YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol

Friday, 16 March 2018 | View : 169

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sindikat narkoba internasional dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN). Badan Narkotika Nasional (BNN) menyergap bandar narkotika di pintu air Ancol, Jakarta Utara.

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Sulistiandriatmoko saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya penindakan tersebut.

"Benar, (penindakan) oleh tim BNN," kata Kombes Pol. Sulistiandriatmoko saat dihubungi awak media, Kamis (15/3/2018).

Diduga sabu dalam dua koper itu seberat puluhan kilogram. Dua koper diduga berisi sabu diamankan petugas di lokasi. Petugas menyita dua koper berisi sabu di lokasi. Menurut Brigjen Pol. Irwanto, dari dalam mobil ditemukan barang bukti dua koper besar yang berisi sabu. Masing-masing koper berisi 25 bungkus. Berat 50 bungkus sabu sekitar 50 kilogram. "Diduga sabu seberat 50 kg," tandas Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Sulistiandriatmoko.

Ada 51,4 kg sabu yang disita dari 2 koper. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut total sabu yang disita 51,4 kg. Sabu itu dikemas dalam bungkus teh kemudian dimasukkan ke dalam 2 koper.

Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk dua orang yang membawa sabu dalam dua koper di Ancol, Jakarta Utara.

"Ditangkap 2 orang, salah satunya WNA," ujar Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Irwanto saat diminta konfirmasi awak media, Kamis (15/3/2018).

Peristiwa penyergapan itu dilakukan pada Kamis (15/3/2018) pukul 20.30 WIB di Jalan Lodan Raya, Pintu Air Ancol, Jakarta Utara. Ada 3 orang yang diamankan, tetapi seorang di antaranya mengaku sebagai sopir taksi online dan tidak tahu tentang sabu tersebut.

Bandar narkoba jaringan Taiwan, Huang Jhong Wei tewas tertembak petugas saat berlangsung operasi gabungan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan itu tersungkur dalam penggerebekan di Jalan Lodan Raya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/3/2018) malam karena mencoba melawan petugas.

Mantan WaDir Reskrim Polda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut Huang ditembak karena melawan ketika dibawa dari lokasi penyergapan di Ancol menuju ke Apartemen Taman Anggrek untuk upaya penggeledahan lebih lanjut. Huang kemudian tewas di Rumah Sakit (RS) Polri Kepolisian Pusat/Bhayangkara Tk. I. Raden Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, RT01/RW05, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Tersangka Huang Jhong Wei tewas tertembak, karena berusaha melakukan perlawanan dan berusaha kabur, maka petugas melakukan tindakan tegas melumpuhkan dengan tembakan dan yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Drs. Arman Depari, Jumat (16/3/2018).

Petugas sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, dan terpaksa memberikan tindakan tegas. Penangkapan ini akhirnya berhasil setelah BNN melakukan pengintaian selama satu bulan, termasuk di kawasan pergudangan tempat mengambil sabu di daerah Jalan Lodan Raya.

Petugas membuntuti pelaku setelah mengambil narkoba dari gudang yang tak jauh dari lokasi penangkapan. Huang Jhong Wei menumpang taksi online Nissan March nopol B 1423 TOX yang dikemudikan Akbar Rifa’ie.

"Setelah diketahui mobil untuk membawa. Saat dilakukan pemeriksaan kendaraan pengangkut ditemukan 2 koper berisi narkotik jenis sabu yang jumlahnya jika ditotal secara keseluruhan kurang lebih 51,4 kg. Ada 3 orang yang ditangkap," ungkap Irjen Pol. Drs. Arman Depari saat konferensi pers di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (16/3/2018).

Dari info yang didapatkan awak media, dua pengedar yang ditangkap petugas, yang salah satunya WN Taiwan. Mantan Kasat Serse Polda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut 2 dari 3 orang yang diamankan yaitu bernama Sadikin dan Huang. Keduanya dicurigai BNN sebagai pelaku. “Dua orang lain yang diamankan adalah Warga Negara Indonesia, yakni Sadikin dan Akbar Rifa'ie,” beber Brigjen Pol. Irwanto.

"Ada 2 orang yang sudah lama kita curigai bahwa akan ada pengambilan barang sebanyak 50 kg, barang sudah di sini. Pengambilnya adalah orang Taiwan kemudian yang satu Sadikin (WNI) karena Sadikin yang bisa bahasa Taiwan, lalu kita melakukan sidik bersama Bea Cukai," kata Direktur Penindakan BNN, Brigjen Pol. Irwanto.

Sadikin disebut memiliki KTP tetapi BNN curiga pria itu bukanlah Warga Negara Indonesia (WNI). Sedangkan, Huang disebut sebagai warga negara Taiwan dan ditembak saat penyergapan karena melawan.

"Sadikin warga negara Indonesia. Ini belum terklarifikasi karena kecurigaan kami yang bersangkutan bukan WNI tapi punya KTP Indonesia. Nanti dilakukan cross check," papar Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

"Kedua, Huang ini warga negara Taiwan. Ini yang ditugaskan untuk menerima, menyimpan dan sekaligus nanti untuk mendistribusikan narkoba sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan pasar yang akan didistribusikan," sambung Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

"Hasil penggeledahan yang kita lakukan di tempat ini. Kita menemukan barang bukti lain bukan narkotika, tapi ini memberi gambaran pada kita sesuai hasil penyelidikan kita selama ini bahwa sindikat ini sudah berkali-kali melakukan aktivitas seperti," beber mantan Kapolda Kepulauan Riau periode 2014-2016, Irjen. Pol. Drs. Arman Depari.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Irwanto mengatakan salah seorang pengedar sempat berusaha kabur saat ditangkap. Pria tersebut tampak berlumur lumpur.

Menurut Brigjen Pol. Irwanto, salah satu pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke kali. Tapi petugas berhasil menangkap pelaku tersebut.

Kedua pembawa sabu ini mulanya dibuntuti tim setelah mengambil sabu dari sebuah gudang di Lodan, Jakut. Penangkapan kemudian dilakukan di dekat pintu air Ancol.

Di tempat yang sama, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menyebut sabu yang didapatkan itu masuk ke Indonesia dari Surabaya. Heru Pambudi menyebut apabila tidak diungkap BNN, sabu seberat 51,4 kg itu bisa dikonsumsi 250 ribu orang.

"Masuk lewat Surabaya. Diberitahu impor mesin tapi kita bisa tangkap. Kalau 51,4 kg ini nggak ditangkap ini dikonsumsi 250 ribu orang," pungkas Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (det/bs/jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.432.217 Since: 07.04.14 | 0.6206 sec