YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris Di Surabaya

Monday, 21 May 2018 | View : 181

siarjustisia.com-SURABAYA.

Operasi penangkapan terduga teroris di Provinsi Jawa Timur (Jatim) masih berlanjut. Malam ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap seorang terduga teroris di Kedungturi III, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya.

Penangkapan Eko Budi Setijono tidak banyak diketahui warga karena bertepatan dengan adzan Isya'.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris Eko Budi Setijono (52 tahun) dari rumahnya di Kedungturi III/11, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (20/5/2018) tadi malam. Eko Budi Setijono dibekuk tim Densus 88 Antiteror sekitar pukul 18.45 WIB di rumahnya, Jalan Kedungturi III/11.

Dari informasi yang dihimpun, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror sekitar pukul 18.45 WIB, Minggu (20/5/2018) atas nama Eko Budi Setijono (52 tahun).

Eko Budi Setijono (52 tahun) terduga teroris yang diamankan tim Densus 88 Antiteror di rumahnya Kedungturi III sempat melakukan perlawanan. Eko Budi Setijono berusaha menyerang petugas Densus 88 dengan menggunakan pisau lipat.

Namun, berhasil dilumpuhkan. Perlawanan Eko Budi Setijono dapat digagalkan dan kini harus menjalani pemeriksaan intesif di MaPolda Jatim, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.116, Siwalankerto, Gayungan, Wonocolo, Surabaya.

Tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan sebuah karung kecil diduga berisi bahan baku pembuatan bom (bahan peledak) dari rumah terduga Eko Budi Setijono.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.IK. yang dikonfirmasi Senin (21/5/2018) tadi pagi, membenarkan informasi itu. "Hanya satu terduga teroris yang diamankan dari Kedungturi, Surabaya. Untuk barang bukti masih diteliti,” bebernya.

Ia mengaku belum mengetahui secara persis peranan terduga teroris Eko Budi Setijono dalam jaringan kelompok teroris JAD atau JAT.

Sementara itu warga sama sekali tidak pernah menyangka jika mantan seorang muazin (bagian adzan) Masjid Ukhuwah Kedungturi yang hidup menduda setelah bercerai dengan isterinya itu adalah terduga teroris.

Ketika digerebek, Eko Budi Setijono bersama putrinya yang masih duduk di kelas dua SMP. Sementara putrinya yang lain sudah berumah tangga dan tinggal tidak jauh dari lingkungan yang sama.

"Informasi dari warga sekitar 10 petugas (Densus 88 AntiTeror) yang melakukan penangkapan. Saat itu saya di Musala," tutur Ketua RT03/RW08 Ali Wafi di lokasi.

Ketua RT03/RW08, Ali Wafi juga tidak mengetahui apa saja yang dibawa petugas bersama terduga Eko Budi Setijono. "Saya tidak tahu, apa saja yang dibawa," imbuhnya.

Ketua RT03/RW08 Kedungturi, Ali Wafi, menyebutkan, bahwa Eko Budi Setijono pernah bekerja sebagai cleaning service Hotel di Jalan Tunjungan.

“Setelah cerai dengan isterinya, Eko bekerja sebentar di proyek dan mantan isterinya bekerja di Bali,” ujar Ali Wafi sambil menambahkan, bahwa gelagat tingkah laku Eko Budi Setijono di mata warga setempat berubah sejak tiga tahun terakhir usai keluar kerja dari hotel.

Lelaki yang dulunya menjadi muazin dan kemudian biasa kumpul-kumpul bersama warga itu dalam dua tiga tahun terakhir sudah berubah. “Dia tidak lagi mau ke Masjid, apalagi adzan. Kalau kebetulan dia ke Masjid untuk shalat Jumatan, jika bertemu dengan tetangga dan handai taulannya dulu, hanya diam,” kata Ali Wafi yang tidak habis pikir atas perubahan sikap tetangganya itu.

Aktivitas Eko Budi Setijono tiap hari hanya mengantar sekolah anaknya dan setelah itu mengurung diri dalam rumah. Menurut beberapa tetangganya, perubahan sikap Eko Budi Setijono itu terjadi setelah ia keluar dari kerja di hotel dan kemudian sempat bekerja di Proyek Tunjungan Plasa 6.

Petugas dari Linmas serta Polsek Tegalsari masih di lokasi untuk mengamankan lokasi penangkapan Eko Budi Setijono. Pantauan di lokasi, petugas dari Linmas serta Polsek Tegalsari masih di lokasi untuk mengamankan lokasi penangkapan Eko Budi Setijono. Informasi yang dihimpun di lokasi, petugas juga mengamankan sebuah karung kecil dari rumah terduga Eko Budi Setijono yang diduga bahan baku peledak. Hingga Senin (21/5/2018) tadi pagi rumah Eko Budi Setijono masih dipasangi garis polisi dan mendapat penjagaan dari jajaran Polsek Tegalsari serta petugas Linmas Pemkot Surabaya.

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.124 Since: 07.04.14 | 0.5684 sec