YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA

Thursday, 15 March 2018 | View : 288

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Dian Muljadi Soedarjo yang diketahui isteri dari bos PT. Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, Kamis (15/3/2018).

Dian Muljadi Soedarjo bakal diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. periode 2004-2015 yang menjerat sang suami sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan hari ini, keterangan Dian Muljadi Soedarjo bakal digunakan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Emirsyah Satar yang juga telah menyandang status tersangka.

"Yang bersangkutan (Dian Muljadi) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (15/3/2018).

Selain memeriksa Dian Muljadi Soedarjo, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik kembali telah memeriksa sejumlah saksi dari mantan petinggi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Beberapa diantaranya, Vice President Internal Audit PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Sri Mulyati, mantan Direktur Utama PT. Citilink Indonesia, Albert Burhan, mantan Direktur Teknik PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Hadinoto Soedigno, serta pensiunan pegawai PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Capt. Agus Wahjudo.

Tak hanya itu, tim penyidik juga bakal memeriksa Komisaris PT. Pegasus Air Services Kabul Riswanto serta mantan Plh Direktur Pemasaran dan Penjualan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Muhammad Arif Wibowo. Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Emirsyah Satar.

"Keempat orang itu juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," jelas Febri Diansyah.

Sebelumnya, Corporate Planning PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Setijo Awibowo serta Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Achirina tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa alasan yang jelas alias mangkir, Selasa (27/2/2018). Setijo dan Achirina sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. periode 2004-2015.

Keterangan keduanya diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Emirsyah Satar.

"Dua saksi untuk ESA (Emirsyah Satar) tidak hadir," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/2/2018).

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan, tim penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Setijo dan Achirina pada Rabu, (27/2/2018). "Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang besok, Rabu (27/2/2018)," katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Emirsyah Satar dan pendiri PT. Mugi Rekso Abadi (MRA) yang juga beneficial owner Connaught International Pte. Ltd., Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan 50 pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Selama menjabat sebagai Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. pada 2005 hingga 2014, Emirsyah Satar diduga menerima uang sebesar USD 2 juta dan dalam bentuk barang senilai USD 2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT. MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Emirsyah Satar dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Soetikno Soedarjo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (sp/jos)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.570.787 Since: 07.04.14 | 0.5772 sec