YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2019, 0

Hukum

BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing

Friday, 23 March 2018 | View : 436
Tags : Bpom

siarjustisia.com-JAKARTA.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBOM) DKI Jakarta meminta importir ikan makarel kemasan dalam kaleng yang ditemukan berisi cacing mati untuk segera ditarik dari peredaran. "Mereka punya tanggung jawab menarik (dari pasaran). Sambil kami melakukan pengawasan untuk melarang peredarannya. Kalau kami dapatkan akan kami amankan," kata Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sukriadi Darma, kepada awak media pada Kamis (22/3/2018), lewat sambungan telepon.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dalam surat edarnya telah mengumumkan tiga nama merk ikan kaleng kemasan asal China yang kedapatan berisi cacing mati. Ketiganya yaitu Farmerjack dan IO dari importir Batam, serta Hoki dari importir di Jakarta.

"BPOM RI telah memerintahkan kepada importir untuk menarik produk FARMERJACK, IO dan HOKI dengan bets tersebut di atas dari peredaran dan melakukan pemusnahan," bunyi surat yang diedarkan hari Kamis (22/3/2018).

Untuk menindaklanjuti hal itu, BBPOM DKI Jakarta mulai melakukan sidak di sejumlah supermarket dan ritel yang menyediakan produk makanan impor. "Kalau di Jakarta, kemungkinannya ada tapi tim saya baru operasi hari ini. Kami baru mulai tadi pagi," kata Sukriadi.

Ia menambahkan, ikan kaleng yang berisi cacing dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bisa berawal dari alergi hingga kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang benar. "Itu kan cacing-cacing berbahaya, apalagi itu cacing-cacing mati. Bisa jadi dari kesalahan produksi atau ada kebocoran pada produknya," kata dia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM meminta tiga importir ikan makerel dalam kemasan kaleng atau sarden untuk menarik produknya dari pasaran. Hal ini setelah dilakukannya penelusuran dan pemeriksaan guna adanya dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kaleng. "Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makerel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gram," tulis BPOM dalam keterangan resminya, Kamis (22/3/2018).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara mengenai pemberitaan dan sejumlah video yang viral tentang penemuan cacing di dalam ikan makarel kemasan kaleng.  "Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram," kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, Kamis (22/3/2018) malam.

Adapun tiga merek sarden yang diduga produknya terdapat cacing mati tersebut antara lain adalah bermerek Farmerjack dengan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356. Kemudian merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020, dan Merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

"BPOM telah memerintahkan kepada importir untuk menarik produk Farmerjack, Io dan Hoki dari peredaran dan melakukan pemusnahan," kata BPOM. "Tidak saja memerintahkan importir untuk menarik, BPOM RI juga memerintahkan importir produk Farmerjack, IO, dan Hoki melakukan pemusnahan terhadap ketiga produk tersebut," ungkap Yosef Dwi Irwan.

Selain itu, produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif. Yosef menjelaskan, produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi. Bahkan, pada konsumen yang sensitif dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitivitas).

BPOM juga terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya, baik produk dalam maupun luar negeri.

Dengan ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. "Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan," papar Yosef Dwi Irwan.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. "Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa," papar BPOM. "Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi contact center Halo BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533," tutup Yosef Dwi Irwan. (kom)

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.252.762 Since: 07.04.14 | 0.5904 sec