YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Polres Blora Kumpulkan Jajaran FKUB Terkait Perusakan Kantor NU

Tuesday, 06 March 2018 | View : 169

siarjustisia.com-BLORA.

Kantor sekretariat Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora, Jawa Tengah dirusak oleh orang yang tak dikenal. Perusakan kantor NU tersebut dilakukan pada Senin (5/3/2018) dini hari.

Salah satu ruangan yang digunakan sebagai ruang kerja Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kini kondisinya cukup memprihatinkan. Sejumlah peralatan, dan fasilitas kantor rusak, sebagian besar barang juga kini kondisinya acak-acakan.

Salah seorang saksi, Mochamad Abdul Jalil (23 tahun) mengatakan, saat kejadian ia bersama dengan dua orang anggota IPNU sedang beristirahat di dalam ruang tersebut. Tiba-tiba seorang pelaku masuk ke dalam kantor, ia sempat mengucap salam.

"Pelaku datang sendirian saat itu, bawa motor Astrea legenda, kemudian mengucap salam, langsung masuk lewat pintu utama terus masuk kamar IPNU. Dia langsung teriak ke kita, ini produk kafir, sambil menunjukkan kunci kontak motornya sendiri," kata Abdul, Senin (5/3/2018).

Pelaku yang hendak ditangkap justru bersembunyi di ruang kerja IPNU, dan mengunci pintu. Saat bersembunyi itulah, sejumlah peralatan kerja IPNU dirusak meliputi, tas, helm, printer, gelas dan sejumlah barang milik anggota IPNU.

"Waktu ditangkap dan digelandang keluar kantor, pelaku terus berteriak dan berkata kafir sambil menendang sepeda motornya," tutur Abdul.

"Pas kita gelandang dia terus teriak-teriak, bahkan dia juga terus bersyahadat, takbir, adzan, dan sempat juga bilang, aku mati gakpapa, matiku ini mati syahid," lanjutnya.

Kini pelaku telah diamankan di MaPolsek Blora Kota untuk penyidikan. Belum diketahui secara pasti, identitas dan motif yang mendasari tindakan pelaku.

Kepolisian Sektor Blora Kota memeriksa sebanyak 3 orang saksi terkait kasus perusakan kantor NU Blora yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kecamatan Kota Blora.

Kapolsek Blora Kota AKP Slamet mengatakan, tiga orang tersebut yang berada di lokasi kejadian saat insiden perusakan tersebut berlangsung. Tiga orang saksi tersebut juga yang berhasil menangkap pelaku, Mufid (22) warga RT05/RW03 Dukuh Greneng, Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan.

"Sampai hari ini baru ada tiga orang saksi, mereka yang ada di lokasi kejadian saat insiden. Versi para saksi memang pelaku ini datang dengan cara yang kurang etis dan melakukan perusakan, bukan penyerangan," ungkap AKP Slamet di MaPolsek Blora Kota, Selasa (6/3/2018).

Kapolsek AKP Slamet menyebutkan, pelaku saat ini dirawat di RSUD Grobogan untuk diperiksa kejiwaannya. Sedangkan pihak keluarga pelaku sampai saat ini masih belum dilakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan perilaku pelaku keseharian.

"Belum kita periksa, mungkin itu akan tetap kami lakukan pemeriksaan pihak keluarga pelaku sebagai saksi. Bahwa kesehariannya seperti apa, tapi masih menunggui pelaku di RSUD Grobogan," jelas Kapolsek AKP Slamet.

Dia memastikan, tindakan yang dilakukan pelaku telah melanggar pidana. Terlepas dari hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, proses penyidikan akan tetap dilaksanakan sampai terlimpah ke kejaksaan. 

"Kalau ada gangguan jiwa, menurut aturan itu kewenangan hakim. Kami sebagai polisi tetap akan memproses sampai melimpah ke kejaksaan," tukasnya.

Pelaku perusakan kantor NU Blora, Mufid (22) warga RT05/RW03 Dukuh Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Blora, dibawa ke RSUD Grobogan. Ia diperiksa kejiwaanya karena ditengarai mengidap kelainan jiwa.

Kapolsek Blora Kota AKP Slamet menjelaskan pelaku telah dirujuk ke RSUD Grobogan pada Senin (5/3/2018) malam, untuk memastikan kondisi kesehatan jiwanya. Sebab, saat dimintai keterangan oleh tim penyidik pelaku cenderung diam dan ngelantur. 

"Pelaku yang melalukan perusakan kita ajak komunikasi, dia tidak bisa nyambung. Sehingga menurut penyidik ini ada masalah kesehatan dan psikis pelaku, sehingga kita bawa ke RSU Grobogan. Sampai saat ini masih diperiksa," tuturnya saat ditemui di kantornya, MaPolsek Blora Kota, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.1, Kauman,  Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (6/3/2018).

Dia memastikan, apapun hasil dari pemeriksaan pelaku di RSUD, pihaknya akan tetap memproses secara hukum. Terkait kondisi kejiwaan, ia menaruh kepercayaan sepenuhnya terhadap tim medis.

"Sampai sekarang masih dirawat. Kalau soal sampai kapan dia akan dirawat di sana (RSUD Grobogan), saya pun tudak tahu. Kan tergantung kondisinya, bisa jadi dia dipulangkan segera, atau bahkan dia divonis memang sakit jiwa," papar Kapolsek AKP Slamet di kantornya, MaPolsek Blora Kota, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.1, Kauman,  Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

Pelaku dipastikan telah melanggar pidana karena melakukan tindakan perusakan secara sadar. Diancam dengan Pasal 406 hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.

"Kalau ada gangguan jiwa, menurut aturan itu kewenangan hakim. Orang yang tidak sehat akalnya tidak harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Intinya polisi tetap akan memproses sampai meja hijau," cetusnya.

Sehari setelah insiden perusakan kantor NU Blora, pihak kepolisian resor Blora mengadakan pertemuan dengan jajaran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Blora. Pertemuan itu untuk mensinergikan hubungan antar umat beragama, sekaligus silaturahmi agar kondusifitas di Blora tetap terjaga.

 

Kapolres Blora AKBP Saptono, usai pertemuan dengan FKUB mengatakan masyarakat hendaknya percaya dengan profesionalitas kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Ia pun berharap agar insiden perusakan kantor NU Blora tidak mengganggu stabilitas keamanan di Blora.

"Intinya kita menjaga kondusifitas di wilayah Blora secara khusus. Kita dari kepolisian menangani kasus secara profesional, kita berharap seperti yang disampaikan ketua PCNU Blora, agar tetap menjaga soliditas seluruh elemen masyarakat di Blora," paparnya, Selasa (6/3/2018) sore.

Ia menyebutkan, tim dari kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus perusakantersebut. Terlebih, pelaku perusakan melakukan sendirian dengan kondisi yang tidak etis.

"Kalau motif apa yang mendasari tindakan pelaku, kami tidak bisa sampaikan. Yang jelas saat ini pelaku sedang diperiksa di RSUD Grobogan terkait kejiwaannya," imbuhnya.

Menurut AKBP Saptono menilai keseharian pelaku Mufid justru tergolong normal. Pelaku sehari-hari bekerja di sebuah pabrik gula di Blora.

"Keseharian pelaku, dia bekerja di pabrik gula. Soal kejiwaannya, kami belum bisa menyimpulkan, kita masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan," kata Kapolres.

Sementara itu, Ketua FKUB Blora, Ishad Shofawi mengatakan, selama ini komunikasi antar umat beragama di Blora senantiasa terjalin dengan baik. Ia pun tak menyangka bisa terjadi insiden perusakan yang dilakukan oleh warga Blora sendiri yakni Mufid (22) warga Dusun Greneng, Tunjungan.

"Kami selama ini dengan antar organisasi keagamaan di Blora aman-aman saja. Kita selama ini kan merapat dengan Pemerintah,koordinasi istilahnya, kita hanya berharap polisi bisa bertugas sebaik mungkin," paparnya.

Ia menduga ada upaya-upaya khusus yang dilakukan pelaku untuk mengganggu keamanan di Blora. Ia menilai, ada sesuatu di balik kasus perusakan kantor NU Blora ini.

"Kemungkinan-kemungkinan begitu. Lha mungkin itu kan bisa drop-dropan dari luar kan bisa. Meskipun dia orang Blora, tapi kan medsos ini bisa dari mana saja," jelasnya.

Ia menilai, pelaku sejatinya memiliki karakter yang tertutup. Namun, justru sifat tertutupnya itu diindikasikan dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

"Itu kan anaknya tertutup. Tertutup itu kan satu alur saja, siapa yang mau masuk kesitu. Kalau anaknya gaul kan gak, kemana saja bisa nyaring. Kalau itu kan dia tidak bisa nyaring, jadilah seperti itu. Nah, siapa yang memberi," pungkas Ketua FKUB Blora, Ishad Shofawi. (det/jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.738 Since: 07.04.14 | 0.6553 sec