YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Internasional

Pasar Di Suriah Dihantam Roket

Wednesday, 21 March 2018 | View : 30
Tags : Suriah

siarjustisia.com-DAMASKUS.

Sebuah roket menghantam salah satu pasar di Kota Damaskus, Suriah. Serangan tersebut menyebabkan 35 warga sipil tewas.

Dilansir BBC, Rabu (21/3/2018) roket tersebut ditembakkan oleh pemberontak yang terkepung di wilayah Ghouta Timur.

Kelompok pemberontak telah meningkatkan serangan mereka sejak pasukan pro-pemerintah melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran terhadap Ghouta Timur sejak sebulan yang lalu.

Pemboman yang intens terhadap daerah kantong pemberontak oleh militer Suriah dan sekutunya disebut telah menyebabkan 1.400 warga sipil tewas dan 50.000 orang lainnya melarikan diri.

Gempuran udara di Ghouta Timur, Suriah masih berlanjut. Di tengah gempuran itu, bantuan kemanusiaan yang membawa suplai makanan berhasil memasuki wilayah yang terus digempur rezim Presiden Bashar-al-Assad itu.

Gempuran udara rezim Assad terhadap Ghouta Timur yang masih dikuasai pemberontak terus berlangsung sejak 18 Februari. Sejauh ini, nyaris 950 warga sipil tewas dalam gempuran yang dikritik dunia ini. Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut situasi Ghouta Timur seperti 'neraka di bumi'.

Suriah dan sekutu utamanya, Rusia, kompak menyatakan gempuran udara itu diperlukan untuk menghentikan aksi pemberontak mengebom wilayah sekitar Damaskus. Rezim Suriah menargetkan untuk mengusir pemberontak dari Ghouta Timur, yang menjadi tempat tinggal 400 ribu warga sipil.

Badan-badan bantuan PBB menyatakan diperlukannya perpindahan besar-besaran penduduk sipil dari Ghouta Timur. Pihak PBB juga mengingatkan soal kondisi kesehatan yang sangat buruk terhadap anak-anak seperti, gizi buruk, kudis, diare dan infeksi saluran pernafasan.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (10/3/2018), penyaluran bantuan kemanusiaan berupa suplai makanan berhasil dibawa masuk ke Douma, Ghouta Timur pada Jumat (9/3) waktu setempat. Penyaluran ini dilakukan sejumlah organisasi kemanusiaan, seperti Komisi Palang Merah Internasional (ICRC), Komisi Bulan Sabit Merah Arab Suriah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Suplai makanan ini seharusnya disalurkan pada Senin (5/3) lalu, bersama konvoi bantuan medis. Namun gempuran yang terus berlangsung memaksa konvoi untuk meninggalkan Ghouta Timur tanpa menurunkan seluruh muatan bantuan kemanusiaannya.

Dituturkan ICRC bahwa sebanyak 13 truk telah menyalurkan 2.400 paket makanan. Jumlah sebanyak ini diklaim bisa menyokong kehidupan 12 ribu orang selama satu bulan. Sebanyak 3.248 karung tepung gandum juga telah disalurkan kepada warga di Douma, Ghouta Timur.

Kebanyakan warga Ghouta Timur bersembunyi di ruangan bawah tanah saat gempuran udara berlangsung. Mereka tidak bisa pergi keluar untuk mencari makanan dan minuman. Semakin hari kehidupan mereka semakin sulit.

Koordinator kemanusiaan PBB di Suriah, Ali al-Zaatari, menuturkan bahwa bantuan kemanusiaan itu disalurkan saat gempuran terus berlangsung dengan pengawalan tentara Rusia di Suriah. Helikopter dan pesawat tempur rezim Suriah terus menargetkan area di luar Douma saat bantuan disalurkan.

Sementara itu, salah satu kelompok pemberontak di Ghouta Timur, Jaish al-Islam, sepakat untuk mengevakuasi para petempurnya yang ditahan di penjara di Ghouta Timur. Keputusan ini diambil dalam konsultasi dengan delegasi yang memasuki Ghouta Timur bersama konvoi bantuan PBB.

Tayangan televisi nasional Suriah menunjukkan satu bus yang membawa 13 orang yang disebut sebagai 'petempur' dan keluarga mereka, bergerak keluar melalui pos pemeriksaan Al-Wafideen. Sebanyak 13 orang itu merupakan kloter petempur pertama yang dievakuasi. (afp/reuters/bbc)

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.167 Since: 07.04.14 | 0.609 sec