YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

KPK Cermati Ocehan Muhammad Nazaruddin Di Persidangan

Thursday, 22 February 2018 | View : 128

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencermati pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), Muhammad Nazaruddin yang menyebut seluruh Ketua Fraksi di DPR RI periode 2009-2014 mendapat jatah uang dari proyek pengadaan e-KTP. Tak hanya Muhammad Nazaruddin, KPK juga mencermati keterangan saksi-saksi lainnya di persidangan.

"Keterangan-keterangan saksi termasuk Nazaruddin itu tentu kita cermati ya," ungkap Jubir KPK, Febri Diansyah, S.H. di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).

Dikatakan Febri Diansyah, setiap keterangan saksi, termasuk Muhammad Nazaruddin bakal didalami dan dipastikan validitasnya dan melihat kesesuaiannya dengan bukti-bukti lain. Hal ini lantaran, tidak semua keterangan bisa langsung diterima sebagai sesuatu kebenaran.

"Kita harus uji terlebih dahulu, karena Nazar kan memang berkontribusi dan sejak penyidikan dia juga sudah menjelaskan banyak hal tapi apa yang ia jelaskan tentu harus diuji terlebih dahulu," jelas Febri Diansyah, S.H.

Diketahui, Muhammad Nazaruddin menyebut seluruh Ketua Fraksi di DPR RI periode 2009-2014 menerima aliran dana dari proyek pengadaan e-KTP. Hal ini diungkapkan Muhammad Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jl. Bungur Besar Raya No.24, 26, 28, RT01/RW01, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Muhammad Nazaruddin mengaku mengetahui aliran dana kepada seluruh Ketua Fraksi ini berdasarkan penjelasan dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Tak hanya Ketua Fraksi, Pimpinan Badan Anggaran dan anggota Komisi II DPR RI juga disebut mendapat jatah dari proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Kesaksian Muhammad Nazaruddin ini mengonfirmasi surat dakwaan KPK terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto yang menyebut proyek e-KTP dikuasai tiga partai besar, yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Bahkan, ketiga partai besar itu disebut turut kecipratan aliran dana dari proyek e-KTP. Disebutkan, terdapat Rp 150 miliar ke Partai Golkar, Rp 150 miliar ke Partai Demokrat dan PDIP disebut kebagian jatah Rp 80 miliar.

KPK mengaku telah mengantongi nama-nama anggota DPR RI yang diduga turut menikmati "uang panas" proyek e-KTP. Termasuk nama-nama Ketua Fraksi yang menjabat saat proyek senilai Rp 5,9 triliun itu bergulir.

Bahkan, KPK mengakui kalau nama-nama penerima aliran uang haram dari proyek e-KTP ini juga sudah diuraikan dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Meski demikian, KPK mengaku berupaya tetap berhati-hati dalam menjerat pihak yang diduga terlibat. (sp/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.869 Since: 07.04.14 | 0.5961 sec