YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jun 2019, 0

Nusantara

Presiden Joko Widodo Terima Driver Ojek Online Di Istana

Tuesday, 27 March 2018 | View : 296

siarjustisia.com-JAKARTA.

Massa driver  ojek online (ojol) melakukan long march menuju depan Istana. Massa driver ojek online (ojol) sudah berkumpul di depan Istana. Mereka berdemonstrasi menuntut rasionalisasi tarif ojol. Pendemo menuntut rasionalisasi tarif ojek online dari pemerintah dan meminta legalitas angkutan online kendaraan roda dua.

"Kita menjadi sapi perah sistem kapitalisme perusahaan Grab, Uber, Go-Jek, kemudian sistem ketidakadilan pemerintah yang tidak mengakui kita soal regulasi," kata orator dengan pengeras suara di dekat Taman Pandang Istana, Selasa (27/3/2018).

Driver ojol ini terus menyuarakan tuntutan agar memperoleh keadilan. Driver ojol menyuarakan tuntutan soal rasionalisasi tarif ojol. Massa juga menuntut legalitas angkutan online kendaraan roda dua. Selain soal rasionalisasi tarif ojol, massa menuntut legalitas angkutan online kendaraan roda dua.

"Ojol bersatu tak bisa dikalahkan," teriak massa.

Massa driver ojek online (ojol) masih berdemonstrasi di depan Istana.

Satu mobil komando dengan pengeras suara menyemangati massa yang melakukan long march sambil menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Orator dari mobil komando juga terus menyuarakan tuntutan soal regulasi ojek online.

Perwakilan pendemo disebut diterima perwakilan Istana.

"Kita doakan teman-teman kita yang masuk ke Istana semoga negosiasi soal regulasi dikabulkan," kata orator dari mobil komando di dekat Istana, Selasa (27/3/2018).

Pantauan awak media, pendemo melakukan long march dari depan Gedung Kominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, menuju depan Istana. Mereka memenuhi ruas jalan tersebut.

Massa saat ini memenuhi Taman Pandang Istana. Jalan Medan Merdeka Barat ke arah Bundaran HI tersendat.

Aksi driver ojol ini dijaga ketat kepolisian. Penjagaan ketat dilakukan polisi di lokasi. Kendaraan taktis, seperti water cannon, juga sudah bersiaga di sekitar lokasi unjuk rasa.

Barikade polisi dengan kendaraan taktis water cannon disiagakan. Barikade polisi masih menjaga aksi driver ojol.

Kawat berduri juga dipasang untuk membatasi peserta aksi. Kawat berduri juga dipasang di area depan Istana pada pukul 11.19 WIB.

Situasi di lokasi sempat 'memanas' saat sejumlah driver ojol melintas dari arah Istana ke Jl. Gajah Mada. Pendemo berteriak meminta driver ojol ikut aksi.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" menemui driver  ojek online (ojol) di Istana siang tadi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan pengemudi ojek online (ojol) yang berunjuk rasa di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden Jokowi menerima 5 orang perwakilan driver ojol. Jokowi mendengarkan langsung keluhan dari pengemudi ojek.

Kepala Negara Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ke-3, Jend. TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, S.I.P. dalam pertemuan itu.

Mantan Wali Kota Surakarta ke-16 masa jabatan 28 Juli 2005-1 Oktober 2012 tersebut, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan para pengemudi tersebut menyampaikan keluhan mengenai perang tarif antar aplikator ojek online.

"Ya ketemu. Intinya mereka menyampaikan kesulitan mengenai tarif yang, perang tarif antar aplikator," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ke-16 masa jabatan 15 Oktober 2012-16 Oktober 2014, Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Untuk itu, Kepala Negara Jokowi memerintahkan Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, S.Stat., M.B.A. mengumpulkan para pemilik aplikasi ojek online. Jokowi meminta segera dicari solusinya.

"Tadi saya perintahkan kepada Menhub, Menkominfo untuk besok mengumpulkan aplikator-aplikator. Diundang plus termasuk graber-grabernya (pengemudi) diajak bicara. Intinya dicari jalan tengah agar tidak merugikan," kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Jokowi.

Terkait dengan tarif, Presiden yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 tersebut, Jokowi mengatakan memang harus ada patokan untuk tarif bawah dan atas. Namun dia belum bisa memastikan apakah keinginanannya itu bisa direalisasikan atau tidak. Tergantung pertemuan nanti. "Besok, dibicarakan dulu. Tapi menurut saya memang harus ada patokan harga bawah, harga atas. Mungkin ke situ, tapi belum. Besok akan diputuskan setelah pertemuan itu dilakukan," pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.991.906 Since: 07.04.14 | 0.619 sec