YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Internasional

Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB

Monday, 21 May 2018 | View : 344

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Pemerintah Malaysia mengumumkan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang akan menyelidiki dugaan perbuatan kriminal individu-individu yang terlibat dalam pengelolaan badan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Satgas tersebut akan terdiri dari badan antikorupsi, kepolisian dan bank sentral. Satgas khusus ini akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan menyita aset-aset yang diperoleh dengan menggunakan dana yang diduga diselewengkan dari 1MDB.

"Satuan tugas ini juga akan bertanggung jawab untuk mengupayakan kerja sama berbagai badan penegak hukum di Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Kanada dan negara-negara terkait lainnya," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/5/2018).

Badan 1MDB didirikan oleh mantan PM Malaysia Dato Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau lebih populer dengan panggilan Najib Razak pada tahun 2009.

Di depan para pendukungnya di wilayah konstituennya, Pekan, Najib Razak membantah terlibat skandal mega korupsi 1MDB.

"Saya tidak mencuri dari rakyat," ujarnya. "Ada banyak tuduhan yang dibuat ... saya menjadi target karena saya tadinya perdana menteri dan presiden partai," kata Najib Razak kepada para pendukungnya pada Minggu (20/5/2018).

Najib Razak telah dikenai pencekalan sehingga dia tak bisa meninggalkan Malaysia, seiring pemerintahan baru di bawah PM Mahathir Mohamad mulai menyelidiki tuduhan bahwa Najib Razak terlibat dalam korupsi miliaran dolar AS dari badan investasi negara 1MDB.

Pekan lalu, Polisi Diraja Malaysia menggeledah rumah pribadi mantan Perdana Menteri Malaysia selama lebih dari 24 jam. Penggeledahan dilakukan terkait penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret Najib Razak. Barang yang disita pun dipastikan polisi tak terkait dengan masalah individu. Kepolisian Diraja Malaysia telah menyita uang tunai, perhiasan dan barang-barang mewah lainnya di rumah Najib Razak dan properti lainnya.

Hasilnya 284 kotak berisi mulai dari uang hingga tas yang penuh perhiasan disita.

Sebelumnya diberitakan, Polisi Diraja Malaysia tengah mengebor sebuah brankas yang tak pernah dibuka selama 20 tahun. Hanya saja tak disebutkan apakah temuan 284 kotak ini dari dalam brankas itu atau bukan.

Polisi Diraja Malaysia menyita 284 kotak berisi tas-tas mewah Louis Vuitton (LV) dan Hermes saat menggeledah 3 apartemen terkait mantan PM Najib Razak. Sebanyak 284 kotak yang disita dari tiga apartemen di Pavilion Residences, Kuala Lumpur, Malaysia terkait mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak berisi tas mewah bermerek. Ada merek Louis Vuitton (LV) juga merek Hermes Birkin yang tergolong sebagai salah satu tas mewah termahal di dunia.

Dilansir dari The Star, Jumat (18/5/2018), Polisi menyita 284 kotak berisi macam-macam bermacam-macam barang mulai dari jam tangan, tas, perhiasan, hingga uang tunai dalam jumlah besar. 

Dilaporkan media Malaysia, Malay Mail, Jumat (18/5/2018), setidaknya dibutuhkan lima truk besar bernama 'Black Maria' untuk mengangkut ratusan kotak berisi tas mewah dan 72 koper berisi uang tunai serta barang-barang berharga, keluar dari dua kondominium tersebut.

Penggeledahan di tiga unit kondominium di Kuala Lumpur itu dimulai sejak Kamis (17/5/2018) malam, pukul 19.00 waktu setempat. Sedangkan penggeledahan terpisah di rumah Najib Razak di Taman Duta masih berlanjut hingga kini, sejak Rabu (16/5/2018) malam.

Diketahui bahwa istri Najib Razak, Rosmah Mansor, dikenal sangat menggemari tas mewah bermerek, terutama merek Hermes jenis Birkin. Rosmah Mansor disebut jarang terlihat di publik tanpa menenteng tas mewah.

Diketahui bahwa harga tas mewah Birkin paling rendah mencapai US$ 12 ribu atau setara dengan Rp 166 juta hingga ada yang mencapai lebih dari US$ 300 ribu atau setara dengan Rp 4,1 miliar. (reuters/malaymail/thestar)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.831.523 Since: 07.04.14 | 0.5649 sec