taman Kota Permai, di Penang, Malaysia pada pukul 17:00, 10 Februari lalu.

Jika terbukti bersalah, menurut hukum pidana Malaysia, Ambika dapat berujung pada hukuman mati.

Sedangkan Jayavartiny, putri Ambika, didakwa telah mempekerjakan Adelina meskipun mengetahui tidak memiliki ijin kerja yang benar.

Ia dibidik pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Imigrasi. Jika terbukti bersalah maka ia didenda antara RM10.000 sampai RM50.000, masa hukuman tidak lebih dari 12 bulan, atau keduanya. Dia mengaku bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

Saudara laki-laki Jayavartiny yang juga ditangkap terkait kasus tersebut, telah dibebaskan namun ia akan dipanggil sebagai saksi selama persidangan.

Hakim Muhamad Anas Mahadzir menetapkan tanggal 19 April untuk menyidangkan kasus itu, dan mengizinkan jaminan RM15.000 agar Jayavartiny tak ditahan.

Polisi menangkap Ambika pada 12 Februari, dua hari setelah Jayavartiny dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun ditangkap karena dugaan penganiayaan Adelina.

Adelina meninggal di Rumah Sakit Bukit Mertajam, 570, Jalan Perda Utama, Bandar Baru Perda, 14000 Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Malaysia pada 11 Februari, sehari setelah ia diselamatkan dari rumah tersangka, di mana korban ditemukan tidur di teras dengan anjing rottweiler.

Korban meninggal akibat luka-luka di tubuhnya.

Dari hasil forensik penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat siraman air keras.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari Indonesia. Bahkan Pemerintah Indonesia berencana mengentikan sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas asisten rumah tangga di Malaysia.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan akan menemui Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri untuk mengadakan perundingan mengenai keselamatan pekerja serta Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari Indonesia. (thestraitstimes/thestar)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.401.604 Since: 07.04.14 | 0.6152 sec