YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz

Monday, 05 March 2018 | View : 226

siarjustisia.com-JAKARTA.

Dukungan untuk tokoh Nahdlatul Ulama (NU) K. H. Nur Aziz serta dua petani dari Desa Surokonto, Kendal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sutrisno Rusmin (64 tahun) dan Mujiyono (40 tahun) masih bergulir.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" tersebut untuk memberikan grasi kepada kiai NU tersebut.

Sebagaimana diketahui, K. H. Nur Aziz divonis hukuman selama 8 tahun dan denda Rp 10 miliar bersama dua petani, Sutrisno Rusmin (64 tahun) dan Mujiyono (40 tahun). K. H. Nur Aziz, Sutrisno dan Mujiyono merupakan terpidana kasus tukar guling lahan PT. Semen Indonesia dengan pihak Perhutani di Kabupaten Kendal. Ketiganya, menjadi terpidana terkait tukar guling lahan PT. Semen Indonesia dengan pihak Perhutani di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Untuk saat ini, mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendal.

Atas hukuman yang dijalani di Lapas Kendal ini, pada Minggu (5/11/2017), lalu, Katib Aam Syuriah PBNU, K. H. Yahya Cholil Staquf menjenguk K. H. Nur Aziz dan Sutrisno Rusmin dan Mujiyono.

Dukungan sebelumnya datang dari Laskar Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah berupa penggalangan dana. Koordinator Dewan Koordinator Wilayah (DKW) LSN Jateng, Muhamad Irsyad sebelumnya mengatakan pengumpulan dana juga akan dilakukan di beberapa daerah.

Koordinator Dewan Koordinator Wilayah (DKW) LSN Jateng, Muhamad Irsyad mengatakan, jika tidak ada kemajuan upaya penyelesaian dan cenderung pembiaran dari kasus ini, DKW LSN Jateng menggerakkan di masing-masing DKC LSN se-Jateng dengan penggalangan Koin Pembebasan untuk K. H. Nur Aziz.

"Untuk gerakan koin juga akan kami laksanakan di Jawa Barat, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Timur," kata Muhamad Irsyad saat dihubungi Senin (20/11/2017).

Penggalangan dana tersebut dilakukan untuk membayar hukuman denda yang dibebankan ke K. H. Nur Aziz, Sutrisno dan Mujiyono. Laskar Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah, menggalang koin pembebasan untuk K. H. Nur Aziz yang divonis selama 8 tahun penjara. Nantinya jika telah terkumpul uang itu akan diserahkan kepada Pengadilan. Muhamad Irsyad menuturkan setelah terkumpul uangnya akan dibayarkan ke pengadilan.

Muhamad Irsyad yang tinggal di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang menambahkan, penggalangan koin pembebasan ini jika nanti telah terkumpul akan disampaikan kepada pengadilan. Hal ini mengingat KH Nur Aziz yang merupakan tokoh NU asal Desa Surokonto, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, selain dihukum 8 tahun penjara juga didenda.

"Nantinya setelah terkumpul dari cabang-cabang, kami akan serahkan ke pengadilan sebagai ganti membayar denda tersebut," ujar Muhamad Irsyad.

Berikut kronologi penetapan tersangka K. H. Nur Aziz cs:

Pada hari Selasa (3/5/2015), sekitar pukul 09.00 WIB, aparat kepolisian dari Polsek Pageruyung mendatangi rumah kediaman Nur Aziz untuk mengantarkan surat panggilan. Sebelum itu, kedua personel bernama Dion dan Fajar yang datang tersebut mengaku sudah dan hendak mengantarkan surat serupa kepada dua orang lainnya (selain Nur Aziz) di rumah kediaman yang berbeda, yakni Sutrisno Rusmin (64 tahun) dan Mujiyono (40 tahun). Keduanya mengaku melaksanakan perintah atasan untuk mengantarkan surat dari Polres Kendal.

Pada saat kedua personel datang, tidak satupun dari keduanya yang langsung memberitahukan isi surat tersebut. Kebetulan, Nur Aziz juga tidak membukanya hingga keduanya berpamitan pulang setelah sempat menanyakan bagaimana perkembangan kondisi dan wacana terkait kasus tukar menukar lahan antara  PT. Semen Indonesia dengan Perhutani.

Sampai pada saat Dion dan Fajar meninggalkan rumah kediaman Nur Azis, surat panggilan tersebut barulah dibuka dan dibaca. Terkejut beserta heran, dengan adanya isi dari surat panggilan tersebut yang memuat hal-hal sebagai berikut:

Surat berkop: KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA TENGAH RESOR KENDAL Jl. Soekarno-Hatta 158 Kendal 51319, “PRO JUSTITIA”, berjudul: Surat Panggilan Nomor: S.Pgl./150/V/2016/Reskrim, dengan PERTIMBANGAN: Untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan dalam rangka penyidikan tindak pidana, perlu dilakukan tindakan hukum berupa pemanggilan terhadap seseorang untuk didengar keterangannya, dengan DASAR: 1. Pasal 7 ayat (1) huruf g, Pasal 11, Pasal 112, ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 113 KUHAP; 2. Pasal 16 ayat (1) huruf f, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002; 3. Laporan Polisi: LP/B/19/I/2016/Jateng/Res Kendal, tanggal 26 Januari 2016, An. Pelapor Sdr. ROVI TRI KUNCORO (Wakil Adm Perum Perhutani KPH Kendal), tentang penguasaan kawasan hutan secara tidak sah yang terletak di Ds. Surokonto Wetan, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal; 4. Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp. Sidik/125/I/2016/Reskrim, tanggal 27 Januari 2016, MEMANGGIL Nama: NUR AZIZ Bin (Alm) WARSO WARDI, Umur 44 tahun, Jenis Kelamin Laki-laki, Agama Islam, Pekerjaan Swasta, Alamat: Dk. Krajan Rt. 02 Rw. 02 Ds. Surokonto Wetan Kec. Pageruyung, Kab. Kendal nomor HP 081229004869, UNTUK: Menghadap kepada IPTU AGUS RIYANTO NRP. 74080566 di Kantor Sat Reskrim Polres Kendal Jl. Soekarno-Hatta, No. 158 Kendal, pada hari Senin tanggal 09 Mei 2016, Pukul 09.00 WIB, di Ruang Pemeriksaan Unit II, untuk didengar keterangannya sebagai Tersangka dalam Perkara dugaan tindak pidana Orang perseorangan yang dengan sengaja menyuruh, mengorganisasi, atau menggerakkan pembalakan liar dan atau menggunakan kawasan hutan secara tidak sah dan melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 19 huruf a, c UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Surat tersebut dikeluarkan di KENDAL, pada tanggal 02 Mei 2016 ditandatangani An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR KENDAL KASAT RESKRIM, Selaku Penyidik, FIERNANDO ANDRIANSYAH, SH.  (AJUN KOMISARIS POLISI NRP. 88081038, yang menyerahkan dan ditandatangi oleh: AGUS RIYANTO (IPTU NRP. 74080556).

Dari isi surat panggilan tersebut, maka pada dasarnya yang dipanggil (Nur Aziz Cs) merasa keberatan dan secara tegas menyatakan sangat tidak setuju, terlebih dengan adanya penetapan status tersangka. Sebab, berdasarkan proses yang sudah dijalani oleh pihak-pihak terpanggil sebelumnya, panggilan dan proses-proses pemeriksaan tidak lebih sebatas dalam rangka memberikan keterangan terkait persoalan yang sama dalam statusnya sebagai SAKSI. Dengan demikian, penetapan sebagai status tersangka dinilai sangat patut untuk dipertanyakan.

Adapun urutan kejadian dari proses pemeriksaan yang telah dilaksanakan sebelumnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Sebelum seluruh panggilan yang selanjutnya akan disebutkan di bawah ini, NUR AZIZ sendiri sebetulnya telah 2 (dua) kali mendapat surat undangan dari Polres Kendal di tahun 2015. Masing-masing surat tersebut sebagaimana berikut:

  1. Surat tertanggal 25 Maret 2015, bernomor B/472/III/2015/Res Kendal, perihal: Koordinasi terkait permasalahan lahan di Dsn. Sekecer, Ds, Surokonto Wetan, yang berisikan hal-hal:
  2. Rujukan: a. Laporan Penugasan Nomor: R/Lap Gas/14/III/2015/Intelkam, Tanggal 19 Maret 2015 tentang permasalahan lahan di Dsn. Sekecer, Desa Surokonto Wetan, Kec. Pageruyung, kab. Kendal; b. Perintah Kapolres Kendal perdisposisi tanggal 20 Maret 2015 perihal klarifikasi permasalahan lahan dengan ketua paguyuban warga
  3. Memohon kehadiran yang bersangkutan untuk melakukan koordinasi/klarifikasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Maret 2015 pukul 09.00 WIB bertempat di Polres Kendal. Ditandatangani oleh Kapolres Kendal Harryo Sugihartono, S.I.K, M.H.

Nur Aziz pada undangan ini kemudian menjelaskan perihal kronologi warga menggarap lahan yang ada serta kronologi PT. Sumur Pitu melalui seluruh dokumen yang telah dimilikinya. Dari sejak awal ini, Nur Aziz telah membantah dan menentang keabsahan SK Menhut terkait penetapan kawasan hutan di Surokonto Wetan karena tidak clean and clear.

  1. Surat tertanggal 31 Juli 2015, bernomor B/1219/VII/2015/Res Kendal, perihal: Undangan Klarifikasi, yang berisikan hal-hal:
  2. Rujukan: a. Laporan Informasi No.Pol: R/LI/02/VI/2015/Reskrim, Tanggal 10 Juni 2015 tentang dugaan tindak pidana penyerobotan tanah dan atau pemanfaatan kawasan tanpa ijin; b. Surat Perintah Tugas No.Pol: SP.Gas/186/VI/2015/Reskrim, tanggal 1 Juni 2015.
  3. Memohon kehadiran yang bersangkutan untuk melakukan koordinasi/klarifikasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2015 pukul 09.00 WIB bertempat di Polres Kendal. Ditandatangani a.n. Kapolres Kendal FIERNANDO ANDRIANSYAH, SH.

Nur Aziz kembali menjelaskan dan menegaskan mengenai aktivitas warga menggarap lahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar keterlibatannya dalam “memprovokatori” terbentuknya kepengurusan (Paguyuban) warga.

 

Selanjutnya, barulah di tahun 2016, terbit surat panggilan dan dimulainya proses pemeriksaan terhadap warga Surokonto Wetan sebagaimana berikut:

  1. Panggilan I:

Surat Panggilan  bernomor No. Pol: S.Pgl.137/II/2016/Reskrim, No. Pol: S.Pgl.138/II/2016/Reskrim, dst. dengan PERTIMBANGAN:  Untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan dalam rangka penyidikan tindak pidana, perlu dilakukan tindakan hukum berupa pemanggilan terhadap seseorang untuk didengar keterangannya, dengan DASAR: 1. Pasal 7 ayat (1) huruf g, Pasal 11, Pasal 112, ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 113 KUHAP; 2. Pasal 16 ayat (1) huruf f, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002; 3. Laporan Polisi: LP/B/19/I/2016/Jateng/Res Kendal, tanggal 26 Januari 2016, An. Pelapor Sdr. ROVI TRI KUNCORO (Wakil Adm Perum Perhutani KPH Kendal), tentang penguasaan kawasan hutan secara tidak sah yang terletak di Ds. Surokonto Wetan, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal; 4. Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin /125/I/2016/Reskrim, tentang tugas lidik dan sidikditujukan kepada 26 orang atas nama masing-masing: ANWAR ALS BUTHUK (46), SUDAR ALS KEMPLENG (45), CASTAM (60), SUPARMAN (40), GINO (45), RATEMIN (52), RUSNO (45), DANURI (47), SUAMIN (44), KEMAN (45), DIYONO (40), SUTRIS (40), AHMAT SUKARDI (43), TASMUJI (41), WARTIN (45), KUNADI (47), KARNO (45), AHMAD GHUFRON (45), MARGONO (40), WARTIN SEKECER (55), SLAMET KOBRO (65), WASMAN (65), SUWANDI (50), KADIR (55), RAJI (40), kesemuanya berjenis kelamin laki-laki, UNTUK: Menghadap kepada IPTU AGUS RIYANTO NRP. 74080566 di Kantor Sat Reskrim Polres Kendal Jl. Soekarno-Hatta, No. 158 Kendal, pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2016, Pukul 09.00 WIB, di Ruang Pemeriksaan Unit IV, untuk didengar keterangannya sebagai Saksi dalam Perkara dugaan tindak pidana Orang perseorangan yang dengan sengaja menyuruh, mengorganisasi, atau menggerakkan pembalakan liar dan atau menggunakan kawasan hutan secara tidak sah dan melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 19 huruf a, c UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Surat tersebut dikeluarkan di KENDAL, pada tanggal 9 Februari 2016 ditandatangani An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR KENDAL KASAT RESKRIM, Selaku Penyidik, FIERNANDO ANDRIANSYAH, SH.  (AJUN KOMISARIS POLISI NRP. 88081038, yang menyerahkan dan ditandatangi oleh: AGUS RIYANTO (IPTU NRP. 74080556).

Dari panggilan pertama tersebut, satu persatu warga diinterogasi dan ditanyai keterangan terkait permasalahan yang ada. Adapun jawaban dari masing-masing warga secara serempak mengatakan bahwa tidak ada satu pihak pun yang menyuruh-lakukan atau bahkan mencoba menggerakkan tindak pidana sebagaimana tercatat dalam surat panggilan. Sehingga dapat dikatakan bahwa segala kegiatan yang dilakukan warga di atas lahan dengan menggarapnya maupun kegiatan lain di luar aktivitas yang berkaitan dengan lahan semata-mata dilakukan secara bersama-sama atas inisiatif bersama demi kepentingan bersama pula.

  1. Panggilan II:

Secara khusus ditujukan kepada 3 (tiga) orang atas nama NUR AZIZ (43 tahun), Sutrisno Rusmin (64 tahun) dan Mujiyono (40 tahun) melalui SURAT PANGGILAN bernomor No. Pol. : SP. Gil/73/II/2016/Reskrim, dengan PERTIMBANGAN:  Untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan dalam rangka penyidikan tindak pidana, perlu dilakukan tindakan hukum berupa pemanggilan terhadap seseorang untuk didengar keterangannya, dengan DASAR: 1. Pasal 7 ayat (1) huruf g, Pasal 11, Pasal 112, ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 113 KUHAP; 2. Pasal 16 ayat (1) huruf f, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002; 3. Laporan Polisi: LP/B/19/I/2016/Jateng/Res Kendal, tanggal 26 Januari 2016, An. Pelapor Sdr. ROVI TRI KUNCORO (Wakil Adm Perum Perhutani KPH Kendal), tentang penguasaan kawasan hutan secara tidak sah yang terletak di Ds. Surokonto Wetan, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal; 4. Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin /125/I/2016, tanggal 27 Januari 2016, tentang tugas lidik dan sidik. UNTUK: Menghadap kepada IPTU AGUS RIYANTO NRP. 74080566 di Kantor Sat Reskrim Polres Kendal Jl. Soekarno-Hatta, No. 158 Kendal, pada hari Senin tanggal 19 Februari 2016, Pukul 09.00 WIB, di Ruang Pemeriksaan Unit II, untuk didengar keterangannya sebagai Saksi dalam Perkara dugaan tindak pidana Orang perseorangan yang dengan sengaja menyuruh, mengorganisasi, atau menggerakkan pembalakan liar dan atau menggunakan kawasan hutan secara tidak sah dan melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 19 huruf a, c UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Surat tersebut dikeluarkan di KENDAL, pada tanggal 16 Februari 2016 ditandatangani An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR KENDAL KASAT RESKRIM, Selaku Penyidik, FIERNANDO ANDRIANSYAH, SH.  (AJUN KOMISARIS POLISI NRP. 88081038, yang menyerahkan dan ditandatangi oleh: AGUS RIYANTO (IPTU NRP. 74080556).

Pada kesempatan kali ini, ketiganya tidak hadir dengan adanya alasan hendak mempersiapkan audiensi dengan Bupati Kendal pada hari Senin, 22 Februari 2016 di Pendopo Kabupaten Kendal. Audiensi yang dimaksud kemudian dihadiri oleh perwakilan Bupati, Semen Indonesia, Perhutani, Kapolres, dll. Selain itu juga diperkuat oleh pernyataan Kasat Intel (Warno) bahwa ketiganya tidak harus hadir dengan kalimat kurang lebih: “Undangan pertama tidak hadir tidak apa-apa, Pak, kalau memang Bapak sibuk. Nanti kan ada panggilan lagi..”.

  1. Panggilan III:

Ditujukan kepada 2 (dua) orang atas nama NUR AZIZ Als KUSNO Bin Alm. Warso Wardi (43 tahun), Sutrisno Rusmin (64 tahun) melalui SURAT PANGGILAN Ke-2 bernomor No. Pol. : SP. Gil/73.a/III/2016/Reskrim, dengan PERTIMBANGAN:  Bahwa untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan dalam rangka penyidikan tindak pidana, perlu memanggil seseorang untuk didengar keterangannya, dengan DASAR: 1. Pasal 7 ayat (1) huruf g, Pasal 11, Pasal 112, ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 113 KUHAP; 2. Pasal 16 ayat (1) huruf f, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002; 3. Laporan Polisi No. Pol. : LP/B/19/I/2016/Jateng/Res Kdl, tanggal 26 Januari 2016, UNTUK: hadir menemui IPTU AGIL WIDIYAS. S.SIK, di Kantor Sat Reskrim Polres Kendal Jl. Soekarno-Hatta, No. 158 Kendal, pada hari Senin tanggal 15 Maret 2016, Pukul 09.00 WIB, di Ruang Unit III Sat Reskrim, untuk didengar keterangannya sebagai Saksi dalam Perkara dugaan tindak pidana Orang perseorangan yang dengan sengaja menyuruh, mengorganisasi, atau menggerakkan pembalakan liar dan atau menggunakan kawasan hutan secara tidak sah dan melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 19 huruf a, c UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Surat tersebut dikeluarkan di KENDAL, pada tanggal 10 Maret 2016 ditandatangani An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR KENDAL KASAT RESKRIM, Selaku Penyidik, FIERNANDO ANDRIANSYAH, SH.  (AJUN KOMISARIS POLISI NRP. 88081038, yang menyerahkan dan ditandatangi oleh: AGUS RIYANTO (IPTU NRP. 74080556).

Pada pemeriksaan tersebut, keduanya ditanyai seputar masalah kepengurusan (Paguyuban) warga dan aktivitas yang dilakukan (khususnya mengenai tujuan dan maksud aktivitas yang ada). Kemudian dijawab oleh Nur Aziz dengan tegas: “untuk mencari kebenaran dan untuk melakukan pembagian lahan secara “tambal-sulam” (dibagi kembali secara merata) dengan dilakukan semata-mata demi pemerataan dan keadilan”. Sedangkan Sutrisno ditanyai (dicecar) seputar masalah surat menyurat, sebab yang bersangkutan berposisi sebagai sekretaris dalam kepengurusan warga.

Dari hasil pemeriksaan terakhir inilah kemudian muncul status TERSANGKA terhadap ketiga orang atas nama sebagaimana yang telah disebutkan di muka.

Untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memberikan grasi kepada K. H. Nur Aziz, PBNU akan menggelar konferensi pers hari ini. Konferensi pers dijadwalkan digelar pukul 15.00 WIB di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya No.164, RT07/RW02, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. (det/ss/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.703 Since: 07.04.14 | 0.6746 sec