YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Hukum

Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara

Tuesday, 20 March 2018 | View : 105
Tags : Tangerang

siarjustisia.com-TANGERANG.

Enam orang terdakwa kasus penelanjangan sejoli di Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, akan menjalani sidang tuntutan hari ini. Sidang tersebut dijadwalkan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No.7, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Iya, hari ini agendanya mendengarkan tuntutan para terdakwa, sesuai penundaan sidang sebelumnya," kata kuasa hukum terdakwa, Alexander Japen Silalahi saat dihubungi, Selasa (20/3/2018).

Penasihat hukum Alexander Japen Silalahi menyebut, sidang diagendakan siang ini. Namun dia belum bisa memastikan pukul berapa sidang akan dimulai.

"Untuk jamnya seperti sebelumnya Pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WIB," imbuhnya.

Keenamnya didakwa melanggar sejumlah pasal pada persidangan sebelumnya. Rata-rata didakwa melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.

Komarudin yang merupakan ketua RT didakwa melanggar pasal 29 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan melanggar hukum.

Komarudin, ketua RT yang jadi terdakwa penelanjangan dua sejoli di Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, dituntut hukuman penjara 7 tahun. Dia pun menangis usai mendengarkan tuntutan itu.

Gunawan yang merupakan ketua RW didakwa melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 335 KUHP. Sisanya Nuryadi, Suhendang, Iis Suparlan dan Anwar Cahyadi didakwa melanggar Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Pantauan awak media di PN Tangerang, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No.7, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (20/3/2018), sidang tuntutan itu selesai sekitar pukul 15.45 WIB. Usai sidang, Komarudin dan 5 terdakwa lainnya langsung digiring ke luar ruangan.

JPU Rahmadi Seno dari Kejari Tigaraksa menyatakan, Komarudin melanggar pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, pasal 335 KUHP tentang pembiaran dan Pasal 29 UU Pornografi.

Dia hanya diam saat dimintai tanggapan soal tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum. Saat ditanya, mata Komarudin tampak berlinang. Komarudin sempat berhenti sejenak sebelum keluar ruang sidang. Dia juga menutupi mulut dan hidung menggunakan tangan kanannya.

Total terdakwa dalam perkara persekusi ini adalah 6 orang.

Kasus ini terjadi ketika 6 orang tersebut menggerebek kontrakan sejoli yang diduga melakukan tindakan asusila di Cikupa, Tangerang.

Penelanjangan itu terjadi pada November 2017.  6 orang tersebut menelanjangi sejoli tersebut pada 11 November 2017 lalu. Saat itu para terdakwa menuduh korban R dan M berbuat mesum di kontrakan.

Keduanya kemudian digerebek dan diarak warga sejauh 400 meter. Saat diarak, kedua korban sempat ditelanjangi dan dipukuli terdakwa. Kedua korban akhirnya menikah pada 21 November 2017.

Sebelumnya seperti diberitakan, selain empat pelaku yang sudah diamankan, polisi menangkap 2 pelaku lagi terkait kasus viral pasangan ditelanjangi di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kini keenam pelaku tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Sudah kita amankan, pertama, G, T, dan A. Hasil pengembangan kita mengembangkan atas nama I, S, dan N," beber Kapolresta Tangerang AKBP H. M. Sabilul Alif, S.H., S.IK., M.Si. dalam jumpa pers yang disiarkan live melalui akun Facebook, Selasa (14/11/2017).

AKBP H. M. Sabilul Alif menerangkan keenam pelaku itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Hari ini saya sampaikan, kalau kemarin kita amankan, sekarang sudah naik jadi tersangka," tegasnya.

AKBP H. M. Sabilul Alif mengatakan keenam tersangka itu memiliki peran masing-masing. Di antaranya orang yang melakukan penggerebekan dan memobilisasi massa.

"Pertama, T ini yang pertama membuka dan beberapa kali melakukan penggerebekan dan yang sempat mobilisasi massa. Kalau mau foto, memvideokan silakan, memang dia sempat main hakim sendiri," urainya.

"Karena perannya ada yang di video itu tangannya ada yang dipegang itu ada perannya, memukul, yang lain juga itu membuka pakaian," sambungnya.

AKBP H. M. Sabilul Alif mengatakan para pelaku itu sudah mengakui perbuatan mereka. Hingga saat ini polisi masih terus memburu para pelaku lain yang terlibat dalam kasus persekusi tersebut.

"Menyampaikan kronologi kejadian, penyebar video masih kita dalami yang jelas tersangka pelaku yang kita amankan dia sudah membenarkan melakukan, membenarkan pernyataan-pernyataan tersebut, apabila ada pelaku lain akan dilakukan bertahap," tuturnya. (det/jos)

See Also

Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
PBB Tunggu Sikap KPU Untuk Banding Putusan Bawaslu
PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz
Kapolri Takut Pidatonya Dipelintir Dan Diviralkan
Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar
Gubernur DKI Jakarta Dipolisikan Terkait Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.066 Since: 07.04.14 | 0.7118 sec