YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2018, 0

Internasional

Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki

Wednesday, 11 July 2018 | View : 63

siarjustisia.com-ISTANBUL.

Kepolisian Turki menangkap ilmuwan dan penulis Muslim terkenal bernama Adnan Oktar atau yang juga dikenal sebagai Harun Yahya, yang kerap tampil di televisi lokal.

Dia ditangkap bersama 235 pengikutnya atas berbagai tuduhan, termasuk membentuk geng kriminal serta melakukan penipuan dan penganiayaan seksual. Ilmuwan dan penulis muslim terkenal asal Turki, Adnan Oktar, atau yang lebih dikenal sebagai Harun Yahya ditangkap bersama ratusan pengikutnya terkait deretan tindak kriminal. Polisi menuduh Harun Yahya dan para pengikutnya telah melakukan tindak kriminal seperti membentuk geng kriminal, melakukan penipuan, dan penganiayaan seksual.

 

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (11/7/2018), Adnan Oktar masuk daftar orang paling dicari oleh Departemen Pemberantasan Kejahatan Finansial Kepolisian Istanbul.

Ratusan orang itu merupakan orang-orang yang dicurigai terlibat dalam geng bentukan Harun Yahya. Dituturkan Kepolisian Istanbul dalam pernyataannya, Adnan Oktar dan para pengikutnya dituduh melakukan rentetan tindak kriminal seperti membentuk geng kriminal, melakukan penipuan dan penganiayaan seksual. Ratusan orang yang ditangkap polisi itu dicurigai terlibat dalam 'geng' yang dibentuk Adnan Oktar. Anadolu Agency melaporkan, geng Harun Yahya dituduh melakukan banyak tindak kriminal, mulai dari membentuk organisasi dengan niat jahat, melakukan kejahatan seksual anak, melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur, melakukan penculikan, menyekap anak di bawah umur, hingga melanggar aturan hukum soal pajak dan melanggar undang-undang antiteror.

Sejumlah media Turki menyebut geng Adnan Oktar sebagai kultus atau sekte yang mencuci otak para anggotanya.

Anadolu Agency bahkan melaporkan bahwa geng Adnan Oktar dituduh melakukan banyak tindak kriminal, mulai dari membentuk organisasi dengan niat jahat, melakukan kejahatan seksual anak, melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur, melakukan penculikan, menyekap anak di bawah umur, hingga melanggar aturan hukum soal pajak dan melanggar undang-undang antiteror.

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (11/7/2018), Kepolisian Istanbul dalam pernyataannya menyebut penangkapan Adnan Oktar dilakukan dalam penggerebekan yang digelar di lima provinsi. Penggerebekan dilakukan pada Rabu (11/7/2018) waktu setempat.

Selain di kediaman Adnan Oktar alias Harun Yahya, penggerebekan juga dilakukan di sejumlah lokasi lainnya yang tersebar di lima provinsi Turki. Selain Adnan Oktar, sedikitnya 235 pengikutnya juga masuk dalam daftar yang akan ditangkap polisi. Sebelumnya diberitakan sebanyak 235 pengikut Adnan Oktar telah ditangkap polisi. Namun belakangan kepolisian Istanbul menyebut bahwa sejauh ini, 166 orang telah ditangkap dan sisanya masih dalam pengejaran.

Salah satu penggerebekan dilakukan di kediaman Adnan Oktar di kawasan Cengelkoy, sisi Asia kota Istanbul.

Adnan Oktar ditangkap polisi dalam penggerebekan yang dilakukan di kediamannya di kawasan Cengelkoy, sisi Asia kota Istanbul pada Rabu (11/7/2018) waktu setempat. Dilansir media Turki, Daily Sabah, Rabu (11/7/2018), Harun Yahya ditangkap di kawasan Cengelkoy, Istanbul sisi Asia, pada Rabu (11/7/2018) waktu setempat. 

Adnan Oktar bersama para pengawalnya ditangkap di kediamannya.

Harun Yahya sempat berusaha kabur, namun polisi berhasil mengamankannya. Dilaporkan media Turki lainnya, Daily Sabah, Adnan Oktar sempat berusaha kabur saat akan ditangkap polisi. 

Saat penangkapan dilakukan, pengawal Adnan Oktar sempat melakukan perlawanan terhadap polisi. Polisi Turki sempat mendapat perlawanan saat hendak menangkap Adnan Oktar alias Harun Yahya. Para pengawal Harun Yahya menghalangi penangkapan itu. Pengawal Harun Yahya memberi perlawanan secara singkat terhadap polisi.

Penceramah televisi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Negara Haseki di Istanbul untuk pemeriksaan medis. 

Dilaporkan koresponden Hurriyet, polisi menyita sebuah magasin senjata api, pelindung tubuh, dan kendaraan lapis baja dari rumah Adnan Oktar.

Pada Februari lalu, program televisi yang dibawakan Adnan Oktar ditangguhkan otoritas pengawas pertelevisian Turki. Program itu mencampurkan pembahasan keagamaan dengan tarian. Otoritas pengawas pertelevisian menyebut program itu melanggar kesetaraan gender dan hak-hak wanita.

Adnan Oktar, yang biasa disebut sebagai televangelist, memiliki saluran televisi sendiri bernama A9.

Dalam program talk show yang dibawakannya, sering kali Adnan Oktar membahas nilai-nilai Islam dan terkadang menari dengan wanita-wanita muda yang disebutnya 'kittens' serta bernyanyi dengan pria-pria muda yang disebutnya 'lions'.

Pada tahun 2006, Adnan Oktar menulis buku berjudul 'Atlas of Creation' dengan nama samaran Harun Yahya. Isi buku itu berargumen menyebut teori evolusi Darwin sebagai akar terorisme global. Sejauh ini Adnan Oktar telah menulis lebih dari 300 buku, yang diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. (hurriyetdailynews/dailysabah/anadoluagency)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.305.149 Since: 07.04.14 | 0.6307 sec