YouTube Facebook Twitter RSS
22 Jun 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Klaim Isu Penyerangan Tokoh Agama Reda Usai MCA Diciduk

Monday, 05 March 2018 | View : 39

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri sudah meringkus beberapa orang yang dianggap sudah menyebarkan dan membuat berita bohong atau hoax di berbagai media sosial. Isu hoax yang dibuatnya itu terhadap adanya penyerangan terhadap tokoh agama.

Direktur Tipid (Dirtipid) Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Drs. H. M. Fadil Imran, M.Si. mengatakan grafik peningkatan terhadap berita bohong terkait adanya penyerangan terhadap tokoh agama yang sangat viral di media sosial itu dimulai sejak bulan Febuari 2018 lalu.

"Dari data yang kita miliki dapat dilihat dari grafik berikut bahwa ada tiga kejadian namun, garis merah menunjukkan grafik peningkatan di udara atau di medsos mulai tanggal 2 Februari, isu penganiayaan terhadap ulama itu terus digulirkan, diviralkan, sampai dengan tanggal 27 Februari," tutur mantan WaDir Reskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2009 tersebut, Brigjen Pol. Dr. Drs. H. M. Fadil Imran, M.Si. di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).

Namun, isu tersebut tidak bertahan lama di media sosial. Dirinya mengklaim bahwa semenjak pihaknya terus melakukan patroli siber dan menangkap sejumlah orang terkait hal tersebut, maka isu yang tadinya viral kini sudah sedikit meredam.

"Setelah itu kemudian grafiknya menurun. Ini menunjukkan bahwa pembentukan opini isu penganiayaan ulama atau penyerangan ulama dilakukan oleh kelompok tertentu di dunia maya, atau internet atau di medsos," klaimnya.

"Dari serangkaian peristiwa, kami kemudian melakukan upaya-upaya penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelaku, baik yang di Surabaya, yang di Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Direktorat tindak pidana siber bareskrim Polri sudah melakukan upaya-upaya penegakan hukum yang terkait dengan kriminalisasi yang terkait dengan isu kebangkitan PKI dan isu lain," papar mantan WaDirtipideksus Bareskrim Polri pada tahun 2016 tersebut.

Dari hasil penulusuran atau identifikasi tersebut, pihaknya mengungkapkan kalau kelompok Muslim Cyber Army (MCA) itu merupakan anggota dari eks Saracen. Yang memang Saracen sendiri juga kelompok penyebar berita bohong atau ujaran kebencian.

"Dari upaya penangkapan dan penindakan itu kemudian kami melakukan analisis dan yang terakhir yang terkait dengan penyerangan atau penganiayaan ulama dari Cluster Cluster di Jawa Timur Jawa Barat dan Banten terlihat bahwa di udara para pelakunya ini terhubung satu dengan yang lain pelaku-pelaku yang tergabung dalam MCA itu juga tergabung dalam cluster ex, ini mantan Saracen," ungkap mantan Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri pada tahun 2015.

"Dan kalau kita perhatikan di sisi kiri dan kanan di atas Jawa Timur dan di atas Banten kelompok inilah yang kemudian rutin membangun opini penganiayaan atau penyerangan terhadap ulama. Apa yang dikatakan kasatgas tadi bahwa ditemukan adanya hubungan antara pelaku di Jawa Timur pelaku di Banten, di Jawa Barat adalah kelompok atau orang tertentu yang masuk dalam kelompok MCA dan kelompok eks saracen, ini sangat terlihat," imbuh mantan Kapolres Metro Jakarta Barat pada tahun 2013.

Menurut mantan Dirreskrimum Polda Kepri pada tahun 2011 ini, penjelasan tersebut dimulai dari terungkapnya atau tertangkapnya pelaku-pelaku sebelumnya, sehingga pihaknya dapat menyimpulkan hubungan di antara kelompok-kelompok (MCA dengan Saracen) ini.

"Saya kira ini penjelasan dari saya ini semua kami akan terus bekerja agar berita bohong dan fitnah yang dapat mengganggu kondusifitas keamanan nasional bisa kami hilangkan," tandas mantan Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya tersebut. (mer)

See Also

Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.162.869 Since: 07.04.14 | 0.5997 sec