YouTube Facebook Twitter RSS
21 Oct 2018, 0

Hukum

Penyiksa Adelina Sampai Tewas Terancam Hukuman Mati

Thursday, 22 February 2018 | View : 110

siarjustisia.com-PENANG.

Perempuan Malaysia berusia 59 tahun yang diduga menyiksa pembantunya dari Indonesia sampai tewas, mulai diadili di pengadilan pada Rabu (21/2/2018).

Bernama S. Ambika, ia didakwa menyebabkan kematian Adelina Lisao di sebuah rumah di Medan Kota Permai 2, Taman Kota Permai, di Penang, Malaysia pada pukul 17:00, 10 Februari lalu.

Jika terbukti bersalah, menurut hukum pidana Malaysia, Ambika dapat berujung pada hukuman mati.

Sedangkan Jayavartiny, putri Ambika, didakwa telah mempekerjakan Adelina meskipun mengetahui tidak memiliki ijin kerja yang benar.

Ia dibidik pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Imigrasi. Jika terbukti bersalah maka ia didenda antara RM10.000 sampai RM50.000, masa hukuman tidak lebih dari 12 bulan, atau keduanya. Dia mengaku bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

Saudara laki-laki Jayavartiny yang juga ditangkap terkait kasus tersebut, telah dibebaskan namun ia akan dipanggil sebagai saksi selama persidangan.

Hakim Muhamad Anas Mahadzir menetapkan tanggal 19 April untuk menyidangkan kasus itu, dan mengizinkan jaminan RM15.000 agar Jayavartiny tak ditahan.

Polisi menangkap Ambika pada 12 Februari, dua hari setelah Jayavartiny dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun ditangkap karena dugaan penganiayaan Adelina.

Adelina meninggal di Rumah Sakit Bukit Mertajam, 570, Jalan Perda Utama, Bandar Baru Perda, 14000 Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Malaysia pada 11 Februari, sehari setelah ia diselamatkan dari rumah tersangka, di mana korban ditemukan tidur di teras dengan anjing rottweiler.

Korban meninggal akibat luka-luka di tubuhnya.

Dari hasil forensik penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat siraman air keras.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari Indonesia. Bahkan Pemerintah Indonesia berencana mengentikan sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas asisten rumah tangga di Malaysia.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan akan menemui Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri untuk mengadakan perundingan mengenai keselamatan pekerja serta Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari Indonesia. (thestraitstimes/thestar)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.795.338 Since: 07.04.14 | 0.6055 sec