YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Disarankan Keluar Gerindra, Ini Tanggapan Ahok

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa ‘Ahok’ mengancam bakal keluar dari partai politik (parpol) jika revisi Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pemilukada) disahkan.

Sebab, kata dia, pemilihan kepala daerah melalui DPRD mencoreng reformasi dan demokrasi yang tertanam di Indonesia.

“Makanya saya tadi sempat kepikir ya, kalau memang kebijakan ini terealisasi, mungkin saya mau keluar saja dari partai semua. Ngapain main di partai politik iya kan? Keluar saja sudah," tegasnya lagi, usai lakukan rapat pimpinan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).

Sebagai informasi, Basuki Tjahaja Purnama adalah kader Partai Gerindra. Partai Gerindra bersama partai politik lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih bersepakat untuk mengesahkan RUU Pemilukada.

Mantan kader Partai Golkar itu mengatakan, alasan revisi UU Pemilukada basa-basi saja. Menurut dia, kepala daerah dipilih rakyat saja masih ada potensi untuk tindak korupsi, apalagi kepala daerah itu dipilih oleh anggota DPRD setempat.

Kepala daerah itu tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat. Setiap harinya, kepala daerah hanya berpikir bagaimana memberi pelayanan terbaik kepada DPRD. Sebab, DPRD itu yang berhak mengangkat serta memberhentikan kepala daerah. "Tiap tahun, kita bisa diperas oleh DPRD loh. Kalau enggak mau kasih uang ke DPRD, saya (DPRD) tolak laporan pertanggungjawaban dan dipecat. Kerjanya kepala daerah nanti hanya memikirkan servis DPRD saja," beber Basuki Tjahaja Purnama.

Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akan keluar dari partai apabila Pemilukada ditentukan oleh DPRD mendapat reaksi keras dari politisi Partai Gerindra.

Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik yang mempersilakan Basuki Tjahaja Purnama untuk mengundurkan diri apabila merasa sudah tidak sejalan.

Menanggapi hal tersebut Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan keluar dari Partai Gerindra, yang selama ini menjadi partai tempat dirinya bernaung. “Memang, kita tunggu aja putusannya gimana,” tegas Basuki Tjahaja Purnama, ketika keluar dari Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Basuki Tjahaja Purnama menegaskan dirinya tidak memberikan loyalitas kepada partai, melainkan kepada konstitusi. Sehingga apabila keputusan partai sudah tidak lagi sejalan dengan yang diperjuangkan maka mau tidak mau harus keluar.

“Makanya saya bilang saya tidak pernah loyal kepada partai yang tidak sesuai dengan konstitusi dari awal, kalo Gerindra memiliki pandangan konstitusi pemilihan kepala daerah oleh DPRD kenapa waktu menarik saya keluar dari Golkar mengatakan kita perjuangkan pilihan rakyat,” tandas mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Basuki Tjahaja Purnama kembali dengan tegas menyebutkan akan keluar dari Partai Gerindra, apabila mekanisme Pemilukada kembali melalui DPRD, dan Partai Gerindra menjadi salah satu pengusulnya. “Kalau sudah berbeda harus keluar dong,” tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.

Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan menunggu hasil akhir keputusan mekanisme pemilukada yang sedang dibahas di DPR RI.

Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ ikut berbicara soal ancaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang ingin mundur dari Partai Gerindra lantaran tidak sejalan dengan partai terkait Rancangan Undang-Undang Pemilukada.

Ancaman Basuki Tjahaja Purnama atau sapaan akrabnya ‘Ahok’ ini membuka kembali wacana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merekrut Basuki Tjahaja Purnama sebagai kader.

Menanggapi itu, Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo mengatakan dirinya senang apabila Basuki Tjahaja Purnama ingin gabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Nanti kalau benar, RUU Pilkada disahkan nanti dapat temen satu, Pak Ahok. Dapat teman," ujar Joko Widodo atau sapaan akrab disapa Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Mengenai opsi kedua RUU Pilkada, bahwa pilkada harus melalui DPRD ini pun dianggap Jokowi tidak sesuai dengan sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

"Saya sampaikan pilpres itu kan dipilih rakyat. Sistemnya presidensil juga. Masa di bawahnya parlementer? Arahnya ke mana? Di atas (Presiden) itu UU itu dipilih rakyat. Yang di provinsi kok dipilih DPRD itu logikanya dimana?" papar mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi.

Mantan Wali Kota Surakarta ini, Jokowi menganggap seharusnya Undang-undang yang mengatur mengenai pelaksanaan Pemilukada ini tidak perlu dirombak secara keseluruhan. “Harusnya kalau sudah ada Undang-undang ini, maka kekurangannya dikoreksi, dibenahi. Tapi itu urusan parlemen lah,” pungkas Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo. (kom/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.203 Since: 07.04.14 | 0.6883 sec