YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hukum

Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara

Tuesday, 20 March 2018 | View : 193
Tags : Tangerang

siarjustisia.com-TANGERANG.

Enam orang terdakwa kasus penelanjangan sejoli di Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, akan menjalani sidang tuntutan hari ini. Sidang tersebut dijadwalkan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No.7, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Iya, hari ini agendanya mendengarkan tuntutan para terdakwa, sesuai penundaan sidang sebelumnya," kata kuasa hukum terdakwa, Alexander Japen Silalahi saat dihubungi, Selasa (20/3/2018).

Penasihat hukum Alexander Japen Silalahi menyebut, sidang diagendakan siang ini. Namun dia belum bisa memastikan pukul berapa sidang akan dimulai.

"Untuk jamnya seperti sebelumnya Pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WIB," imbuhnya.

Keenamnya didakwa melanggar sejumlah pasal pada persidangan sebelumnya. Rata-rata didakwa melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.

Komarudin yang merupakan ketua RT didakwa melanggar pasal 29 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan melanggar hukum.

Komarudin, ketua RT yang jadi terdakwa penelanjangan dua sejoli di Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, dituntut hukuman penjara 7 tahun. Dia pun menangis usai mendengarkan tuntutan itu.

Gunawan yang merupakan ketua RW didakwa melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 335 KUHP. Sisanya Nuryadi, Suhendang, Iis Suparlan dan Anwar Cahyadi didakwa melanggar Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Pantauan awak media di PN Tangerang, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No.7, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (20/3/2018), sidang tuntutan itu selesai sekitar pukul 15.45 WIB. Usai sidang, Komarudin dan 5 terdakwa lainnya langsung digiring ke luar ruangan.

JPU Rahmadi Seno dari Kejari Tigaraksa menyatakan, Komarudin melanggar pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, pasal 335 KUHP tentang pembiaran dan Pasal 29 UU Pornografi.

Dia hanya diam saat dimintai tanggapan soal tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum. Saat ditanya, mata Komarudin tampak berlinang. Komarudin sempat berhenti sejenak sebelum keluar ruang sidang. Dia juga menutupi mulut dan hidung menggunakan tangan kanannya.

Total terdakwa dalam perkara persekusi ini adalah 6 orang.

Kasus ini terjadi ketika 6 orang tersebut menggerebek kontrakan sejoli yang diduga melakukan tindakan asusila di Cikupa, Tangerang.

Penelanjangan itu terjadi pada November 2017.  6 orang tersebut menelanjangi sejoli tersebut pada 11 November 2017 lalu. Saat itu para terdakwa menuduh korban R dan M berbuat mesum di kontrakan.

Keduanya kemudian digerebek dan diarak warga sejauh 400 meter. Saat diarak, kedua korban sempat ditelanjangi dan dipukuli terdakwa. Kedua korban akhirnya menikah pada 21 November 2017.

Sebelumnya seperti diberitakan, selain empat pelaku yang sudah diamankan, polisi menangkap 2 pelaku lagi terkait kasus viral pasangan ditelanjangi di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kini keenam pelaku tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Sudah kita amankan, pertama, G, T, dan A. Hasil pengembangan kita mengembangkan atas nama I, S, dan N," beber Kapolresta Tangerang AKBP H. M. Sabilul Alif, S.H., S.IK., M.Si. dalam jumpa pers yang disiarkan live melalui akun Facebook, Selasa (14/11/2017).

AKBP H. M. Sabilul Alif menerangkan keenam pelaku itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Hari ini saya sampaikan, kalau kemarin kita amankan, sekarang sudah naik jadi tersangka," tegasnya.

AKBP H. M. Sabilul Alif mengatakan keenam tersangka itu memiliki peran masing-masing. Di antaranya orang yang melakukan penggerebekan dan memobilisasi massa.

"Pertama, T ini yang pertama membuka dan beberapa kali melakukan penggerebekan dan yang sempat mobilisasi massa. Kalau mau foto, memvideokan silakan, memang dia sempat main hakim sendiri," urainya.

"Karena perannya ada yang di video itu tangannya ada yang dipegang itu ada perannya, memukul, yang lain juga itu membuka pakaian," sambungnya.

AKBP H. M. Sabilul Alif mengatakan para pelaku itu sudah mengakui perbuatan mereka. Hingga saat ini polisi masih terus memburu para pelaku lain yang terlibat dalam kasus persekusi tersebut.

"Menyampaikan kronologi kejadian, penyebar video masih kita dalami yang jelas tersangka pelaku yang kita amankan dia sudah membenarkan melakukan, membenarkan pernyataan-pernyataan tersebut, apabila ada pelaku lain akan dilakukan bertahap," tuturnya. (det/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.783.736 Since: 07.04.14 | 0.6459 sec