YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Calon Gubernur Lampung

Wednesday, 07 March 2018 | View : 45
Tags : Kpk, Lampung

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa nampaknya harus memendam hasratnya untuk berkampanye dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Hal ini lantaran Calon Gubernur (Cagub) Lampung yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Mustafa yang kini berstatus tersangka kasus dugaan suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah untuk Tahun Anggaran 2018. Tak hanya Mustafa, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga, Taufik Rahman.

"Penyidik telah melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Dikatakan Febri Diansyah, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari terhitung mulai hari ini. Dengan demikian Mustafa dan kawan-kawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 15 April 2018.

"Proses perpanjangan masa penahanan selama 40 hari dilakukan kemarin Rabu (6/3/2018) untuk periode 7 Maret 2018 sampai dengam 15 April 2018," jelasnya.

Seperti diketahui, lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan DPRD terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. Mustafa yang merupakan calon Gubernur (caGub) Lampung yang diusung Partai NasDem merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Tiga tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menduga Mustafa memberi arahan kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang suap Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 900 juta berasal dari kontraktor sementara Rp 100 juta lainnya dari Pemkab Lampung. Uang suap tersebut diduga bakal diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar DPRD menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT. SMI sebesar Rp 300 miliar.

Setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka, Mustafa ditahan tim penyidik KPK di Rutan Gedung KPK. Meski telah ditahan dan berstatus tersangka, Mustafa masih berambisi untuk menjadi Gubernur Lampung. Hal ini setidaknya terlihat saat Mustafa rampung diperiksa tim penyidik Jumat (23/2/2018). Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, Mustafa masih optimistis akan memenangkan Pilgub Lampung.

"Saya kira kalau saya lihat antusias rakyat Lampung, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus maju terus nomor empat oke, kece," kata Mustafa di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Mustafa percaya diri status tersangka yang disandang tak menghentikan langkahnya untuk menjadi Gubernur Lampung. Mantan Ketua DPW Partai NasDem Lampung itu menyebut status tersangka dan kondisinya yang telah ditahan KPK tak menggugurkan pencalonannya.

"Ya nggak apa-apa, kan nggakmembatalkan Pilgub toh," katanya.

Meski demikian Mustafa tidak membantah telah melakukan tindak pidana suap. (sp)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.785 Since: 07.04.14 | 0.6121 sec