YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Amerika Serikat Tidak Akui Pemilu Venezuela

Monday, 21 May 2018 | View : 24

siarjustisia.com-BUENOS AIRES.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) di Washington District of Columbia (DC). tidak mengakui hasil pemilihan presiden (pilpres) Venezuela, yang digelar pada Minggu (20/5/2018) atau Senin (21/5/2018) WIB. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Joseph Sullivan kepada wartawan.

Pemerintah Gedung Putih, Amerika Serikat (AS) akan mempertimbangkan pemberlakuan sanksi minyak terhadap Venezuela. Selain itu, AS juga akan membahas hasil pemilihan umum Venezuela pada pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina, Senin (21/5/2018).

Presiden Venezuela yang menjabat mulai sejak 19 April 2013, Nicolas Maduro Moros (55 tahun) terpilih kembali menjadi pemimpin enam tahun ke depan dalam pemilihan umum, yang diboikot kelompok oposisi. "Kami harus memastikan bahwa tindakan kami sesuai dengan tujuan, yaitu menyasar pejabat korup dan bukan rakyat Venezuela," kata John Joseph Sullivan seperti dilansir Reuters.

AS tidak ingin menghancurkan Venezuela sehingga proses pemulihan semakin sulit setelah demokrasi kembali ditegakkan.

John Joseph Sullivan mengatakan sanksi terkait aktivitas minyak di Venezuela sebagai kebijakan yang signifikan. Hal ini telah dipertimbangkan secara aktif. (reuters/ant)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.174.216 Since: 07.04.14 | 0.599 sec