YouTube Facebook Twitter RSS
12 Dec 2018, 0

Internasional

Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur

Saturday, 10 March 2018 | View : 475

siarjustisia.com-LONDON.

Putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman menandatangani perjanjian pembelian 48 jet tempur dalam kunjungannya di Inggris. Kesepakatan ini dikritik tajam oleh sejumlah organisasi HAM.

Inggris menandatangani pemesanan 48 jet tempur Eurofighter Typhoon oleh Arab Saudi. Kesepakatan disetujui, meskipun Inggris mengkritik sepak terjang Arab Saudi di Yaman.

Penandatangan "memorandum of intent" diadakan pada hari terakhir lawatan tiga hari Putra Mahkota Mohammad bin Salman di Inggris. "Kunjungan Putra Mahkota membuka babak baru dalam hubungan bersejarah kedua negara." Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson.

"Kami sudah mengambil langkah penting menuju pemesanan jet tipe Typhoon berikutnya, yang akan meningkatkan keamanan di Timur Tengah, dan mendorong industri serta lapangan kerja di Inggris, di sektor kedirgantaraan," demikian ditambahkan Gavin Williamson.

Perusahaan BAE Systems yang bergerak di bidang peralatan militer kemungkinan akan memenuhi pesanan lukratif tersebut, yang sudah didiskusikan sejak beberapa tahun lalu. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah memerangi pemberontak Houthi di Yaman sejak 2015. Kedua pihak yang bertempur saling menuduh melakukan kejahatan perang.

"Jika disetujui, kesepakatan memalukan ini akan dirayakan di istana di Riyadh, juga oleh semua perusahaan yang akan mendapat keuntungan. Tapi ini akan jadi kehancuran lebih besar lagi bagi rakyat Yaman," demikian dikatakan Andrew Smith dari organisasi Campaign Against Arms Trade.

Human Rights Watch yang mendokumentasikan pengeboman target sipil dan infrastruktur di Yaman oleh jet tempur Arab Saudi mengecam kesepakatan penjualan jet dengan Inggris.

"Inggris secara memalukan menjual 48 jet Typhoon saat angkatan udara Arab Saudi terus menghujani Yaman dengan kematian dan kesengsaraan," demikian dikatakan Philippe Bolopion, dari Human Rights Watch lewat jejaring sosial Twitter.

Pangeran Mohammad bin Salman, yang kemungkinan akan memimpin Arab Saudi selama beberapa dekade setelah ayahnya meninggal dunia, menjalankan upaya memperbaiki citra Arab Saudi, yang selama ini monarki konservatif.

Namun perang yang diluncurkannya di Yaman merusak citranya sebagai pelaksana reformasi dan pemimpin yang moderat. Kunjungannya di Inggris diwarnai sejumlah demonstrasi di jalan-jalan yang memprotes penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi.

Beberapa pekan lalu Jerman memutuskan menghentikan penjualan senjata ke semua partai yang terlibat perang di Yaman. Itu ditanggapi Arab Saudi dengan pernyataan, mereka akan membeli senjata dari negara lain. (reuters/afp)

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.079.200 Since: 07.04.14 | 0.6651 sec