YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2018, 0

Internasional

Penembakan Staf Koran Capital Gazette

Saturday, 30 June 2018 | View : 17

siarjustisia.com-ANNAPOLIS.

Pelaku penembakan brutal di kantor media lokal, Capital Gazette di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat (AS) diidentifikasi bernama Jarrod Warren Ramos. Pria berkulit putih tersebut diketahui pernah terlibat pertikaian panjang dengan surat kabar tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/6/2018), identitas Jarrod Warren Ramos (38 tahun) diungkap oleh sumber penegak hukum yang dikutip Capital Gazette dan Baltimore Sun, pemilik grup surat kabar yang menaungi Capital Gazette. Jarrod Warren Ramos disebut tinggal di Laurel, Maryland.

Dengan bersenjatakan shotgun, Ramos melepas tembakan menembus pintu kaca di dalam kantor Capital Gazette di Annapolis, Maryland pada Kamis (28/6/2018) waktu setempat. Ramos terlihat mencari-cari korbannya sebelum memberondong newsroom Capital Gazette dengan senjata api.

Lima orang tewas dalam penembakan brutal itu yang disebut polisi setempat sebagai serangan terarah ini. Mereka diidentifikasi sebagai asisten editor Capital Gazette, Rob Hiaasen (59 tahun), kemudian Wendy Winters (65 tahun), Gerald Fischman (61 tahun) dan John McNamara yang semuanya jurnalis Capital Gazette, serta Rebecca Smith (34 tahun) yang merupakan asisten sales di surat kabar itu. Motif penembakan ini masih diselidiki otoritas setempat.

Namun diketahui pada tahun 2012, Jarrod Warren Ramos pernah menggugat surat kabar Capital Gazette ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan juga dilayangkan terhadap Eric Hartley selaku mantan staf penulis Capital Gazette dan kolumnis, serta Thomas Marquardt selaku mantan editor dan penerbit The Capital, surat kabar yang satu grup dengan Capital Gazette.

Gugatan ini terkait tulisan Eric Hartley yang saat itu mengulas kasus pelecehan yang menjerat Jarrod Warren Ramos. Disebutkan dalam ulasan itu bahwa Ramos berinteraksi dengan seorang wanita tak dikenal yang dihubungi via Facebook. Ulasan itu menyebut Ramos mengirimkan sejumlah email ke wanita itu dan memanggilnya dengan nama-nama vulgar serta meminta wanita itu bunuh diri. Ulasan itu didasarkan pada dokumen pengadilan setempat.

Lima hari sebelum ulasan yang ditulis Hartley dirilis dalam rubrik kolom, Ramos telah mengaku bersalah atas pidana pelecehan.

Gugatan hukum yang diajukan Ramos terhadap Capital Gazette dan Hartley juga rekannya ditolak tahun 2013. Kemudian pada tahun 2015, pengadilan yang lebih tinggi di Maryland menjatuhkan putusan yang memperkuat putusan sebelumnya.

Tidak hanya itu, sebelum penembakan terjadi, Ramos juga menyerang Capital Gazette via media sosial. Disebutkan bahwa seorang pengguna Twitter bernama Jarrod W Ramos memposting rentetan cuitan kritis terhadap Capital Gazette, Hartley dan hakim Maryland.

"Iya, Eric Thomas Hartley, Anda pindah ... oh silakan dan habisi nyawa Anda sendiri sebelum saya melakukannya (secara legal di pengadilan)," demikian cuitan di akun itu tahun 2014. Akun itu tidak memposting apapun sejak Januari 2016 hingga akhirnya aktif kembali pada Kamis (28/6/2018) sebelum penembakan terjadi. (reuters)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.305.075 Since: 07.04.14 | 0.6034 sec