YouTube Facebook Twitter RSS
25 Sep 2018, 0

Hukum

Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya

Saturday, 17 March 2018 | View : 148

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pelaku pembobol rekening nasabah salah satu bank pemerintah dengan modus skimming jaringan internasional. Kelima orang yang ditangkap berbagi peran dalam menjalankan aksi kejahatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H. mengatakan, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk lima orang tersangka. Kelima tersangka itu atas nama Caitanovici Andrean Stepan (Rumania), Raul Kalai alias Lucian Meagu (Rumania), Ionel Robert Lupu (Rumania), Ferenc Hugyec (Hungaria), dan Milah Karmilah (WNI).

"Kami menangkap lima orang, empat WNA (Warga Negara Asing) dan satu WNI (Warga Negara Indonesia). Empat WNA terdiri dari tiga orang warga negara Rumania, satu orang Hungaria," ungkap mantan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H., Sabtu (17/3/2018).

Dikatakan mantan Kepala Unit Sumdaling Ditkrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2006 tersebut, dalam menjalankan aksinya, para tersangka berbagi peran menjadi tiga kelompok dalam melaksanakan kejahatan mencuri uang nasabah bank dengan metode skimming.

"Pertama adalah kelompok penyedia alat. Mereka sudah menyediakan alat-alat mulai dari software-nya, hardware serta kamera, kemudian melalui alat skimming dimasukan. Alat ini berasal dari luar negeri dan dimasukkan ke dalam negeri," beber mantan WaDirreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2011 itu, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H.

Mantan Kabagbindik Sespimma Sespim Polri Lemdikpol pada tahun 2016 ini melanjutkan, kedua adalah kelompok operasional yang bertugas memasang alat. Mereka akan memantau sejumlah titik ATM yang dinilai bisa dipasangi alat dengan aman. Pelaku juga melihat situasi dan jam untuk menentukan sasaran sebelum akhirnya alat skimming dipasang.

"Kemudian yang ketiga adalah kelompok yang mengambil uang, dan selanjutnya ditransfer. Kelompok ketiga ini setelah mendapatkan data dari ATM yang sudah dipasang alat, kemudian mereka memindahkannya ke kartu-kartu lain. Jadi data dipindahkan ke kartu," papar mantan WaKasat Reskrim Polwiltabes Semarang pada tahun 2004 tersebut.

"Jadi alat ini dipasang sehingga apabila seseorang memasukkan nomor PIN-nya, begitu kartu dimasukkan data itu terekam. Maka kalau kita memasukkan PIN kadang-kadang kan kita menutupi, gunanya seperti itu," tambah mantan Kepala Subdit III Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2008 tersebut.

Mantan Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2003 ini menjelaskan, polisi juga menyita baterai yang digunakan agar alat yang dipasang dapat bekerja cukup lama. Kemudian, laptop yang digunakan untuk memindahkan data.

"Data-data yang sudah masuk digunakan ke dalam hard disk,dimasukkan ke dalam komputer," tandas mantan Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2006 tersebut, Kombes Pol. Dr. Nico Afinta Karo-karo, S.IK., S.H., M.H. (bs)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.636.591 Since: 07.04.14 | 0.6159 sec