YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Hukum

Polda Metro Jaya Tetapkan Petinggi Snowbay Waterpark Jadi Tersangka

Wednesday, 11 July 2018 | View : 49

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktorat 1 Tindak Pidana Narkoba sudah melakukan gelar perkara terkait penangkapan terhadap SD Warga Negara Korea Selatan yang merupakan petinggi Snowbay Waterpark. SD ditangkap saat berada di Apartemen Kemang Village, Jakarta Selatan, pada Senin (9/7/2018) malam kemarin.

Kasubdit Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pihaknya hari ini Selasa (10/7/2018) akan melakukan gelar perkara terkait kasus yang menimpa petinggi Snowbay Waterpark di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Karena SD diduga terkena penyalahgunaan narkotika.

"Siang ini, kita akan gelar perkara untuk menentukan statusnya," ungkap AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi, Selasa (10/7/2018).

Terkait penangkapan seorang Warga Negara Korea Selatan pada Senin (9/7/2018) malam, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa petinggi Snowbay Waterpark Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ditangkap mengakui dirinya mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Pengakuan tersebut diperkuat dengan hasil tes urine yang menyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine.

"Methamphetamine sama amphetamine kan itu. Dua kan itu, antara sabu sama ekstasi," tutur AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Narkoba AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, saat ini status yang disandang oleh SD adalah tersangka. Yang mana sebelumnya hanya berstatus terperiksa meski positif menggunakan narkoba.

"Kalau tersangka ya tersangka tapi kita lakukan assessment nanti hasilnya rehab," tegas AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

Menurut AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, petinggi Snowbay Waterpark TMII itu kooperatif saat diperiksa penyidik dan mengakui menggunakan narkoba untuk kepentingan pribadi dan dikonsumsi sendiri. "Dia akui, kooperatif. Kita assesment karena enggak ada barang bukti," tandasnya.

"Hasil interogasi dia nggak terlalu sering menggunakan, tapi kita mau buktikan sumbernya itu. Kita dalami," jelas AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Masih menurut AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, WN Korsel itu baru pertama kali berurusan dengan penyidik narkoba Polda Metro Jaya.

Mantan WaKapolres Simalungun, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak juga menambahkan bahwa penangkapan petinggi Snowbay Waterpark (TMII) itu murni berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Penangkapan saat ini tidak ada keterkaitan dengan kasus sebelumnya. Kalau kebetulan dia ketangkep dengan kasus yang sama dengan sebelumnya, mungkin kebetulan. Kita nggak menarget. Kalau di kita, pertama ya. Di subdit kita," paparnya.

Karena sampai saat ini SD masih berstatus sebagai terperiksa. Meski pun saat petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap SD dan hasilnya positif, namun polisi belum menemukan barang bukti narkoba. Polisi belum menemukan barang bukti narkotika saat penangkapan petinggi Snowbay Waterpark Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Senin (9/7/2018) malam. 

Setelah hasil cek urine menyatakan positif narkoba, penyidik kemudian menelusuri asal narkoba yang dikonsumsi. "Setelah dilakukan penggeledahan, kita tidak menemukan bukti. Kami juga tidak menemukan barang bukti saat menggeledah apartemennya. Setelah dilakukan pengecekan, urine-nya positif," ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah menyerahkan ke pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan terkait kasus itu. Dan pihaknya masih menunggu hasil assessment tersebut.

"Sekarang kita lakukan. Hari ini saya serahkan ke BNNK. Nanti pas assesmentnya nanti saya rasa rawat, rawat inap. Tapi tunggu dari hasil," ujarnya.

Kendati demikian, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak belum bisa menyebutkan rumah sakit mana yang akan menjadi rekomendasi pihak BNNK Jakarta Selatan. "Biasanya kan mereka nanti menunjuk RS pemerintah ya," ucapnya.

Salah satu alasan pihaknya melakukan assessment terhadap petinggi Snowbay Waterpark tersebut karena pihaknya tak menemukan barang bukti.

"Sampai saat ini dia mengatakan bahwa dia menggunakan sendiri. Ini baru kemarin kan. Kita coba kembangkan, pasti ada sumbernya," tegas mantan Kapolsekta Medan Baru, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.684 Since: 07.04.14 | 0.6264 sec