YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Calon Gubernur Lampung

Wednesday, 07 March 2018 | View : 136
Tags : Kpk, Lampung

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa nampaknya harus memendam hasratnya untuk berkampanye dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Hal ini lantaran Calon Gubernur (Cagub) Lampung yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Mustafa yang kini berstatus tersangka kasus dugaan suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah untuk Tahun Anggaran 2018. Tak hanya Mustafa, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga, Taufik Rahman.

"Penyidik telah melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Dikatakan Febri Diansyah, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari terhitung mulai hari ini. Dengan demikian Mustafa dan kawan-kawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 15 April 2018.

"Proses perpanjangan masa penahanan selama 40 hari dilakukan kemarin Rabu (6/3/2018) untuk periode 7 Maret 2018 sampai dengam 15 April 2018," jelasnya.

Seperti diketahui, lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan DPRD terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. Mustafa yang merupakan calon Gubernur (caGub) Lampung yang diusung Partai NasDem merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Tiga tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menduga Mustafa memberi arahan kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang suap Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 900 juta berasal dari kontraktor sementara Rp 100 juta lainnya dari Pemkab Lampung. Uang suap tersebut diduga bakal diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar DPRD menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT. SMI sebesar Rp 300 miliar.

Setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka, Mustafa ditahan tim penyidik KPK di Rutan Gedung KPK. Meski telah ditahan dan berstatus tersangka, Mustafa masih berambisi untuk menjadi Gubernur Lampung. Hal ini setidaknya terlihat saat Mustafa rampung diperiksa tim penyidik Jumat (23/2/2018). Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, Mustafa masih optimistis akan memenangkan Pilgub Lampung.

"Saya kira kalau saya lihat antusias rakyat Lampung, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus maju terus nomor empat oke, kece," kata Mustafa di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Mustafa percaya diri status tersangka yang disandang tak menghentikan langkahnya untuk menjadi Gubernur Lampung. Mantan Ketua DPW Partai NasDem Lampung itu menyebut status tersangka dan kondisinya yang telah ditahan KPK tak menggugurkan pencalonannya.

"Ya nggak apa-apa, kan nggakmembatalkan Pilgub toh," katanya.

Meski demikian Mustafa tidak membantah telah melakukan tindak pidana suap. (sp)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.569.877 Since: 07.04.14 | 0.6075 sec