YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

Dirlantas Polda Metro Jaya Akan Tindak Oknum Pungli Dan Maki Pemotor Di Jakarta Utara

Wednesday, 07 March 2018 | View : 143

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sebuah video dua polisi diduga oknum polantas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pungli jadi viral di media sosial.

Dua oknum Polantas diduga melakukan pungli dan memaki pengendara motor di Bandengan Utara, Jakarta Utara.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan menelusuri kasus ini. Lebih jauh, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan mengecek kebenaran video yang viral itu. Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengatakan dirinya akan mengecek kebenaran video itu terlebih dahulu.

"Saya cek dulu, saya baru tahu video itu," kata Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Dua personel yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang itu akan diselidiki.

"Nanti akan kita cek," tandasnya.

Dia juga akan melakukan pengecekan ke jajaran, di satuan apa dua oknum itu bertugas. "Iya nanti saya cek siapa anggotanya," imbuhnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra akan memberikan tindakan tegas jika kedua oknum polisi tersebut melakukan pungli.

"Tentunya, kalau terbukti itu benar, akan kita tindak sesuai dengan aturan," ujar Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra saat dihubungi awak media, Rabu (7/3/2018).

Mantan analis Kebijakan Madya Jianstra SOPS Polri tersebut, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra menegaskan tidak akan membiarkan anggotanya melakukan pungli. Sebaliknya, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra mengimbau personelnya melaksanakan tugas secara profesional.

"Kalau ada pelanggaran lalu lintas, lakukan penindakan dengan profesional," tegas Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra.

Video itu memperlihatkan seorang pengendara motor ditilang oleh Polantas.

Lokasi penilangan disebut-sebut berada di Bandengan Utara, Jakarta Utara, sekitar dua hari lalu.

Dalam video itu, seorang anggota Polantas membawa motor warga yang kena tilang, yang memuat bertumpuk-tumpuk gulungan kain. Di tengah perjalanan, dua polisi itu berhenti dan melakukan 'negosiasi'.

"Udah kamu bayar seratus lima puluh ribu saja," ujar seorang polisi yang di betnya tertulis nama 'Sariyanto'.

"Saya adanya seket ewu (Rp 50 ribu, red) Pak," jawab pria itu.

Mendengar hal itu, Sariyanto pun marah lalu mengeluarkan kata-kata kasar. "An***g! Dek turunin barangnya," katanya kepada polisi yang membawa motor pria itu. Polisi tersebut diketahui bernama Djaelani.

"Maksudnya gimana kok ngomong an***g gitu segala, Pak?" pria itu meminta penjelasan.

"Iya maaf," jawab Sariyanto.

Sariyanto lalu menyuruh Djaelani menurunkan kain-kain dari motor pria itu. Pria itu pun memprotes dan meminta polisi menurunkannya di kantor polisi saja. Namun kedua anggota itu tidak menggubrisnya dan menurunkan kain-kain tersebut.

Pria itu kemudian meminta polisi mengklarifikasi perkataan kasar tadi. Lalu Sariyanto mengatakan bahwa ucapan itu untuk memakinya saja karena capek.

Tetapi, tidak selesai sampai di situ. Kedua polisi tersebut membawa motor pria itu setelah menurunkan kain-kain tadi.

Pria itu pun meminta polisi tidak menyita motornya. "Pajak cuma mati berapa hari saja, kan ada SIM Pak. SIM nggak apa-apa ditarik, masak motornya ditarik Pak. Motor saya buat kerja Pak, buat cari makan," pinta pria itu.

Namun keduanya tidak mempedulikannya dan membawa motor pria itu. Salah satu polisi sempat menyuruh pria itu membawa motor tersebut di kantornya di Muara Angke.

Singkat cerita, pengendara motor itu tidak mau memberikan uang Rp 150 ribu yang diminta oknum polisi itu. Hingga akhirnya motor pria itu dibawa oleh kedua polisi itu. Padahal pria itu memiliki SIM dan STNK, yang bisa dijadikan sebagai barang bukti. (det)

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.614.227 Since: 07.04.14 | 0.6133 sec