YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

Dirlantas Polda Metro Jaya Akan Tindak Oknum Pungli Dan Maki Pemotor Di Jakarta Utara

Wednesday, 07 March 2018 | View : 221

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sebuah video dua polisi diduga oknum polantas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pungli jadi viral di media sosial.

Dua oknum Polantas diduga melakukan pungli dan memaki pengendara motor di Bandengan Utara, Jakarta Utara.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan menelusuri kasus ini. Lebih jauh, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan mengecek kebenaran video yang viral itu. Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengatakan dirinya akan mengecek kebenaran video itu terlebih dahulu.

"Saya cek dulu, saya baru tahu video itu," kata Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Dua personel yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang itu akan diselidiki.

"Nanti akan kita cek," tandasnya.

Dia juga akan melakukan pengecekan ke jajaran, di satuan apa dua oknum itu bertugas. "Iya nanti saya cek siapa anggotanya," imbuhnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan memberikan tindakan tegas jika kedua oknum polisi tersebut melakukan pungli.

"Tentunya, kalau terbukti itu benar, akan kita tindak sesuai dengan aturan," ujar Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Mantan analis Kebijakan Madya Jianstra SOPS Polri tersebut, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra menegaskan tidak akan membiarkan anggotanya melakukan pungli. Sebaliknya, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengimbau personelnya melaksanakan tugas secara profesional.

"Kalau ada pelanggaran lalu lintas, lakukan penindakan dengan profesional," tegas Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra.

Video itu memperlihatkan seorang pengendara motor ditilang oleh Polantas.

Lokasi penilangan disebut-sebut berada di Bandengan Utara, Jakarta Utara, sekitar dua hari lalu.

Dalam video itu, seorang anggota Polantas membawa motor warga yang kena tilang, yang memuat bertumpuk-tumpuk gulungan kain. Di tengah perjalanan, dua polisi itu berhenti dan melakukan 'negosiasi'.

"Udah kamu bayar seratus lima puluh ribu saja," ujar seorang polisi yang di betnya tertulis nama 'Sariyanto'.

"Saya adanya seket ewu (Rp 50 ribu, red) Pak," jawab pria itu.

Mendengar hal itu, Sariyanto pun marah lalu mengeluarkan kata-kata kasar. "An***g! Dek turunin barangnya," katanya kepada polisi yang membawa motor pria itu. Polisi tersebut diketahui bernama Djaelani.

"Maksudnya gimana kok ngomong an***g gitu segala, Pak?" pria itu meminta penjelasan.

"Iya maaf," jawab Sariyanto.

Sariyanto lalu menyuruh Djaelani menurunkan kain-kain dari motor pria itu. Pria itu pun memprotes dan meminta polisi menurunkannya di kantor polisi saja. Namun kedua anggota itu tidak menggubrisnya dan menurunkan kain-kain tersebut.

Pria itu kemudian meminta polisi mengklarifikasi perkataan kasar tadi. Lalu Sariyanto mengatakan bahwa ucapan itu untuk memakinya saja karena capek.

Tetapi, tidak selesai sampai di situ. Kedua polisi tersebut membawa motor pria itu setelah menurunkan kain-kain tadi.

Pria itu pun meminta polisi tidak menyita motornya. "Pajak cuma mati berapa hari saja, kan ada SIM Pak. SIM nggak apa-apa ditarik, masak motornya ditarik Pak. Motor saya buat kerja Pak, buat cari makan," pinta pria itu.

Namun keduanya tidak mempedulikannya dan membawa motor pria itu. Salah satu polisi sempat menyuruh pria itu membawa motor tersebut di kantornya di Muara Angke.

Singkat cerita, pengendara motor itu tidak mau memberikan uang Rp 150 ribu yang diminta oknum polisi itu. Hingga akhirnya motor pria itu dibawa oleh kedua polisi itu. Padahal pria itu memiliki SIM dan STNK, yang bisa dijadikan sebagai barang bukti. (det)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.569.820 Since: 07.04.14 | 0.6027 sec