YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Internasional

Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal

Wednesday, 21 March 2018 | View : 56

siarjustisia.com-DAMASKUS.

Serangan rudal terhadap sebuah sekolah di Ghouta Timur, Suriah dilaporkan menewaskan 15 anak-anak dan dua wanita. Saat kejadian, para korban tengah berlindung dari serangan-serangan udara di ruang bawah tanah sekolah tersebut.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Observatorium HAM Suriah menyatakan, serangan tersebut dilancarkan di Arbin, kota utama di Ghouta Timur, kawasan di pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak dan gencar digempur pasukan pemerintah Suriah belakangan ini.

"Tiga rudal dari serangan udara tunggal mengenai sekolah tersebut, yang lantai bawah tanahnya digunakan sebagai tempat perlindungan," ujar Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium HAM Suriah seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (20/3/2018).

"Para pekerja penyelamat masih mencari korban-korban selamat," imbuhnya.

Menurut Observatorium yang mengidentifikasi serangan-serangan udara berdasarkan pola penerbangan, munisi yang digunakan dan pesawat, serangan udara pada Senin (19/3/2018) malam tersebut diduga dilakukan oleh pesawat tempur Rusia.

Sebelumnya, pemerintah Rusia telah menyatakan bahwa militernya membantu pasukan pemerintah Suriah untuk memerangi para pemberontak di Ghouta Timur. Namun Rusia membantah melakukan serangan-serangan udara terhadap warga sipil.

Sejak 18 Februari lalu, pasukan Suriah dan milisi-milisi sekutunya telah melancarkan serangan darat dan udara untuk mengusir para pemberontak dari Ghouta, yang berasa persis di sebelah timur Damaskus. Mereka telah berhasil merebut kembali lebih dari 80 persen wilayah yang sebelumnya dikuasai pemberontak.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan bahwa pasukannya akan terus melakukan operasi militer untuk merebut kembali wilayah Ghouta Timur dari para pemberontak. Penegasan ini disampaikan Assad meskipun dunia internasional menyerukan penghentian pertumpahan darah di Ghouta Timur.

Pasukan Bashar al-Assad telah merebut kembali seperempat wilayah Ghouta Timur menyusul serangan-serangan yang gencar dilakukan selama dua pekan terakhir.

"Mayoritas warga di Ghouta Timur ingin lepas dari terorisme. Operasi harus berlanjut," kata Presiden Suriah Bashar al-Assad kepada para wartawan dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Suriah, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/3/2018).

Pekan lalu, Rusia yang merupakan pendukung kuat rezim Assad, mengumumkan "jeda kemanusiaan" selama lima jam per hari di Ghouta Timur. Tujuannya, agar pengiriman bantuan dan evakuasi medis bagi warga yang terluka bisa dilakukan. Meski serangan-serangan udara memang berkurang, namun pertempuran darat makin meningkat.

Presiden Bashar al-Assad menegaskan, warga sipil masih tetap punya kesempatan untuk pergi dari Ghouta Timur.

Hal ini disampaikan Bashar al-Assad setelah kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa serangan-serangan udara rezim di Ghouta Timur telah menewaskan 34 warga sipil pada Minggu (4/3/2018) waktu setempat. Korban tewas termasuk beberapa anak-anak.

Di hari yang sama, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan statemen yang mengutuk serangan-serangan rezim Assad selama dua pekan itu. PBB pun menuding Rusia mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari di Suriah. (afp)

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.079 Since: 07.04.14 | 0.7206 sec