YouTube Facebook Twitter RSS
19 Dec 2018, 0

Ekonomi

Amerika Serikat Perang Dagang Versus China

Friday, 23 March 2018 | View : 138

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump mengumumkan penerapan tarif impor terhadap barang-barang dari China. Keputusan ini dipandang bakal meningkatkan ketegangan perdagangan di antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/3/2018), Trump menginstruksikan kepada Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk menerapkan tarif terhadap barang-barang impor dari China senilai kira-kira 50 miliar dollar AS. Ini ditandai dengan ditandatanganinya memo eksekutif di Gedung Putih.

Perwakilan Perdagangan AS pun mengajukan daftar produk yang akan dikenakan tarif lebih tinggi. Pengumuman kebijakan tersebut membuat saham-saham AS berguguran, yang paling parah adalah pabrikan pesawat AS Boeing Co.  Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 724 poin atau hampir 3 persen. Ini adalah pelemahan terparah indeks tersebut dalam enam pekan. Adapun saham Boeing menukik lebih dari 5 persen.

Pemerintah AS pun mengumumkan bakal menerapkan tarif sebesar 25 persen bagi produk-produk China untuk mengompensasi gangguan yang telah disebabkan kebijakan China terhadap perekonomian AS, menurut pernyataan Perwakilan Perdagangan AS. Daftar produk yang diajukan antara lain produk kedirgantaraan, teknologi informasi dan komunikasi, serta mesin. Dalam beberapa hari, Perwakilan Perdagangan AS akan mengumumkan daftar barang-barang berikutnya. "Hal ini sudah lama dirumuskan. Kita memiliki masalah pencurian properti intelektual yang parah dengan China yang berdampak pada nilai perdagangan mencapai ratusan miliar dollar AS per tahun," tandas Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya diberitakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mulai memanas. AS kembali menerapkan kebijakan yang menyudutkan China. AS bersiap mengenakan tarif bea masuk impor produk lain dari China setelah sebelumnya memberlakukan penetapan tarif impor baja dan aluminium. Presiden AS Donald Trump membidik China langsung sebagai negara yang selama ini dianggap menjalankan perdagangan berat sebelah dengan AS. Pasalnya, sefisit neraca dagang AS dengan China terus melebar setiap tahun. Defisit dagang AS dengan China sepanjang 2017 semisal, tercatat sebesar 375,22 miliar dollar AS atau naik 8,12 persen dari tahun 2016 yang sebesar 347,01 miliar dollar AS. Ekspor AS ke China di 2017 hanya 130,36 miliar dollar AS, sementara impor AS dari China sebesar 505,59 miliar dollar AS. Menurut Trump, mengurangi defisit dagang ini menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi gempuran impor. Sebagai pengusaha kawakan sebelum menduduki posisi orang nomor satu di Amerika, otak bisnis Trump masih berperan besar dalam membuat kebijakan ekonomi AS.

Sumber Reuters menyebut, tidak hanya baja dan aluminium, barang-barang lain di sektor teknologi informasi, elektronik, telekomunikasi, pakaian, alas kaki hingga mainan juga akan dikenakan tarif impor. Jumlah barang yang akan terkena tarif impor bisa mencapai 100 produk. Potensi yang bisa didapat AS dari penarikan tarif impor baru ini mencapai 60 miliar dollar AS. Trump membidik perusahaan-perusahaan teknologi tinggi China sebagai tindakan balasan ke China yang menerapkan kebijakan investasi protektif. China memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk membeberkan teknologinya agar bisa beroperasi di Negara Tembok Besar itu.

Kabinet Trump juga mempertimbangkan untuk membatasi investasi perusahaan China di AS dengan alasan keamanan. Dalam paket kebijakan baru ini, AS juga akan memperketat izin visa turis China ke AS. Paket kebijakan ini merupakan hasil dari investigasi AS terkait praktik dagang AS-China berdasarkan Undang-Undang Perdagangan AS 1974 yang dimulai pada bulan Agustus tahun lalu. Hun Quach, Pelobi Perdagangan dari Asosiasi Industri Ritel di Washington mengatakan, mereka khawatir rencana penetapan tarif impor yang ambisius ini bakal mencakup barang konsumsi lain seperti pakaian jadi, alas kaki dan mainan. "Ini akan berdampak buruk bagi warga AS. Ini tentang kaus, celana jins dan sepatu yang dipakai oleh anak-anak untuk sekolah," ujar Hun. Harga barang akan naik.

Sebelumnya, aksi proteksionisme pertama Trump sebagai Presiden AS dengan menarik AS dari kesepakatan perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP). Gedung Putih juga kini tengah bernegosiasi untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau North American Free Trade Agreement (NAFTA).

Seperti dikabarkan sebelumnya, Pemerintah China menyatakan perang dagang yang digaungkan Presiden AS Donald Trump tidak akan menguntungkan siapapun. China pun telah mempersiapkan respon terbaik untuk membalas kebijakan Trump tersebut. "Memilih perang dagang jelas keputusan yang salah, pada akhirnya Anda akan melukai orang lain dan diri sendiri. China tentu saja akan membuat respon yang sesuai dan diperlukan," ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (8/3/2018). Pemerintah AS dikabarkan bakal mengumumkan secara resmi mengenai kebijakan penerapan tarif impor baja dan alumunium pada Kamis waktu setempat atau Jumat (9/3/2018) waktu Indonesia. Trump pada pekan lalu mengumumkan bakal menerapkan tarif impor sebesar 25 persen untuk produk baja dan 10 persen untuk produk alumunium. Padahal, impor kedua produk tersebut dari China ke AS hanya dalam proporsi yang kecil. Namun, pengenaan tarif impor tersebut adalah sinyal pertama perang dagang Washington dengan Beijing.

Dalam beberapa pekan ke depan, pemerintah AS pun bakal menerbitlan laporan terkait dugaan pencurian properti intelektual yang bisa memukul China. Laporan ini pun bisa menjadi pemicu pengenaan tarif untuk barang-barang impor lainnya dari China. Trump pun dalam akun Twitter pribadinya menyatakan bahwa AS telah meminta China mengembangkan rencana untuk menurunkan defisit perdagangan sebesar 1 miliar dollar AS. Adapun defisit perdagangan AS dengan China pada tahun 2017 lalu mencapai 375,2 miliar dollar AS. "AS bertindak terkait pencurian Properti Intelektual. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi selama bertahun-tahun!" tulis Trump dalam akun Twitter-nya. (channelnewsasia/reuters)

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.119.907 Since: 07.04.14 | 0.6706 sec