YouTube Facebook Twitter RSS
22 Jun 2018, 0

Internasional

Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur

Saturday, 10 March 2018 | View : 120

siarjustisia.com-LONDON.

Putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman menandatangani perjanjian pembelian 48 jet tempur dalam kunjungannya di Inggris. Kesepakatan ini dikritik tajam oleh sejumlah organisasi HAM.

Inggris menandatangani pemesanan 48 jet tempur Eurofighter Typhoon oleh Arab Saudi. Kesepakatan disetujui, meskipun Inggris mengkritik sepak terjang Arab Saudi di Yaman.

Penandatangan "memorandum of intent" diadakan pada hari terakhir lawatan tiga hari Putra Mahkota Mohammad bin Salman di Inggris. "Kunjungan Putra Mahkota membuka babak baru dalam hubungan bersejarah kedua negara." Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson.

"Kami sudah mengambil langkah penting menuju pemesanan jet tipe Typhoon berikutnya, yang akan meningkatkan keamanan di Timur Tengah, dan mendorong industri serta lapangan kerja di Inggris, di sektor kedirgantaraan," demikian ditambahkan Gavin Williamson.

Perusahaan BAE Systems yang bergerak di bidang peralatan militer kemungkinan akan memenuhi pesanan lukratif tersebut, yang sudah didiskusikan sejak beberapa tahun lalu. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah memerangi pemberontak Houthi di Yaman sejak 2015. Kedua pihak yang bertempur saling menuduh melakukan kejahatan perang.

"Jika disetujui, kesepakatan memalukan ini akan dirayakan di istana di Riyadh, juga oleh semua perusahaan yang akan mendapat keuntungan. Tapi ini akan jadi kehancuran lebih besar lagi bagi rakyat Yaman," demikian dikatakan Andrew Smith dari organisasi Campaign Against Arms Trade.

Human Rights Watch yang mendokumentasikan pengeboman target sipil dan infrastruktur di Yaman oleh jet tempur Arab Saudi mengecam kesepakatan penjualan jet dengan Inggris.

"Inggris secara memalukan menjual 48 jet Typhoon saat angkatan udara Arab Saudi terus menghujani Yaman dengan kematian dan kesengsaraan," demikian dikatakan Philippe Bolopion, dari Human Rights Watch lewat jejaring sosial Twitter.

Pangeran Mohammad bin Salman, yang kemungkinan akan memimpin Arab Saudi selama beberapa dekade setelah ayahnya meninggal dunia, menjalankan upaya memperbaiki citra Arab Saudi, yang selama ini monarki konservatif.

Namun perang yang diluncurkannya di Yaman merusak citranya sebagai pelaksana reformasi dan pemimpin yang moderat. Kunjungannya di Inggris diwarnai sejumlah demonstrasi di jalan-jalan yang memprotes penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi.

Beberapa pekan lalu Jerman memutuskan menghentikan penjualan senjata ke semua partai yang terlibat perang di Yaman. Itu ditanggapi Arab Saudi dengan pernyataan, mereka akan membeli senjata dari negara lain. (reuters/afp)

See Also

Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.162.900 Since: 07.04.14 | 0.6054 sec