YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang

Tuesday, 20 March 2018 | View : 45

siarjustisia.com-MALANG.

Tim penyidik lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Wali Kota Malang nonaktif, Mochamad Anton, Selasa (20/3/2018). Penggeledahan ini terkait pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun 2015.
Jubir KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya penggeledahan ini. Dikatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus tersebut.

"Ada penggeledahan oleh tim di rumah Walikota Malang hari ini, sedang proses pencarian bukti," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Febri Diansyah masih enggan menjawab saat disinggung penggeledahan ini dikakukan terkait dengan penyidikan terhadap sejumlah tersangka baru kasus suap APBD-P Malang. Sejumlah media lokal di Malang menyebutkan KPK telah menjerat sejumlah tersangka baru ini kasus ini. Tak hanya anggota dan pimpinan DPRD, KPK juga disebut telah menyematkan status tersangka terhadap Mochamad Anton.

Penetapan tersangka ini mencuat saat tim penyidik KPK memeriksa 14 anggota DPRD Malang di MaPolres Malang, Jl. Jaksa Agung Suprapto No.19, Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Senin (19/3/2018) kemarin.

Wakil Komisi D DPRD Kota Malang dari fraksi Golongan Karya (Golkar), Ribut Harianto yang turut diperiksa hari ini menyebut dalam surat yang diterima pada Minggu kemarin hanya disebutkan enam tersangka baru dari DPRD Kota Malang. Namun saat pemeriksaan penyidik KPK menyebut ada 18 anggota DPRD yang ditetapkan tersangka.

Febri Diansyah tak membantah, lembaga antikorupsi telah menetapkan sejumlah anggota DPRD Kota Malang. Namun, Febri Diansyah masih enggan mengungkap nama dan jumlah anggota DPRD Malang yang telah menyandang status tersangka.

"Nama dan jumlah tersangka belum bisa kami konfirmasi hari ini," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (19/3/2018).

Febri Diansyah membenarkan tim penyidik memeriksa 14 anggota DPRD Malang terkait pengembangan kasus suap ini. Namun, Febri Diansyah bersikukuh enggan menyebut para pihak yang telah ditetapkan tersangka. Febri Diansyah menyatakan, tim penyidik saat ini masih melakukan serangkaian kegiatan terkait penyidikan kasus tersebut.

"Untuk sementara baru informasi tersebut yang dapat kami sampaikan. Karena tim masih di lapangan, kami masih perlu melakukan beberapa kegiatan di penyidikan ini," katanya.

Diketahui, KPK telah menjerat Ketua DPRD Malang Mochamad Arief Wicaksono sebagai tersangka kasus suap pembahasan APBD Malang tahun 2015. Mochamad Arief Wicaksono diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang, Jarot Edy Sulistiyono, sejumlah Rp 700 juta terkait pembahasan APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Tahun Anggaran (TA) 2015. Tak hanya itu, Mochamad Arief Wicaksono juga diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 250 juta dari tersangka Hendrawan Maruszaman (HM) selaku Komisaris PT. ENK terkait penganggaran kembali proyek Jembatan Kedungkandang APBD tahun 2016 secara multi-years dengan nilai proyek Rp 98 miliar. (sp)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.174.163 Since: 07.04.14 | 0.589 sec