YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Hukum

KPK Hibahkan Aset Rampasan Muhammad Nazaruddin Kepada Polri

Wednesday, 07 March 2018 | View : 132

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghibahkan sejumlah aset hasil rampasan dari perkara korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Kali ini, KPK menghibahkan dua bidang tanah dan bangunan hasil rampasan dari mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat (PD), Muhammad Nazaruddin kepada Mabes Polri.

Dua bidang tanah dan bangunan yang berada di Jalan Wijaya, Graha Puri Blok C Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan nilai sekitar Rp 12,4 miliar ini rencananya bakal dimanfaatkan oleh Bareskrim Polri.

"(Bangunan itu) diserahkan dan akan digunakan oleh Bareskrim Polri untuk mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Selain aset hasil rampasan Muhammad Nazaruddin, KPK juga bakal menghibahkan satu unit mobil Kijang Innova tahun 2010 hasil rampasan dari perkara mantan Bupati Bangkalan, RKH Fuad Amin Imron kepada Polri. Rencananya mobil tersebut akan dipergunakan oleh Polres Tana Toraja‎, Sulawesi Selatan.

Febri Diansyah mengatakan, aset-aset milik koruptor ini bakal diserahkan KPK kepada Polri saat acara Rapat Kerja Tekhnis (Rakernis) Bareskrim Mabes Polri 2018, di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, RW10, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Kamis (8/3/2018) besok.

"Direncanakan ada pimpinan (KPK) besok yang akan hadir dalam penyerahan," tutur Febri Diansyah.

Dikatakan, hibah aset hasil rampasan dari koruptor yang telah menjadi milik negara ini sesuai keputusan Menteri Keuangan. Sebelumnya, KPK juga telah menghibahkan sejumlah aset yang merupakan rampasan dari perkara korupsi ke sejumlah lembaga negara.

Pada Agustus 2017, KPK menyerahkan barang rampasan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Muhammad Nazaruddin berupa tanah dan bangunan di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 21 dan 26, Pancoran, Jakarta Selatan, senilai Rp 24,5 miliar kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). KPK juga menghibahkan sejumlah aset berupa bidang tanah hasil rampasan dari perkara mantan Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah. Aset sitaan dari TPPU pasangan suami istri itu diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS). (bs)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.098.484 Since: 07.04.14 | 0.6153 sec