YouTube Facebook Twitter RSS
22 Jun 2018, 0

Hukum

Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu

Thursday, 15 March 2018 | View : 90
Tags : Kudus

siarjustisia.com-KUDUS.

Polres Kudus menangkap 5 orang pengedar uang palsu. Dari tangan mereka disita uang palsu senilai jutaan rupiah. 

"Ada 5 pelaku diringkus. Mereka dapat uang palsu dari Surabaya," ungkas Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning di kantornya, MaPolres Kudus, Jl. Jenderal Sudirman No.78, Kramat, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kamis (15/3/2018).

Uang palsu yang disita dari pelaku sebesar Rp 6 juta terdiri dari 69 lembar pecahan uang palsu. Sedangkan total yang terlanjur beredar di Kudus ada 240 lembar dengan total pecahan uang palsu senilai Rp 24 juta.

Kelima pelaku adalah Eko Purwanto (35 tahun) warga Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus; Aswati (41 tahun) warga Ngembal Kulon, Jati, Kudus; Risky Pamungkas (21 tahun) warga Klumpit, Gebog; Muhammad Sumardi (27 tahun) warga Singocandi, Kota; dan Suripan (59 tahun) warga Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus.

Penangkapannya bermula saat tersangka Eko Purwanto dan Aswati tertangkap dengan uang palsu 48 lembar. Rinciannya 40 lembar dari Eko Purwanto, dan 8 lembar dari Aswati. Polisi segera melakukan pengembangan lain. Hasilnya Risky Pamungkas, Muhammad Sumardi, dan Suripan dibekuk di Pasar Dawe, Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 5 Maret 2018.

Selain uang palsu yang disita, mereka telah beroperasi mengedarkan uang palsu sebesar Rp 24 juta selama sekitar 1 bulan terakhir. Dengan sasarannya di pasar-pasar tradisional.

Dia berharap agar warga waspada dengan maraknya uang palsu. Sebab saat ini ada Rp 24 juta uang palsu yang sudah beredar.

"Saya imbau kepada masyarakat untuk hati-hati saat bertransaksi di pasar. Terutama saat menerima atau menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu," bebernya.

Suripan, pelaku utama mengatakan, dia mendapatkan uang palsu dari rekannya di Surabaya. Dia menukar uang asli Rp 5 juta, dapat uang palsu senilai Rp 15 juta.

"Saya sudah bertransaksi uang palsu 2 kali membeli uang. Totalnya Rp 30 juta, sejak 1 bulan terakhir," papar Suripan.

Aswati, pelaku lain, mengatakan, dia terlibat karena diajak Suripan. Sebab, dia sedang mempunyai utang banyak. "Saya punya utang banyak. Makanya saya mau saat disuruh edarkan uang palsu. Saya tahu kalau itu uang palsu," ujar dia. (det)

See Also

Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.162.873 Since: 07.04.14 | 0.5972 sec