YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hot News

Puisi Dua Menteri Untuk Selamatan 70 Tahun Gus Mus

Sunday, 07 September 2014 | View : 788

siarjustisia.com-SEMARANG.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh, Rembang dan menjadi Rais Syuriah PB Nahdatul Ulama (NU), Kiai Haji (K.H.) Ahmad Mustofa Bisri atau K.H. Mustofa Bisri lebih sering dipanggil dengan Gus Mus mengadakan selamatan 70 tahunannya di Balairung PGRI, Kota Semarang, provinsi Jawa Tengah, Sabtu (6/9/2014) malam.

Dua Menteri menghadiahkan pembacaan puisi untuk K.H Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus pada malam budaya 'Selametan 70 Tahun Gus Mus' di Semarang, Sabtu (6/9/2014) malam.

Kedua Menteri itu yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia ke-13, DR. Marie Elka Pangestu, B.Ec., M.Ec., Ph.D. dan Menteri Agama (Menag) RI ke-21, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin yang hadir pada kegiatan yang dilangsungkan di Balairung Universitas PGRI Semarang itu.

Seorang ekonom dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II dipindahtugaskan sebagai Menparekraf menggantikan Jero Wacik, juga mantan Menteri Perdagangan Indonesia ke-30 dengan masa jabatan 21 Oktober 2004-19 Oktober 2011, DR. Marie Elka Pangestu yang mendapatkan giliran pertama menyampaikan testimoni terhadap sosok Gus Mus memilih membacakan puisi, diikuti Menag Lukman Hakim Saifuddin pada giliran kedua dengan puisi berjudul "Rais Aamku".

Setidaknya ada empat Menteri yang hadir dalam acara itu, dua lainnya, yakni Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI ke-23 mulai menjabat sejak 22 Oktober 2009, Ahmad Muhaimin Iskandar yang sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Indonesia ke-4 pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Helmy Faishal Zaini.

Muhaimin Iskandar yang memiliki pendidikan dimulai dari Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang, Madrasah Aliyah Negeri I Yogjakarta, FISIP UGM tahun 1992 serta Master Bidang Komunikasi UI tahun 2001, mendapatkan giliran ketiga menyampaikan testimoni mengungkapkan Gus Mus dulu sempat dekat dengan dunia politik, tetapi sekarang ini lebih "dekat dengan persoalan sosial dan budaya.

Sementara Helmi Faishal Zaini menyebut ulama sekaligus budayawan kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu sebagai sosok serba bisa yang mudah bergaul dengan semua kalangan, mulai seniman, budayawan, hingga politikus. "Gus Mus memang serba bisa. Ketemu seniman, beliau jadi seniman unggul, ketemu budayawan jadi budayawan luar biasa, ketemu politisi jadi deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)," kata mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI  pada periode 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang alumnus Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum Jombang dan  Magister Universitas Paramadina Jakarta.

Selain empat menteri itu, masih ada banyak yang menyampaikan testimoni, termasuk Ibu Sinta Nuriyah, istri mendiang mantan Presiden Indonesia yang keempat dari 20 Oktober tahun 1999 hingga 23 Juli 2001 menggantikan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie (B. J. Habibie), Kiai Haji (K.H.) Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, semasa hidupnya dikenal sebagai sahabat dekat Gus Mus. "Semua orang tahu Gus Mus adalah sahabat karib Gus Dur. Bahkan, paling karib di antara yang terkarib. Persahabatan mereka dijalin sejak kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir," kenangnya.

Deretan budayawan dan sastrawan terkemuka hadir dalam acara itu, seperti sastrawan dan salah seorang pendiri Majalah Tempo, Goenawan Soesatyo Mohamad, sastrawan Radhar Panca Dahana, budayawan Madura dan penyair D. Zawawi Imron, termasuk pula dalang, yang juga seorang penulis, pelukis, pemusik dan bahkan disebut seorang budayawan Agus Hadi Sudjiwo atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo, serta Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menjabat sejak 23 Agustus 2013 H. Ganjar Pranowo, S.H.

Ada 22 tokoh didaulat memberikan testimoni yang kebanyakan memilih menyumbang puisi, dipungkasi puisi Gus Mus berjudul 'Hanien' yang dibacakan Irma Hutabarat, dipadu irama saksofon Sujiwo Tejo.

Salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dan sekaligus perancang logo PKB yang digunakan hingga kini, Gus Mus mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabatnya yang memprakarsai acara itu meski dirinya sama sekali tidak pernah mau dirayakan ulang tahunnya, dan selamatan itu baru pertama kalinya.

"Saya belajar banyak hal dari orang-orang yang hadir di sini, baik yang ditakdirkan jadi menteri, gubernur, seniman, budayawan, orang-orang biasa. Mereka yang menjadi 'guru-guru' saya," ujar penyair dengan karya-karyanya yang telah diterbitkan, antara lain, Dasar-dasar Islam (terjemahan, Penerbit Abdillah Putra Kendal, 1401 H), Ensklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. M.A. Sahal Mahfudh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987), Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya Favorit Press Jakarta, 1979), Kimiya-us Sa'aadah (terjemahan bahasa Jawa, Assegaf Surabaya), Syair Asmaul Husna (bahasa Jawa, Penerbit Al-Huda Temanggung), Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994), Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993), Mutiara-mutiara Benjol (Lembaga Studi Filsafat Islam Yogya, 1994), Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995), Pahlawan dan Tikus (kumpulan pusisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996), Mahakiai Hasyim Asy'ari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996), Metode Tasawuf Al-Ghazali (tejemahan dan komentar, Pelita Dunia Surabaya, 1996), Saleh Ritual Saleh Sosial (Mizan, Bandung, Cetakan II, September 1995), Pesan Islam Sehari-hari (Risalah Gusti, Surabaya, 1997), Al-Muna (Syair Asmaul Husna, Bahasa Jawa, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, 1997). dan juga Fikih Keseharian (Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, bersama Penerbit Al-Miftah, Surabaya, Juli 1997), K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus. (jos)

See Also

Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.356 Since: 07.04.14 | 0.5998 sec