YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Calon Gubernur Lampung

Wednesday, 07 March 2018 | View : 74
Tags : Kpk, Lampung

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa nampaknya harus memendam hasratnya untuk berkampanye dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Hal ini lantaran Calon Gubernur (Cagub) Lampung yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Mustafa yang kini berstatus tersangka kasus dugaan suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah untuk Tahun Anggaran 2018. Tak hanya Mustafa, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga, Taufik Rahman.

"Penyidik telah melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Dikatakan Febri Diansyah, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari terhitung mulai hari ini. Dengan demikian Mustafa dan kawan-kawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 15 April 2018.

"Proses perpanjangan masa penahanan selama 40 hari dilakukan kemarin Rabu (6/3/2018) untuk periode 7 Maret 2018 sampai dengam 15 April 2018," jelasnya.

Seperti diketahui, lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan DPRD terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. Mustafa yang merupakan calon Gubernur (caGub) Lampung yang diusung Partai NasDem merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Tiga tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menduga Mustafa memberi arahan kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang suap Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 900 juta berasal dari kontraktor sementara Rp 100 juta lainnya dari Pemkab Lampung. Uang suap tersebut diduga bakal diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar DPRD menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT. SMI sebesar Rp 300 miliar.

Setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka, Mustafa ditahan tim penyidik KPK di Rutan Gedung KPK. Meski telah ditahan dan berstatus tersangka, Mustafa masih berambisi untuk menjadi Gubernur Lampung. Hal ini setidaknya terlihat saat Mustafa rampung diperiksa tim penyidik Jumat (23/2/2018). Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, Mustafa masih optimistis akan memenangkan Pilgub Lampung.

"Saya kira kalau saya lihat antusias rakyat Lampung, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus maju terus nomor empat oke, kece," kata Mustafa di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Mustafa percaya diri status tersangka yang disandang tak menghentikan langkahnya untuk menjadi Gubernur Lampung. Mantan Ketua DPW Partai NasDem Lampung itu menyebut status tersangka dan kondisinya yang telah ditahan KPK tak menggugurkan pencalonannya.

"Ya nggak apa-apa, kan nggakmembatalkan Pilgub toh," katanya.

Meski demikian Mustafa tidak membantah telah melakukan tindak pidana suap. (sp)

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.614.298 Since: 07.04.14 | 0.5625 sec