YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Polres Blora Kumpulkan Jajaran FKUB Terkait Perusakan Kantor NU

Tuesday, 06 March 2018 | View : 92

siarjustisia.com-BLORA.

Kantor sekretariat Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora, Jawa Tengah dirusak oleh orang yang tak dikenal. Perusakan kantor NU tersebut dilakukan pada Senin (5/3/2018) dini hari.

Salah satu ruangan yang digunakan sebagai ruang kerja Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kini kondisinya cukup memprihatinkan. Sejumlah peralatan, dan fasilitas kantor rusak, sebagian besar barang juga kini kondisinya acak-acakan.

Salah seorang saksi, Mochamad Abdul Jalil (23 tahun) mengatakan, saat kejadian ia bersama dengan dua orang anggota IPNU sedang beristirahat di dalam ruang tersebut. Tiba-tiba seorang pelaku masuk ke dalam kantor, ia sempat mengucap salam.

"Pelaku datang sendirian saat itu, bawa motor Astrea legenda, kemudian mengucap salam, langsung masuk lewat pintu utama terus masuk kamar IPNU. Dia langsung teriak ke kita, ini produk kafir, sambil menunjukkan kunci kontak motornya sendiri," kata Abdul, Senin (5/3/2018).

Pelaku yang hendak ditangkap justru bersembunyi di ruang kerja IPNU, dan mengunci pintu. Saat bersembunyi itulah, sejumlah peralatan kerja IPNU dirusak meliputi, tas, helm, printer, gelas dan sejumlah barang milik anggota IPNU.

"Waktu ditangkap dan digelandang keluar kantor, pelaku terus berteriak dan berkata kafir sambil menendang sepeda motornya," tutur Abdul.

"Pas kita gelandang dia terus teriak-teriak, bahkan dia juga terus bersyahadat, takbir, adzan, dan sempat juga bilang, aku mati gakpapa, matiku ini mati syahid," lanjutnya.

Kini pelaku telah diamankan di MaPolsek Blora Kota untuk penyidikan. Belum diketahui secara pasti, identitas dan motif yang mendasari tindakan pelaku.

Kepolisian Sektor Blora Kota memeriksa sebanyak 3 orang saksi terkait kasus perusakan kantor NU Blora yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kecamatan Kota Blora.

Kapolsek Blora Kota AKP Slamet mengatakan, tiga orang tersebut yang berada di lokasi kejadian saat insiden perusakan tersebut berlangsung. Tiga orang saksi tersebut juga yang berhasil menangkap pelaku, Mufid (22) warga RT05/RW03 Dukuh Greneng, Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan.

"Sampai hari ini baru ada tiga orang saksi, mereka yang ada di lokasi kejadian saat insiden. Versi para saksi memang pelaku ini datang dengan cara yang kurang etis dan melakukan perusakan, bukan penyerangan," ungkap AKP Slamet di MaPolsek Blora Kota, Selasa (6/3/2018).

Kapolsek AKP Slamet menyebutkan, pelaku saat ini dirawat di RSUD Grobogan untuk diperiksa kejiwaannya. Sedangkan pihak keluarga pelaku sampai saat ini masih belum dilakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan perilaku pelaku keseharian.

"Belum kita periksa, mungkin itu akan tetap kami lakukan pemeriksaan pihak keluarga pelaku sebagai saksi. Bahwa kesehariannya seperti apa, tapi masih menunggui pelaku di RSUD Grobogan," jelas Kapolsek AKP Slamet.

Dia memastikan, tindakan yang dilakukan pelaku telah melanggar pidana. Terlepas dari hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, proses penyidikan akan tetap dilaksanakan sampai terlimpah ke kejaksaan. 

"Kalau ada gangguan jiwa, menurut aturan itu kewenangan hakim. Kami sebagai polisi tetap akan memproses sampai melimpah ke kejaksaan," tukasnya.

Pelaku perusakan kantor NU Blora, Mufid (22) warga RT05/RW03 Dukuh Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Blora, dibawa ke RSUD Grobogan. Ia diperiksa kejiwaanya karena ditengarai mengidap kelainan jiwa.

Kapolsek Blora Kota AKP Slamet menjelaskan pelaku telah dirujuk ke RSUD Grobogan pada Senin (5/3/2018) malam, untuk memastikan kondisi kesehatan jiwanya. Sebab, saat dimintai keterangan oleh tim penyidik pelaku cenderung diam dan ngelantur. 

"Pelaku yang melalukan perusakan kita ajak komunikasi, dia tidak bisa nyambung. Sehingga menurut penyidik ini ada masalah kesehatan dan psikis pelaku, sehingga kita bawa ke RSU Grobogan. Sampai saat ini masih diperiksa," tuturnya saat ditemui di kantornya, MaPolsek Blora Kota, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.1, Kauman,  Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (6/3/2018).

Dia memastikan, apapun hasil dari pemeriksaan pelaku di RSUD, pihaknya akan tetap memproses secara hukum. Terkait kondisi kejiwaan, ia menaruh kepercayaan sepenuhnya terhadap tim medis.

"Sampai sekarang masih dirawat. Kalau soal sampai kapan dia akan dirawat di sana (RSUD Grobogan), saya pun tudak tahu. Kan tergantung kondisinya, bisa jadi dia dipulangkan segera, atau bahkan dia divonis memang sakit jiwa," papar Kapolsek AKP Slamet di kantornya, MaPolsek Blora Kota, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.1, Kauman,  Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

Pelaku dipastikan telah melanggar pidana karena melakukan tindakan perusakan secara sadar. Diancam dengan Pasal 406 hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.

"Kalau ada gangguan jiwa, menurut aturan itu kewenangan hakim. Orang yang tidak sehat akalnya tidak harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Intinya polisi tetap akan memproses sampai meja hijau," cetusnya.

Sehari setelah insiden perusakan kantor NU Blora, pihak kepolisian resor Blora mengadakan pertemuan dengan jajaran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Blora. Pertemuan itu untuk mensinergikan hubungan antar umat beragama, sekaligus silaturahmi agar kondusifitas di Blora tetap terjaga.

 

Kapolres Blora AKBP Saptono, usai pertemuan dengan FKUB mengatakan masyarakat hendaknya percaya dengan profesionalitas kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Ia pun berharap agar insiden perusakan kantor NU Blora tidak mengganggu stabilitas keamanan di Blora.

"Intinya kita menjaga kondusifitas di wilayah Blora secara khusus. Kita dari kepolisian menangani kasus secara profesional, kita berharap seperti yang disampaikan ketua PCNU Blora, agar tetap menjaga soliditas seluruh elemen masyarakat di Blora," paparnya, Selasa (6/3/2018) sore.

Ia menyebutkan, tim dari kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus perusakantersebut. Terlebih, pelaku perusakan melakukan sendirian dengan kondisi yang tidak etis.

"Kalau motif apa yang mendasari tindakan pelaku, kami tidak bisa sampaikan. Yang jelas saat ini pelaku sedang diperiksa di RSUD Grobogan terkait kejiwaannya," imbuhnya.

Menurut AKBP Saptono menilai keseharian pelaku Mufid justru tergolong normal. Pelaku sehari-hari bekerja di sebuah pabrik gula di Blora.

"Keseharian pelaku, dia bekerja di pabrik gula. Soal kejiwaannya, kami belum bisa menyimpulkan, kita masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan," kata Kapolres.

Sementara itu, Ketua FKUB Blora, Ishad Shofawi mengatakan, selama ini komunikasi antar umat beragama di Blora senantiasa terjalin dengan baik. Ia pun tak menyangka bisa terjadi insiden perusakan yang dilakukan oleh warga Blora sendiri yakni Mufid (22) warga Dusun Greneng, Tunjungan.

"Kami selama ini dengan antar organisasi keagamaan di Blora aman-aman saja. Kita selama ini kan merapat dengan Pemerintah,koordinasi istilahnya, kita hanya berharap polisi bisa bertugas sebaik mungkin," paparnya.

Ia menduga ada upaya-upaya khusus yang dilakukan pelaku untuk mengganggu keamanan di Blora. Ia menilai, ada sesuatu di balik kasus perusakan kantor NU Blora ini.

"Kemungkinan-kemungkinan begitu. Lha mungkin itu kan bisa drop-dropan dari luar kan bisa. Meskipun dia orang Blora, tapi kan medsos ini bisa dari mana saja," jelasnya.

Ia menilai, pelaku sejatinya memiliki karakter yang tertutup. Namun, justru sifat tertutupnya itu diindikasikan dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

"Itu kan anaknya tertutup. Tertutup itu kan satu alur saja, siapa yang mau masuk kesitu. Kalau anaknya gaul kan gak, kemana saja bisa nyaring. Kalau itu kan dia tidak bisa nyaring, jadilah seperti itu. Nah, siapa yang memberi," pungkas Ketua FKUB Blora, Ishad Shofawi. (det/jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.432.244 Since: 07.04.14 | 0.6735 sec