YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2018, 0

Hukum

Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman

Friday, 22 June 2018 | View : 117

siarjustisia.com-JAKARTA.

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan, siap melakukan pengamanan terkait sidang vonis terdakwa Oman Rochman alias Abu Sulaiman alias Aman Abdurrahman tentang kasus dugaan terorisme, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya No.133, RT05/RW10, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Polda Metro Jaya dan TNI, melakukan pengamanan ketat pada sidang vonis terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus tindak pidana terorisme, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya No.133, RT05/RW10, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

"Jadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, besok jam 8.30 WIB, akan dilaksanakan sidang lanjutan terhadap tersangka teroris Aman Abdurrahman. Jadi dari pengamanan sudah kita siapkan, sekitar 400 personel sudah kami siagakan untuk besok," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum., Kamis (21/6/2018).

Dikatakan, pola pengamanan sidang vonis kemungkinan sama dengan sidang-sidang sebelumnya. Polisi akan melakukan pengamanan di luar, sekitar gedung PN Jakarta Selatan dan di dalam ruangan sidang.

"Yang terpenting bahwa kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan siap untuk mengamankan jalannya sidang dari pada Aman Abdurrahman," ungkapnya.

Menyoal apakah sidang lainnya akan dihentikan seperti sebelumnya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, hal itu merupakan kewenangan pengadilan.

"Semuanya kan itu wewenang pengadilan. Kalau polisi kan mengamankan saja. Apa pun keputusan hakim dan sidang kami amankan," katanya.

Tak hanya mengerahkan ratusan personel dengan senjata lengkap, polisi juga menyiagakan penembak jitu atau sniper di beberapa titik.

"Sniper juga kami tempatkan untuk mengawasi gerak-gerik dari luar, sudut kanan dan kiri, kami siagakan ya," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Indra Jafar, S.IK., M.Si. di PN Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Sebanyak 450 personel polisi melakukan penjagaan ketat di lokasi persidangan. Sebanyak 450 personel polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan sidang Aman Abdurrahman yang terbagi dalam empat ring.

Dikatakan, sebanyak 450 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan sidang yang dibagi dalam empat ring. Mulai dari luar gedung PN Jakarta Selatan, pintu gerbang, di sekitar ruangan sidang, dan di dalam ruangan sidang.

"Kami bagi empat ring. Kami awasi semua pergerakan aktivitas orang di sini," ungkapnya.

"Kemarin sudah kami perketat, tapi hari ini kami maksimalkan kembali. Semua jumlah 450 personel, kita bagi empat ring. Tempat yang kemarin masih kosong kami sudah isi, antisipasi," jelas Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Indra Jafar, S.IK., M.Si.

Ia menyampaikan, PN Jakarta Selatan tidak menggelar sidang-sidang lain pada pagi hari ini. Nanti setelah sidang Aman selesai, baru sidang lain akan digelar.

"Pagi ini sidang hanya satu dan tidak ada sidang lain, tempat harus steril. Walau sidang terbuka untuk umum, tapi barang tidak boleh masuk semua. Di samping itu arahan KPI sudah cukup jelas, pertama demi kewibawaan majelis itu sendiri, kedua demi keamanan dari pada perangkat persidangan termasuk saksi, yang ketiga untuk menghindari menyebarnya ideologi," ungkapnya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Indra Jafar, S.IK., M.Si. mengatakan, pengamanan sidang vonis terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus tindak pidana teroris, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, berjalan lancar.

"Alhamdulillah pengamanan yang kita dilakukan dari pagi hari, bahkan dari tadi malam (persiapan) sampai siang ini berjalan dengan lancar. Proses persidangan mulai dari awal sampai terakhir ini, semuanya berjalan lancar. Itu memang yang kita inginkan, betul-betul hakim tidak terganggu, semua pihak tidak terganggu," ujar Kombes Pol. Indra Jafar, S.IK., M.Si, di PN Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Sementara itu, awak media dilarang melakukan siaran langsung jalannya persidangan. Nanti, sebelum pembacaan putusan sidang akan direhat dan pewarta dapat kembali melakukan peliputan.

Ia menyampaikan, permohonan maaf kepada wartawan yang dibatasi dalam peliputan karena memang dasarnya untuk mengantisipsi hal yang tidak diinginkan.

"Karena memang ada hal-hal yang sangat mendasar yang mungkin rekan-rekan tidak mengerti, yang memang kita harus antisipasi, termasuk dari pihak pengadilan juga harus diantisipasi. Itu saja, tidak ada tujuan lain," bebernya.

Berdasarkan pantauan awak media, personel polisi nampak melakukan pengamanan mulai dari jalan luar gedung PN Jakarta Selatan. Semua pengunjung diperiksa secara ketat sebelum masuk ke dalam pintu gerbang.

Anggota Brimob membawa senjata laras panjang juga melakukan penjagaan di depan pintu masuk PN Jakarta Selatan. Termasuk di depan pintu dan di dalam Ruang Sidang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengagendakan menggelar sidang vonis terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme, setelah Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 22 Juni 2018 besok.

"Mengingat ada hari libur, maka sidang putusan akan dibacakan usai Lebaran. Jadi untuk putusan, setelah bermusyawarah, Insya Allah kami bacakan pada hari Jumat 22 Juni 2018, pada pukul 09.00 WIB," ujar Ketua Majelis Hakim Akhmad Zaini, di Ruang Sidang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya No.133, RT05/RW10, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018) lalu.

Pada sidang sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme dengan hukuman mati, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pentolan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) itu, diduga melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer. Sementara dakwaan kedua primer, melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Aman diduga sebagai aktor di balik pengeboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tahun 2016 lalu. Selain itu, dia juga terlibat kasus teror Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Kampung Melayu Jakarta Timur tahun 2017, serta dua penyerangan terhadap polisi di Medan dan Bima tahun 2017.

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.973.852 Since: 07.04.14 | 0.6137 sec