YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Nusantara

Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara

Friday, 22 June 2018 | View : 251

siarjustisia.com-MEDAN.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, S.H. melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Subowo sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jumat (22/6/2018). Eko Subowo merupakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen BAK) Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Subowo, dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumut menggantikan Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, S.E., M.Si. atau H. T. Erry Nuradi, S.E., M.Si. yang kini telah habis masa jabatannya. Eko Subowo dilantik menjadi Pj Gubernur Sumut seiring berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2013-2018 pada 17 Juni 2016 lalu.

Dia akan memegang jabatan itu hingga pelantikan gubernur terpilih pada Pilkada 2018.

Pelantikan ini dilakukan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Madras Hulu, Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (22/6/2018). Eko Subowo dilantik dan diambil sumpahnya di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Medan. Pelantikan dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di hadapan unsur pimpinan daerah dan pejabat utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Berdasarkan keterangan dari Pusat Penerangan (Puspen) Kemendagri, pelantikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Periode 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Sumatera Utara.

Keppres Nomor 107/P ini ditetapkan pada 8 Juni 2018. Adapun dasar penunjukkan Penjabat Gubernur ini adalah Pasal 201 ayat 10 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

"Harusnya Penjabat Gubernur Sumut segera dilantik saat masa jabatan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi berakhir 17 Juni 2018. Akan tetapi, karena Lebaran, acara tertunda sehingga diangkat Plh Hj Sabrina yang Sekda Sumut," kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Medan, Jumat (22/6/2018).

Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu usai Upacara Pelantikan Penjabat Gubernur Sumut dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda.

Setelah melantik Eko Subowo, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung mengingatkannya agar tidak mencampuri urusan Pilkada 2018. "Pak Eko, meskipun jabatannya singkat, enggak usah ngurusi Pilkada, serahkan kepada KPU dan Bawaslu. Bantu mereka jika ada kekurangan anggaran," tegasnya.

Menurut Mendagri, salah satu alasan dipilihnya Eko Subowo menjadi Penjabat Gubernur Sumut adalah keberhasilannya menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat.

Dalam pelantikan itu, Mendagri Tjahjo Kumolo memberi penekanan kepada Penjabat Gubernur Sumut yang baru dilantik untuk melaksanakan pemerintahan dengan membangun komunikasi intensif dengan DPRD, pimpinan OPD, dan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, Penjabat Gubernur Sumut juga diminta membangun koordinasi yang baik dalam melaksanakan bantuan dan fasilitasi pelaksanaan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyukseskan Pilkada Sumatera Utara (Sumut).

"Penjabat Gubernur Sumatera Utara memiliki dua tugas, yakni mengefektifkan pemerintahan daerah dan menyukseskan Pilkada Sumut," kata Tjahjo Kumolo saat melantik, sebagaimana pointers tertulis yang disampaikan Puspen Kemendagri.

Mendagri Tjahjo Kumolo meminta Eko Subowo menjalankan tugas dengan baik, khususnya dalam menjaga iklim kondusif di Sumut dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, 27 Juni 2018.

"Meski jabatan hanya sekitar 4 bulan hingga Gubernur Sumut terpilih dilantik, tetapi sebagai Penjabat Gubernur punya wewenang penuh menjalankan tugasnya," katanya.

Penjabat Gubernur Sumut yang baru dilantik juga diminta untuk menyukseskan Pilkada di wilayahnya, yakni Pemilihan Bupati (Pilbup) Padang Lawas Utara, Batu Bara, Padang Lawas, Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Utara dan Dairi, serta Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Padang Sidempuan.

"Penjabat Gubernur Sumatera Utara segera membangun komunikasi dan koordinasi dengan unsur Forkopimda, KPU dan Bawaslu," jelas Tjahjo Kumolo.

Lebih lanjut, Menteri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu juga meminta Penjabat Gubernur Sumatera Utara melaksanakan tugas pemerintahan daerah berpedoman pada Nawa Cita atau Sembilan Agenda Strategis Pemerintah.

Tjahjo Kumolo juga mengingatkan Eko Subowo untuk memperhatikan kondisi keamanan pada pelaksanaan pilkada serentak. Eko Subowo diminta berkoordinasi dengan pejabat Kepolisian, Kejaksaan, dan jajaran lain, termasuk alim ulama untuk menjaga iklim kondusif di Sumut yang berhasil dilakukan H. T. Erry Nuradi.  "Berkoordinasi dan ikuti arahan dari Kapolda Sumut tentang penanganan kamtibmas. Berkoordinasi dengan TNI dan instansi lainnya," tandasnya.

"Penjabat Gubernur mengawal netralitas ASN dan TNI/Polri," pungkas Tjahjo Kumolo.

Eko Subowo juga diminta melanjutkan program yang menjadi skala prioritas H. T. Erry Nuradi.

Kepada H. T. Erry Nuradi, Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan terima kasih karena berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Gubernur Sumut.

Penjabat Gubernur Sumut Eko Subowo menegaskan bahwa dirinya siap mengemban amanah dengan tetap berkoordinasi dengan Mendagri. 

Sebelumnya, Kemendagri mengajukan nama Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kadivpropam Polri), Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si. sebagai Penjabat Gubernur Sumatera Utara untuk menggantikan Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, S.E., M.Si. Pemerintah berencana menempatkan perwira tinggi Kepolisian, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si., untuk menduduki posisi ini.

Namun, seiring polemik yang terjadi, rencana itu dibatalkan. Setelah menuai polemik, Kemendagri memastikan Pj Gubernur Sumut berasal dari internal pihaknya. (jos)

See Also

Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
Apel Akbar HUT Ke-73 Dan Peringatan Hari Pramuka Ke-57 Kwartir Cabang Demak Digelar
Danramil 09/Karangtengah Sebagai Pembina Upacara Pembukaan Jambore
Danramil 11/Sayung Berikan Materi Wasbang Dan Bela Negara Kepada Anggota Banser
Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.620.504 Since: 07.04.14 | 0.619 sec