YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Calon Gubernur Lampung

Wednesday, 07 March 2018 | View : 107
Tags : Kpk, Lampung

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa nampaknya harus memendam hasratnya untuk berkampanye dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Hal ini lantaran Calon Gubernur (Cagub) Lampung yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Mustafa yang kini berstatus tersangka kasus dugaan suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah untuk Tahun Anggaran 2018. Tak hanya Mustafa, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga, Taufik Rahman.

"Penyidik telah melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Dikatakan Febri Diansyah, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari terhitung mulai hari ini. Dengan demikian Mustafa dan kawan-kawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 15 April 2018.

"Proses perpanjangan masa penahanan selama 40 hari dilakukan kemarin Rabu (6/3/2018) untuk periode 7 Maret 2018 sampai dengam 15 April 2018," jelasnya.

Seperti diketahui, lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan DPRD terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. Mustafa yang merupakan calon Gubernur (caGub) Lampung yang diusung Partai NasDem merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Tiga tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menduga Mustafa memberi arahan kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang suap Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 900 juta berasal dari kontraktor sementara Rp 100 juta lainnya dari Pemkab Lampung. Uang suap tersebut diduga bakal diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar DPRD menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT. SMI sebesar Rp 300 miliar.

Setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka, Mustafa ditahan tim penyidik KPK di Rutan Gedung KPK. Meski telah ditahan dan berstatus tersangka, Mustafa masih berambisi untuk menjadi Gubernur Lampung. Hal ini setidaknya terlihat saat Mustafa rampung diperiksa tim penyidik Jumat (23/2/2018). Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, Mustafa masih optimistis akan memenangkan Pilgub Lampung.

"Saya kira kalau saya lihat antusias rakyat Lampung, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus maju terus nomor empat oke, kece," kata Mustafa di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Mustafa percaya diri status tersangka yang disandang tak menghentikan langkahnya untuk menjadi Gubernur Lampung. Mantan Ketua DPW Partai NasDem Lampung itu menyebut status tersangka dan kondisinya yang telah ditahan KPK tak menggugurkan pencalonannya.

"Ya nggak apa-apa, kan nggakmembatalkan Pilgub toh," katanya.

Meski demikian Mustafa tidak membantah telah melakukan tindak pidana suap. (sp)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.098.488 Since: 07.04.14 | 0.5917 sec