YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada

Tuesday, 26 June 2018 | View : 177

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menurunkan 41.000 lebih personel gabungan bersama TNI dan stakeholder lain, terkait pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (27/6/2018) lusa.

"Berkaitan Operasi mantap Praja Jaya 2018, Polda Metro Jaya dibantu TNI dengan Satpol PP atau Linmas dan stakeholderyang lain kita menurunkan 41.000 lebih personel untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Dikatakan, 29.000 lebih personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengamanan sekitar 14.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS), di Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Depok, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota.

"14 ribu lebih TPS yang ada, untuk anggota kepolisian sendiri ada 29 ribu lebih. Jadi nanti dua personel polisi, kemudian empat anggota Linmas, juga nanti ada panitia KPU yang ada di masing-masing TPS," ungkap mantan Kasat Serse Polres Timor Tengah Utara (TTU) Polda Nusra (1994-1995).

Mantan Kasat Serse Polres Buleleng Polda Bali pada tahun 1996 ini menyampaikan, masyarakat diharapkan dapat memilih dengan tertib dan aman sesuai dengan hati nuraninya. "Untuk masyarakat silakan untuk gunakan hak pilih dan coblos sesuai hati nurani. Sesuai dengan apa yang dipilih," tandas mantan Kapolres Nunukan Polda Kaltim pada tahun 2010.

Mantan Kabag Binlat Ro Ops Polda Kaltim pada tahun 2009, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. menegaskan, sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, seluruh anggota akan bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada. Apabila ada anggota yang tidak netral akan diberikan sanksi tegas.

"Tadi bapak Kapolri sudah mengirimkan surat telegram kepada jajarannya, bahwa kepolisian netral. Seandainya ditemukan ada pejabat kepolisian tidak netral ada sanksinya, baik itu demosi jabatan, ada juga bisa disidang disiplin maupun kode etik. Nanti kita lihat sesuai besar kecil pelanggarannya. Jadi sudah secara tegas disampaikan bapak Kapolri, anggota kepolisian netral dalam pilkada 2018 dan semua ada sanksinya masing-masing," jelas mantan Kapolsek Denpasar Timur Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1999.

Mantan WaKapolres Takalar Polda Sulsel pada tahun 2003, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. menuturkan, setiap TPS memiliki karakteristik yang berbeda-beda tingkat kerawanannya. Polisi akan tetap waspada mengantisipasi gangguan keamanan, termasuk aksi teror yang mungkin terjadi pada pelaksanaan Pilkada.

"Kita tetap waspada berkaitan dengan tempat-tempat pemungutan suara. Semua kita waspada. Kita nanti ada sistem patroli rayon dilakukan bantuan, dari Polda Metro Jaya kita lakukan ke Polres-Polres yang melakukan pilkada. Kita beri rasa aman kepada masyarakat. Kita gabungan antara TNI, Brimob dan Sabhara. Kita atur teknis di lapangan dengan Kapolres," tegas mantan Kapolsek Denpasar Barat Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1998.

Mantan Kabidhumas Polda Jatim pada tahun 2015 ini, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. mengungkapkan, tugas polisi adalah melakukan pengamanan di TPS-TPS. Anggota tidak mencatat jumlah atau hasil dari pemungutan suara.

"Untuk anggota di TPS sudah jelas adalah mengamankan TPS. Ada di luar dari pada garis. Nanti kalau KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meminta bantuan kepolisian baru nanti masuk ke sana. Anggota tidak mencatat berapa jumlahnya, tetapi anggota mengamankan TPS-nya. Jadi anggota tidak akan mencatat berapa jumlah-jumlah. Itu bukan wewenang anggota kepolisian. Wewenang anggota kepolisian hanya mengamankan TPS saja," pungkas mantan Kasubag Bin Ops Bag Reserse Eks Dit Serse Polda Sulsel pada tahun 2001. (bs)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.569.832 Since: 07.04.14 | 0.6074 sec