YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Hukum

Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya

Saturday, 17 March 2018 | View : 187

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pelaku pembobol rekening nasabah salah satu bank pemerintah dengan modus skimming jaringan internasional. Kelima orang yang ditangkap berbagi peran dalam menjalankan aksi kejahatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H. mengatakan, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk lima orang tersangka. Kelima tersangka itu atas nama Caitanovici Andrean Stepan (Rumania), Raul Kalai alias Lucian Meagu (Rumania), Ionel Robert Lupu (Rumania), Ferenc Hugyec (Hungaria), dan Milah Karmilah (WNI).

"Kami menangkap lima orang, empat WNA (Warga Negara Asing) dan satu WNI (Warga Negara Indonesia). Empat WNA terdiri dari tiga orang warga negara Rumania, satu orang Hungaria," ungkap mantan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H., Sabtu (17/3/2018).

Dikatakan mantan Kepala Unit Sumdaling Ditkrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2006 tersebut, dalam menjalankan aksinya, para tersangka berbagi peran menjadi tiga kelompok dalam melaksanakan kejahatan mencuri uang nasabah bank dengan metode skimming.

"Pertama adalah kelompok penyedia alat. Mereka sudah menyediakan alat-alat mulai dari software-nya, hardware serta kamera, kemudian melalui alat skimming dimasukan. Alat ini berasal dari luar negeri dan dimasukkan ke dalam negeri," beber mantan WaDirreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2011 itu, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H.

Mantan Kabagbindik Sespimma Sespim Polri Lemdikpol pada tahun 2016 ini melanjutkan, kedua adalah kelompok operasional yang bertugas memasang alat. Mereka akan memantau sejumlah titik ATM yang dinilai bisa dipasangi alat dengan aman. Pelaku juga melihat situasi dan jam untuk menentukan sasaran sebelum akhirnya alat skimming dipasang.

"Kemudian yang ketiga adalah kelompok yang mengambil uang, dan selanjutnya ditransfer. Kelompok ketiga ini setelah mendapatkan data dari ATM yang sudah dipasang alat, kemudian mereka memindahkannya ke kartu-kartu lain. Jadi data dipindahkan ke kartu," papar mantan WaKasat Reskrim Polwiltabes Semarang pada tahun 2004 tersebut.

"Jadi alat ini dipasang sehingga apabila seseorang memasukkan nomor PIN-nya, begitu kartu dimasukkan data itu terekam. Maka kalau kita memasukkan PIN kadang-kadang kan kita menutupi, gunanya seperti itu," tambah mantan Kepala Subdit III Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2008 tersebut.

Mantan Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2003 ini menjelaskan, polisi juga menyita baterai yang digunakan agar alat yang dipasang dapat bekerja cukup lama. Kemudian, laptop yang digunakan untuk memindahkan data.

"Data-data yang sudah masuk digunakan ke dalam hard disk,dimasukkan ke dalam komputer," tandas mantan Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2006 tersebut, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H. (bs)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.098.473 Since: 07.04.14 | 0.6241 sec