YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Ekonomi

Holcim Lafarge Merger

Wednesday, 09 April 2014 | View : 620

siarjustisia.com-JENEWA.

Produsen semen dunia asal Swiss, Holcim akan melakukan merger dengan membeli produsen semen asal Prancis, Lafarge pada Senin (7/4/2014).

Raksasa semen dari Swiss, Holcim Ltd, dan rivalnya dari Prancis, Lafarge SA, pada Senin (7/4/2014) akhirnya mengumumkan kesepakatan untuk merger. Bergabungnya dua perusahaan ini akan menciptakan perusahaan semen terbesar di dunia. “Perusahaan baru akan bernama LafargeHolcim, akan memiliki posisi unik di 90 negara, dan kami akan terbagi rata antara di negara-negara berkembang dan di negara-negara dengan pertumbuhan yang kuat,” bunyi pernyataan bersama kedua perseroan di Jenewa, Swiss.

Aksi korporasi ini akan membentuk nilai kapitalisasi pasar saham mencapai US$ 60 miliar dan penjualan US$ 44 miliar.

Dalam merger tersebut, setiap pemegang saham Lafarge akan menerima satu saham Holcim. Nantinya pemegang saham Holcim memiliki 53 persen saham di perusahaan hasil merger tersebut. Perusahaan hasil merger akan berbasis di Swiss dan terdaftar di bursa saham Zurich dan Paris.

Kesepakatan merger itu akan membentuk nilai pasar hampir US$ 60 miliar. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memangkas biaya, utang di tengah melambungnya harga energi, persaingan ketat dan melemahnya permintaan sejak krisis ekonomi 2008.

Kesepakatan ini akan menarik perhatian European Competition Watchdogs, hal itu mengingat Lafarge dan Holcim akan memiliki posisi dominan di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Saat ini Lafarge memiliki kekuatan pangsa pasar di Afria dan Timur Tengah.

Sementara itu, Holcim kuat di Amerika Latin. Kedua perusahaan ini juga memiliki kapasitas overlapping di sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Romania, Serbia dan Republik Czech.

Analis mengatakan, gabungan kekuatan Holcim dalam pemasaran, dan inovasi Lafarge dapat menghasilkan penghematan besar.

"Jalan menuju merger akan panjang, kompleks dan tidak pasti," kata analis firma hukum Berwin Leighton Paisner, David Anderson di Brussels, Belgia.

Dia mencatat bahwa industri semen memiliki sejarah panjang kartel di seluruh dunia dan sudah di bawah pengawasan.

Beberapa analis percaya regulator bisa memblokir merger, meskipun sebagian besar mengharapkan kesepakatan itu terjadi.

Holcim berdiri sejak 1912 di Swiss. Grup Holcim asal Swiss ini telah melakukan ekspansi usaha di lebih dari 70 negara. Perusahaan yang mulai produksi pada 1912 ini telah mempekerjakan sekitar 71.000 karyawan di seluruh dunia dengan fasilitas produksi di sekitar 70 negara dan pasar di seluruh benua. Pada 2013, Holcim membukukan penjualan bersih 19,7 miliar franc atau setara Rp 250 triliun.

Sementara itu, Lafarge berdiri sejak 1883 dan awalnya adalah perusahaan penggalian kapur. Lafarge sekarang memiliki 65.000 pekerja di 64 negara. Penjualan tahunannya mencapai 15,8 miliar euro atau setara Rp 244,94 triliun.

Chairman perusahaan baru itu akan dijabat Wolfgang Reitzle dari Holcim, sedangkan Bruno Lafont dari Lafarge akan menjadi chief executive officer (CEO). Masing-masing perusahaan akan memiliki tujuh kursi di dewan direksi LafargeHolcim.

Kesepakatan merger ini akan berdasarkan penawaran satu saham Holcim untuk satu saham Lafarge. Holcim dan Lafarge pada Jumat (4/4/2014) mengungkapkan sedang membahas kemungkinan merger. Pada Minggu (6/4/2014), beredar laporan-laporan bahwa dalam rapat sepanjang akhir pekan dewan direksi kedua perusahaan sudah menyetujui langkah itu.

Holcim dan Lafarge menargetkan kesepakatan merger ini tuntas pada kuartal I-2015. Saham di perusahaan baru akan dilistingkan di bursa Paris, Prancis dan Zurich, Swiss.

LafargeHolcim akan memiliki penjualan tahunan 32 miliar euro atau setara Rp 496 triliun dengan earnings before interest, tax depreciation, and amortisation (EBITDA) sebesar 6,5 miliar euro atau sekitar Rp 100,76 triliun.

Selain itu, merger Holcim-Laferge diprediksi menciptakan skala ekonomi 1,4 miliar euro selama tiga tahun.

Dengan merger itu, jumlah karyawan LafergeHolcim akan mencapai 136.000 di seluruh wilayah operasi.

Perusahaan baru ini akan menjadi pemasok utama kebutuhan dasar segala jenis konstruksi bangunan. Di sektor ini, penggunaan teknologi-teknologi baru makin marak dalam berbagai bahan bangunan, termasuk semen.

Chairman Holcim Rolf Soiron mengatakan merger ini menawarkan kesempatan sekali seumur hidup untuk memberikan nilai baik kepada konsumen. “(Yakni) dengan inovasi lebih banyak, beragam produk, dan solusi-solusi yang bisa menaikkan return kepada para pemegang saham. Gabungan dua grup usaha ini akan berada di posisi unik dalam memanfaatkan pertumbuhan di pasar negara maju dan pasar berkembang yang pertumbuhannya terpesat di dunia,” tutur dia.

CEO Lafarge Bruno Lafont menambahkan merger kedua pihak akan menciptakan grup usaha paling canggih di industri konstruksi. Merger ini diharapkan menguntungkan konsumen, karyawan, maupun pemegang saham. “Merger ini akan disambut sangat baik,” tandas Christian Arnold, analis dari Bank Vontobel di Zurich, Swiss.

Kedua grup usaha ini juga berkomitmen menjual aset-aset, khususnya di Eropa, agar mendapat persetujuan regulator-regulator terkait.

Holcim dan Lafarge sudah mengglobal lewat langkah-langkan akuisisi sebelum krisis finansial global 2008-2009.

Pada 2008, Lafarge membeli Orascom Cement senilai 10,2 miliar euro, sedangkan Holcim membeli Aggregate Industries senilai US$ 4,1 miliar pada 2005. “Regulator-regulator persaingan usaha akan menganalisis kesepakatan ini secara mendalam,” jelas Assimakis Komninos, pengacara White and Case LLP di Brussels, Belgia, pekan lalu kepada Bloomberg.

Lafarge dalam laporan tahunan 2013 menyebutkan tahun lalu memiliki pangsa pasar 34 persen di Prancis, 40 persen di Inggris, dan 10 persen masing-masing di Jerman serta Spanyol, 12 persen di Amerika Serikat (AS), dan 7 persen di Rusia.

Sedangkan, Holcim tidak merinci pangsa-pangsa pasarnya di dunia.

Keinginan Holcim membeli pabrik-pabrik Cemex di Jerman sudah diselidiki regulator Uni Eropa (UE) karena dikhawatirkan mengurangi persaingan. “Tumpang tindih paling besar di Eropa. Beberapa negara akan mendapat perhatian khusus, sebut saja Kanada, AS, Brasil, dan mungkin India serta China. Direksi kedua perseroan sudah mengatakan dua pertiga dari rencana divestasi akan berasal dari Eropa,” terang Bruno Lafont.

Bruno Lafont yakin divestasi-divestasi itu akan memenuhi persyaratan regulator-regulator terkait. Sedikitnya ada empat miliarder yang memegang saham Holcim atau Lafarge. Keempat miliarder tersebut adalah orang terkaya Mesir Nassef Sawiris, orang terkaya Belgia Albert Frere, orang terkaya keempat Swiss Thomas Schmidheiny, dan miliarder kelahiran Georgia, Filaret Galchev. (afp/bloomberg)

See Also

Bursa Eropa Dibuka Positif
Kristalina Georgieva Dipilih Sebagai Direktur Pelaksana IMF
Jerman Tawarkan Pinjaman Untuk Perusahaan Agen Perjalanan Inggris Thomas Cook
Perusahaan Pariwisata Inggris Thomas Cook Bangkrut
24 Aplikasi Android Berbahaya
CEO Nissan Motor Co Ltd Mengundurkan Diri
Sony Akan Rilis Edisi Khusus Walkman
Bursa Asia Di Zona Positif
Bursa Asia Berguguran
The Fed Siap Buyback Jika China Lepas Obligasi AS
TNI Ajak Warga Untuk Beternak Sapi
TNI Dorong Warga Sasaran TMMD Budidaya Blewah
Dipelopori TNI, Penghijauan Di Desa Sasaran TMMD Menggeliat
TNI Kodim 0716/Demak Juga Benahi Saluran Irigasi Di Desa TMMD
Camilan Khas Kalikondang Kenangan Bagi Satgas TMMD
Penjual Blewah Juga Meraup Rejeki Di TMMD Kalikondang
Satgas TMMD Beri Kursus Fotografi Kepada Warga
Berbagi Ilmu Tanaman Di Lokasi TMMD Kalikondang
Pelangsiran Anyaman Besi Hantarkan Kesejahteraan Warga
Jepang Hapus Daftar Putih Negara Korea Selatan Tujuan Ekspor
Harga Emas Melemah
Harga Minyak Anjlok
Bursa Asia Dan Eropa Menguat
Harga Emas Terpangkas
Wall Street Melemah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.578.622 Since: 07.04.14 | 0.6507 sec