YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang

Tuesday, 20 March 2018 | View : 174

siarjustisia.com-MALANG.

Tim penyidik lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Wali Kota Malang nonaktif, Mochamad Anton, Selasa (20/3/2018). Penggeledahan ini terkait pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun 2015.
Jubir KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya penggeledahan ini. Dikatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus tersebut.

"Ada penggeledahan oleh tim di rumah Walikota Malang hari ini, sedang proses pencarian bukti," ungkap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Febri Diansyah masih enggan menjawab saat disinggung penggeledahan ini dikakukan terkait dengan penyidikan terhadap sejumlah tersangka baru kasus suap APBD-P Malang. Sejumlah media lokal di Malang menyebutkan KPK telah menjerat sejumlah tersangka baru ini kasus ini. Tak hanya anggota dan pimpinan DPRD, KPK juga disebut telah menyematkan status tersangka terhadap Mochamad Anton.

Penetapan tersangka ini mencuat saat tim penyidik KPK memeriksa 14 anggota DPRD Malang di MaPolres Malang, Jl. Jaksa Agung Suprapto No.19, Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Senin (19/3/2018) kemarin.

Wakil Komisi D DPRD Kota Malang dari fraksi Golongan Karya (Golkar), Ribut Harianto yang turut diperiksa hari ini menyebut dalam surat yang diterima pada Minggu kemarin hanya disebutkan enam tersangka baru dari DPRD Kota Malang. Namun saat pemeriksaan penyidik KPK menyebut ada 18 anggota DPRD yang ditetapkan tersangka.

Febri Diansyah tak membantah, lembaga antikorupsi telah menetapkan sejumlah anggota DPRD Kota Malang. Namun, Febri Diansyah masih enggan mengungkap nama dan jumlah anggota DPRD Malang yang telah menyandang status tersangka.

"Nama dan jumlah tersangka belum bisa kami konfirmasi hari ini," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (19/3/2018).

Febri Diansyah membenarkan tim penyidik memeriksa 14 anggota DPRD Malang terkait pengembangan kasus suap ini. Namun, Febri Diansyah bersikukuh enggan menyebut para pihak yang telah ditetapkan tersangka. Febri Diansyah menyatakan, tim penyidik saat ini masih melakukan serangkaian kegiatan terkait penyidikan kasus tersebut.

"Untuk sementara baru informasi tersebut yang dapat kami sampaikan. Karena tim masih di lapangan, kami masih perlu melakukan beberapa kegiatan di penyidikan ini," katanya.

Diketahui, KPK telah menjerat Ketua DPRD Malang Mochamad Arief Wicaksono sebagai tersangka kasus suap pembahasan APBD Malang tahun 2015. Mochamad Arief Wicaksono diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang, Jarot Edy Sulistiyono, sejumlah Rp 700 juta terkait pembahasan APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Tahun Anggaran (TA) 2015. Tak hanya itu, Mochamad Arief Wicaksono juga diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 250 juta dari tersangka Hendrawan Maruszaman (HM) selaku Komisaris PT. ENK terkait penganggaran kembali proyek Jembatan Kedungkandang APBD tahun 2016 secara multi-years dengan nilai proyek Rp 98 miliar. (sp)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.570.883 Since: 07.04.14 | 0.6345 sec