YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Hukum

Dirlantas Polda Metro Jaya Akan Tindak Oknum Pungli Dan Maki Pemotor Di Jakarta Utara

Wednesday, 07 March 2018 | View : 184

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sebuah video dua polisi diduga oknum polantas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pungli jadi viral di media sosial.

Dua oknum Polantas diduga melakukan pungli dan memaki pengendara motor di Bandengan Utara, Jakarta Utara.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan menelusuri kasus ini. Lebih jauh, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan mengecek kebenaran video yang viral itu. Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengatakan dirinya akan mengecek kebenaran video itu terlebih dahulu.

"Saya cek dulu, saya baru tahu video itu," kata Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Dua personel yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang itu akan diselidiki.

"Nanti akan kita cek," tandasnya.

Dia juga akan melakukan pengecekan ke jajaran, di satuan apa dua oknum itu bertugas. "Iya nanti saya cek siapa anggotanya," imbuhnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan memberikan tindakan tegas jika kedua oknum polisi tersebut melakukan pungli.

"Tentunya, kalau terbukti itu benar, akan kita tindak sesuai dengan aturan," ujar Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Mantan analis Kebijakan Madya Jianstra SOPS Polri tersebut, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra menegaskan tidak akan membiarkan anggotanya melakukan pungli. Sebaliknya, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengimbau personelnya melaksanakan tugas secara profesional.

"Kalau ada pelanggaran lalu lintas, lakukan penindakan dengan profesional," tegas Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra.

Video itu memperlihatkan seorang pengendara motor ditilang oleh Polantas.

Lokasi penilangan disebut-sebut berada di Bandengan Utara, Jakarta Utara, sekitar dua hari lalu.

Dalam video itu, seorang anggota Polantas membawa motor warga yang kena tilang, yang memuat bertumpuk-tumpuk gulungan kain. Di tengah perjalanan, dua polisi itu berhenti dan melakukan 'negosiasi'.

"Udah kamu bayar seratus lima puluh ribu saja," ujar seorang polisi yang di betnya tertulis nama 'Sariyanto'.

"Saya adanya seket ewu (Rp 50 ribu, red) Pak," jawab pria itu.

Mendengar hal itu, Sariyanto pun marah lalu mengeluarkan kata-kata kasar. "An***g! Dek turunin barangnya," katanya kepada polisi yang membawa motor pria itu. Polisi tersebut diketahui bernama Djaelani.

"Maksudnya gimana kok ngomong an***g gitu segala, Pak?" pria itu meminta penjelasan.

"Iya maaf," jawab Sariyanto.

Sariyanto lalu menyuruh Djaelani menurunkan kain-kain dari motor pria itu. Pria itu pun memprotes dan meminta polisi menurunkannya di kantor polisi saja. Namun kedua anggota itu tidak menggubrisnya dan menurunkan kain-kain tersebut.

Pria itu kemudian meminta polisi mengklarifikasi perkataan kasar tadi. Lalu Sariyanto mengatakan bahwa ucapan itu untuk memakinya saja karena capek.

Tetapi, tidak selesai sampai di situ. Kedua polisi tersebut membawa motor pria itu setelah menurunkan kain-kain tadi.

Pria itu pun meminta polisi tidak menyita motornya. "Pajak cuma mati berapa hari saja, kan ada SIM Pak. SIM nggak apa-apa ditarik, masak motornya ditarik Pak. Motor saya buat kerja Pak, buat cari makan," pinta pria itu.

Namun keduanya tidak mempedulikannya dan membawa motor pria itu. Salah satu polisi sempat menyuruh pria itu membawa motor tersebut di kantornya di Muara Angke.

Singkat cerita, pengendara motor itu tidak mau memberikan uang Rp 150 ribu yang diminta oknum polisi itu. Hingga akhirnya motor pria itu dibawa oleh kedua polisi itu. Padahal pria itu memiliki SIM dan STNK, yang bisa dijadikan sebagai barang bukti. (det)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.098.444 Since: 07.04.14 | 0.5823 sec