YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar

Sunday, 04 March 2018 | View : 4618

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. membeberkan hasil penyelidikan terhadap isu penyerangan ulama yang marak di media sosial. Dari 45 isu penyerangan ulama yang terdeteksi ternyata hanya tiga peristiwa yang benar-benar terjadi di lapangan.

Mabes Polri memang membentuk Satgas untuk menyelidiki isu sensitif ini. Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono, yang menjabat sebagai Sahlisosek Kapolri, duduk sebagai Kasatgas.

Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono dan tim telah bekerja sejak dua pekan lalu dengan turun ke lapangan. Mereka ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sejumlah tempat lain.

“Ada temuan 45 isu penyerangan ulama. Dari 45 itu ternyata hanya tiga yang benar ada peristiwanya. Korbannya adalah ulama atau pengurus Masjid di Jawa Timur satu, di Jawa Barat dua," ungkap mantan Kapolda Papua periode 21 September 2012-16 Juli 2014, Jend. Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam acara di Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti), di SMK Islam Perti, Jalan Tawakal Raya, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018).

Para pelaku penyerangan tersebut juga sudah ditangkap polisi.

Ternyata, mantan Kapolda Metro Jaya periode 12 Juni 2015-16 Maret 2016, Jend. Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. melanjutkan, dari tes kejiwaan menunjukkan pelaku penyerangan memang mengalami gangguan jiwa dan penyerangan itu terjadi secara spontan.

Lalu, masih kata mantan Kapolres Serang Polda Banten tahun 2005 tersebut, Jend. Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., temuan kedua, dari pendalaman ditemukan bila isu penyerangan ulama di empat lokasi yakni dua lokasi di Jawa Barat yaitu di Cicalengka dan Ciamis; Kediri, Jawa Timur; dan Balikpapan, Kalimantan Timur ternyata hanyalah rekayasa.

“Kita menyelidiki dan melakukan rekonstruksi ulang, ternyata kejadian itu hanya rekayasa. Keempatnya telah mengakui bahwa kejadian itu rekayasa. Pelaku juga sudah mengaku di publik, di media. Alasan mereka ingin mendapat perhatian karena kekurangan ekonomi,” terang mantan Koorsespri Kapolda Metro Jaya periode 2002-2003, Jend. Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Temuan ketiga adalah penyerangan memang terjadi tetapi itu terhadap masyarakat umum. Namun di medsos dipelintir disebut sebagai penyerangan terhadap ulama.

"Intinya tidak ada penyerangan terhadap ulama secara masif dan terstruktur. Itu tidak pernah terjadi di lapangan. Namun, ada pihak yang menciptakan isu itu seolah terencana dan mengkambinghitamkan kelompok tertentu,” tambah mantan Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya periode 2003-2005.

Polisi juga telah menemukan titik terang siapa yang menyebarkan isu penyerangan ulama. Mereka adalah kelompok MCA (Muslim Cyber Army) dan kelompok eks Saracen yang juga telah dibekuk polisi.

“Nanti Senin (5/3/2018) Irjen Gatot akan merilis secara resmi bersama timnya," pungkas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 16 Maret 2016-13 Juli 2016, Jend. Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (bs)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.175.605 Since: 07.04.14 | 0.6186 sec