YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Setya Novanto Janji Bongkar Pihak Lain Di Kasus E-KTP

Thursday, 22 March 2018 | View : 46

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Ketua DPR RI, Drs. Setya Novanto, Ak. akan menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018). Sidang hari ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa Setya Novanto. Terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) itu akan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas surat dakwaan yang dibuat jaksa. Setya Novanto merupakan terdakwa ketiga dalam kasus ini.

Mantan Ketua DPR RI, Drs. Setya Novanto, Ak. berjanji akan membeberkan keterlibatan pihak lain di korupsi proyek e-KTP dalam persidangan Kamis (22/3/2018) ini. Janji tersebut disampaikan Setya Novanto saat dikonfirmasi mengenai kesiapannya membuka peran pihak lain di kasus korupsi e-KTP.

"Lihat besok (hari ini), lihat besok," kata Setya Novanto usai diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur PT. Murakabi Sejahtera yang juga keponakannya Irvanto Hendra Pambudi di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018) malam.

Namun, mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) itu masih enggan menyebut pihak-pihak lain yang akan dibongkarnya di persidangan. Setya Novanto meminta awak media untuk mencermati persidangan hari ini.

"Lihat besok," tegasnya.

Setya Novanto mulai diadili sejak 13 Desember 2017. Terakhir, Setya Novanto menghadirkan sejumlah ahli dan politikus sesama Partai Golkar sebagai saksi yang meringankan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu dituduh menyalahgunakan kewenangan selaku anggota DPR RI dalam proyek pengadaan e-KTP. Perbuatan Setya Novanto itu menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 triliun. Selain itu, dalam dakwaan, Setya Novanto disebut menerima aliran dana US$ 7,3 juta dan sebuah jam tangan merek Richard Mille tipe RM 011 seharga US$ 135.000. Menurut jaksa, sejak awal proyek e-KTP telah diatur untuk menggunakan anggaran rupiah murni yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tujuannya, agar pencairan anggaran membutuhkan persetujuan DPR RI. Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR RI menyatakan kesiapannya untuk mendukung terlaksananya proyek e-KTP dan memastikan usulan anggaran Rp 5,9 triliun disetujui DPR RI. Namun, Setya Novanto meminta agar fee sebesar 5 persen bagi dirinya dan anggota DPR RI lainnya lebih dulu diberikan oleh para pengusaha yang ikut dalam proyek.

Adapun, pengusaha dan pemenang lelang dalam proyek telah dikondisikan oleh Setya Novanto bersama-sama Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Setya Novanto diketahui telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Sejak awal, Setya Novanto telah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator. Setya Novanto bersedia menjadi saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Salah satu syarat untuk mendapat status ini, tersangka atau terdakwa harus mengakui perbuatannya dan kooperatif saat diperiksa untuk membuka keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi yang menjeratnya.

Namun, dalam beberapa persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, permohonan justice collaborator itu seolah tidak pernah diajukan.

Hingga saat ini, Setya Novanto belum mengungkap informasi yang signifikan terkait keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Padahal, persidangan dengan terdakwa Setya Novanto akan segera berakhir. Setelah persidangan dengan agenda pemeriksaan Setya Novanto sebagai terdakwa pada hari ini, agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, dilanjutkan dengan pledoi atau pembelaan Setya Novanto sebagai terdakwa, dan agenda sidang berikutnya pembacaan vonis oleh Majelis Hakim. (sp/kom)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.094 Since: 07.04.14 | 0.5877 sec