YouTube Facebook Twitter RSS
19 May 2019, 0

Hukum

BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol

Friday, 16 March 2018 | View : 312

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sindikat narkoba internasional dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN). Badan Narkotika Nasional (BNN) menyergap bandar narkotika di pintu air Ancol, Jakarta Utara.

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Sulistiandriatmoko saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya penindakan tersebut.

"Benar, (penindakan) oleh tim BNN," kata Kombes Pol. Sulistiandriatmoko saat dihubungi awak media, Kamis (15/3/2018).

Diduga sabu dalam dua koper itu seberat puluhan kilogram. Dua koper diduga berisi sabu diamankan petugas di lokasi. Petugas menyita dua koper berisi sabu di lokasi. Menurut Brigjen Pol. Irwanto, dari dalam mobil ditemukan barang bukti dua koper besar yang berisi sabu. Masing-masing koper berisi 25 bungkus. Berat 50 bungkus sabu sekitar 50 kilogram. "Diduga sabu seberat 50 kg," tandas Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Sulistiandriatmoko.

Ada 51,4 kg sabu yang disita dari 2 koper. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut total sabu yang disita 51,4 kg. Sabu itu dikemas dalam bungkus teh kemudian dimasukkan ke dalam 2 koper.

Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk dua orang yang membawa sabu dalam dua koper di Ancol, Jakarta Utara.

"Ditangkap 2 orang, salah satunya WNA," ujar Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Irwanto saat diminta konfirmasi awak media, Kamis (15/3/2018).

Peristiwa penyergapan itu dilakukan pada Kamis (15/3/2018) pukul 20.30 WIB di Jalan Lodan Raya, Pintu Air Ancol, Jakarta Utara. Ada 3 orang yang diamankan, tetapi seorang di antaranya mengaku sebagai sopir taksi online dan tidak tahu tentang sabu tersebut.

Bandar narkoba jaringan Taiwan, Huang Jhong Wei tewas tertembak petugas saat berlangsung operasi gabungan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan itu tersungkur dalam penggerebekan di Jalan Lodan Raya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/3/2018) malam karena mencoba melawan petugas.

Mantan WaDir Reskrim Polda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut Huang ditembak karena melawan ketika dibawa dari lokasi penyergapan di Ancol menuju ke Apartemen Taman Anggrek untuk upaya penggeledahan lebih lanjut. Huang kemudian tewas di Rumah Sakit (RS) Polri Kepolisian Pusat/Bhayangkara Tk. I. Raden Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, RT01/RW05, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Tersangka Huang Jhong Wei tewas tertembak, karena berusaha melakukan perlawanan dan berusaha kabur, maka petugas melakukan tindakan tegas melumpuhkan dengan tembakan dan yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Drs. Arman Depari, Jumat (16/3/2018).

Petugas sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, dan terpaksa memberikan tindakan tegas. Penangkapan ini akhirnya berhasil setelah BNN melakukan pengintaian selama satu bulan, termasuk di kawasan pergudangan tempat mengambil sabu di daerah Jalan Lodan Raya.

Petugas membuntuti pelaku setelah mengambil narkoba dari gudang yang tak jauh dari lokasi penangkapan. Huang Jhong Wei menumpang taksi online Nissan March nopol B 1423 TOX yang dikemudikan Akbar Rifa’ie.

"Setelah diketahui mobil untuk membawa. Saat dilakukan pemeriksaan kendaraan pengangkut ditemukan 2 koper berisi narkotik jenis sabu yang jumlahnya jika ditotal secara keseluruhan kurang lebih 51,4 kg. Ada 3 orang yang ditangkap," ungkap Irjen Pol. Drs. Arman Depari saat konferensi pers di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (16/3/2018).

Dari info yang didapatkan awak media, dua pengedar yang ditangkap petugas, yang salah satunya WN Taiwan. Mantan Kasat Serse Polda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol. Drs. Arman Depari menyebut 2 dari 3 orang yang diamankan yaitu bernama Sadikin dan Huang. Keduanya dicurigai BNN sebagai pelaku. “Dua orang lain yang diamankan adalah Warga Negara Indonesia, yakni Sadikin dan Akbar Rifa'ie,” beber Brigjen Pol. Irwanto.

"Ada 2 orang yang sudah lama kita curigai bahwa akan ada pengambilan barang sebanyak 50 kg, barang sudah di sini. Pengambilnya adalah orang Taiwan kemudian yang satu Sadikin (WNI) karena Sadikin yang bisa bahasa Taiwan, lalu kita melakukan sidik bersama Bea Cukai," kata Direktur Penindakan BNN, Brigjen Pol. Irwanto.

Sadikin disebut memiliki KTP tetapi BNN curiga pria itu bukanlah Warga Negara Indonesia (WNI). Sedangkan, Huang disebut sebagai warga negara Taiwan dan ditembak saat penyergapan karena melawan.

"Sadikin warga negara Indonesia. Ini belum terklarifikasi karena kecurigaan kami yang bersangkutan bukan WNI tapi punya KTP Indonesia. Nanti dilakukan cross check," papar Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

"Kedua, Huang ini warga negara Taiwan. Ini yang ditugaskan untuk menerima, menyimpan dan sekaligus nanti untuk mendistribusikan narkoba sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan pasar yang akan didistribusikan," sambung Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

"Hasil penggeledahan yang kita lakukan di tempat ini. Kita menemukan barang bukti lain bukan narkotika, tapi ini memberi gambaran pada kita sesuai hasil penyelidikan kita selama ini bahwa sindikat ini sudah berkali-kali melakukan aktivitas seperti," beber mantan Kapolda Kepulauan Riau periode 2014-2016, Irjen. Pol. Drs. Arman Depari.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Irwanto mengatakan salah seorang pengedar sempat berusaha kabur saat ditangkap. Pria tersebut tampak berlumur lumpur.

Menurut Brigjen Pol. Irwanto, salah satu pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke kali. Tapi petugas berhasil menangkap pelaku tersebut.

Kedua pembawa sabu ini mulanya dibuntuti tim setelah mengambil sabu dari sebuah gudang di Lodan, Jakut. Penangkapan kemudian dilakukan di dekat pintu air Ancol.

Di tempat yang sama, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menyebut sabu yang didapatkan itu masuk ke Indonesia dari Surabaya. Heru Pambudi menyebut apabila tidak diungkap BNN, sabu seberat 51,4 kg itu bisa dikonsumsi 250 ribu orang.

"Masuk lewat Surabaya. Diberitahu impor mesin tapi kita bisa tangkap. Kalau 51,4 kg ini nggak ditangkap ini dikonsumsi 250 ribu orang," pungkas Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (det/bs/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.815.142 Since: 07.04.14 | 0.5785 sec