YouTube Facebook Twitter RSS
25 Apr 2019, 0

Internasional

Penembakan Staf Koran Capital Gazette

Saturday, 30 June 2018 | View : 836

siarjustisia.com-ANNAPOLIS.

Pelaku penembakan brutal di kantor media lokal, Capital Gazette di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat (AS) diidentifikasi bernama Jarrod Warren Ramos. Pria berkulit putih tersebut diketahui pernah terlibat pertikaian panjang dengan surat kabar tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/6/2018), identitas Jarrod Warren Ramos (38 tahun) diungkap oleh sumber penegak hukum yang dikutip Capital Gazette dan Baltimore Sun, pemilik grup surat kabar yang menaungi Capital Gazette. Jarrod Warren Ramos disebut tinggal di Laurel, Maryland.

Dengan bersenjatakan shotgun, Ramos melepas tembakan menembus pintu kaca di dalam kantor Capital Gazette di Annapolis, Maryland pada Kamis (28/6/2018) waktu setempat. Ramos terlihat mencari-cari korbannya sebelum memberondong newsroom Capital Gazette dengan senjata api.

Lima orang tewas dalam penembakan brutal itu yang disebut polisi setempat sebagai serangan terarah ini. Mereka diidentifikasi sebagai asisten editor Capital Gazette, Rob Hiaasen (59 tahun), kemudian Wendy Winters (65 tahun), Gerald Fischman (61 tahun) dan John McNamara yang semuanya jurnalis Capital Gazette, serta Rebecca Smith (34 tahun) yang merupakan asisten sales di surat kabar itu. Motif penembakan ini masih diselidiki otoritas setempat.

Namun diketahui pada tahun 2012, Jarrod Warren Ramos pernah menggugat surat kabar Capital Gazette ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan juga dilayangkan terhadap Eric Hartley selaku mantan staf penulis Capital Gazette dan kolumnis, serta Thomas Marquardt selaku mantan editor dan penerbit The Capital, surat kabar yang satu grup dengan Capital Gazette.

Gugatan ini terkait tulisan Eric Hartley yang saat itu mengulas kasus pelecehan yang menjerat Jarrod Warren Ramos. Disebutkan dalam ulasan itu bahwa Ramos berinteraksi dengan seorang wanita tak dikenal yang dihubungi via Facebook. Ulasan itu menyebut Ramos mengirimkan sejumlah email ke wanita itu dan memanggilnya dengan nama-nama vulgar serta meminta wanita itu bunuh diri. Ulasan itu didasarkan pada dokumen pengadilan setempat.

Lima hari sebelum ulasan yang ditulis Hartley dirilis dalam rubrik kolom, Ramos telah mengaku bersalah atas pidana pelecehan.

Gugatan hukum yang diajukan Ramos terhadap Capital Gazette dan Hartley juga rekannya ditolak tahun 2013. Kemudian pada tahun 2015, pengadilan yang lebih tinggi di Maryland menjatuhkan putusan yang memperkuat putusan sebelumnya.

Tidak hanya itu, sebelum penembakan terjadi, Ramos juga menyerang Capital Gazette via media sosial. Disebutkan bahwa seorang pengguna Twitter bernama Jarrod W Ramos memposting rentetan cuitan kritis terhadap Capital Gazette, Hartley dan hakim Maryland.

"Iya, Eric Thomas Hartley, Anda pindah ... oh silakan dan habisi nyawa Anda sendiri sebelum saya melakukannya (secara legal di pengadilan)," demikian cuitan di akun itu tahun 2014. Akun itu tidak memposting apapun sejak Januari 2016 hingga akhirnya aktif kembali pada Kamis (28/6/2018) sebelum penembakan terjadi. (reuters)

See Also

Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.707.478 Since: 07.04.14 | 0.5975 sec