YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba

Thursday, 21 June 2018 | View : 230

siarjustisia.com-SIMALUNGUN.

Kedalaman perairan Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi penghalang bagi tim penyelam untuk mencari para korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam.

"Kemampuan daya selam personel dan alat (pendeteksi) terbatas," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, usai apel tim gabungan di Pelabuhan Tiga Ras Simalungun yang menjadi posko Tim, Kamis (21/6/2018).

Kedalaman lokasi yang diperhitungkan tempat tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun diperkirakan mencapai mencapai 460 meter, sementara kemampuan daya jelajah alat di angka 350 meter.

Pada pencarian korban hari ke empat, tim SAR menurunkan alat jelajah kedalaman air berkemamouan sampai 600 meter dari Pushidrosal TNI AL.

Tingkat kedinginan air Danau Toba juga menjadi kendala bagi penyelam, sehingga daya selam dibatasi sedalam 50 meter.

Upaya pencarian juga dilakukan di atas permukaan air mengerahkan 200 dari 366 personel tim gabungan dan memberdayakan 10 perahu karet, motor air dan kapal partisipasi warga setempat.

Sasaran pencarian di Timur Laut Selatan sesuai arah angin dengan radius 6-10 kilometer dari koordinat titik tenggelamnya kapal.

Masyarakat yang tinggal di pinggiran Danau Toba menilai, para korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, yang tenggelam saat melaju dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, Sumut tipis kemungkinan ditemukan dalam kondisi selamat.

"Bukan bermaksud melampaui kekuasaan pencipta, namun bila sudah memasuki hari ketiga pencarian, maka peluang ditemukan dalam kondisi hidup sangat tipis. Kita semua mengharapkan adanya mukjizat," ujar salah seorang warga Parapat, Leonardus Simbolon (45 tahun), Rabu (20/6/2018).

Apalagi kata Leonardus Simbolon kondisi air danau sangat dingin pada malam dan pagi hari. Masyarakat sekitar sudah merasakan semua itu. "Kondisi angin kencang dan hujan yang turun setiap malam semakin mempersulit korban untuk bisa bertahan selama di perairan Danau Toba. Orang yang pintar berenang sekalipun belum tentu sanggup hidup di perairan Danau Toba selama dua sampai tiga hari ke depan," katanya.

Hal senada diungkapkan Agustinus Parapat (50 tahun), saat ditemui di Pelabuhan Tigaras. Tokoh masyarakat itu menyampaikan, hanya mukjizat Tuhan yang bisa menyelamatkan korban KM Sinar Bangun, yang sudah tiga hari berada di perairan Danau Toba.

"Untuk bisa menemukan seluruh korban hilang saja sudah sangat bersyukur. Banyak kejadian di Danau Toba, jenazahnya justru tidak pernah ditemukan sampai sekarang. Kami juga merasakan duka yang dialami keluarga korban. Namun, begitulah situasi dan kondisi jika musibah di Danau Toba," sebutnya.

Data di posko bencana, sejumlah 192 penumpang sesuai laporan pihak keluarga belum ditemukan, 18 selamat dan tiga meninggal. (sp/ant)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.972.171 Since: 07.04.14 | 0.6575 sec