YouTube Facebook Twitter RSS
18 Oct 2018, 0

Hot News

Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus

Saturday, 19 May 2018 | View : 77
Tags : Kudus

siarjustisia.com-KUDUS.

Hari-hari ini kita kembali dikejutkan oleh aksi terorisme di beberapa tempat di Indonesia. Namun ada yang luput dari pengamatan kita, yakni keterlibatan perempuan dibalik aksi kekerasan itu. Memang selama ini perempuan meletakkan dirinya sebagai pihak pendukung aksi terorisme yang dilakukan suami. Namun berbeda dengan yang baru saja terjadi di Surabaya (13/5/2018). Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dilakukan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, melibatkan empat anak mereka (dua remaja lelaki dan dua anak perempuan di bawah umur). Tampaknya telah terjadi perubahan besar dalam pelibatan keluarga dalam aksi teror.

Bagaimana menangkal gerakan radikal teroris kaum perempuan? Inilah yang menjadi tema Seminar Budaya dengan mengangkat strategi dakwah Sunan Kudus dan Sunan Muria. Acara yang dihelat oleh Pengurus OSIS Madrasah Aliyah Mu’allimat NU Kudus baru-baru ini diikuti lebih dari seratus lima puluh peserta.

Seminar yang pesertanya perempuan semua. Perwakilan dari sekolah-sekolah se-Kabupaten Kudus ini menghadirkan pasangan motivator muda KH. Sofiyan Hadi, Lc., MA dan Hj, Khadijah Al-Hafidzah.  Sofiyan Hadi dalam kesempatan itu mengatakan, ”Sudah saatnya semangat toleransi antar umat beragama yang diajarkan Sunan Kudus dipromosikan kepada dunia. Menara Kudus yang mirip candi Hindu, juga tempat wudhu’dengan ornamen archa Budha itu adalah bentuk akulturasi budaya yang indah. Bahkan Sunan Kudus melarang menyembelih sapi. Padahal hukumnya jelas halal. Hal ini dilakukan oleh sunan Kudus demi menjaga harmoni dan membangun kedamaian antar sesama.”            

Menurutnya, selain belajar agama dengan benar, generasi muda harus juga mengembangkan jiwa seni dan semangat entrepreneurship. Seni itu olah rasa, supaya hidup tidak kering dan kaku. Sementara entrepreneurship menjadikan hidup kita produktif dan kontributif. ”Kalau anda kaya, berapa banyak kebaikan yang dapat anda ciptakan?”, ujarnya.   

Sementara itu, Hj. Khadijah yang juga pengasuh pesantren entrepreneur Al-Mawaddah mengatakan, agar perempuan tidak gampang menjadi sasaran radikalisasi, sebaiknya perempuan fokus terhadap pengembangan potensinya agar menjadi perempuan yang mandiri dan terlibat dalam semua aspek pembangunan. Keluarga perlu menanamkan sejak kecil nilai-nilai kehidupan beragama, bermoral, penuh kasih sayang, belajar mencintai sesama, lingkungan hidup, dan terus dipupuk sampai dewasa. 

”Siapa bilang perempuan hanya ngurusi sumur-dapur-kasur? Ajaran Sunan Kudus Gusjigang (Bagus, Ngaji, Dagang -red) itu bukan khusus untuk laki-laki. Jadi, selain berakhlak mulia, Perempuan harus cerdas dan mandiri,  karena akan menjadi guru yang pertama bagi anak-anaknya," kata ibu empat anak itu.

See Also

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.778.968 Since: 07.04.14 | 0.6111 sec