YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2018, 0

Olahraga

Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final

Thursday, 12 July 2018 | View : 179

siarjustisia.com-LUZHNIKI.

Vatreni atau The Blazers julukan bagi negara Balkan di Eropa bagian Tenggara, timnas Kroasia menghadapi The Three Lions julukan bagi timnas Inggris dalam pertandingan Semi Final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia, Rabu (11/7/2018) malam atau Kamis (12/7/2018) dini hari WIB.

Daya juang Kroasia dalam menghadapi Inggris membuahkan hasil manis. Tiket ke Final Piala Dunia 2018 berhasil direbut Kroasia setelah menang tipis 2-1 atas Inggris di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia, Rabu (11/7/2018) malam atau Kamis (12/7/2018) dini hari WIB.

Kemenangan diraih dengan tidak mudah oleh Kroasia. Timnas negara Balkan tersebut sempat dikejutkan dengan gol cepat Inggris yang dicetak Kieran Trippier ketika laga baru berjalan lima menit.

Pelatih Inggris Gareth Southgate tidak melakukan perubahan pada tim inti yang sebelumnya menang atas Swedia dalam menghadapi Kroasia di Semi Final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia, Rabu (11/7/2018) malam atau Kamis (12/7/2018) dini hari WIB ini. 

Jordan Henderson yang sempat mengalami cedera ringan, tetap dimainkan  di posisi gelandang bertahan. Posisinya berada di belakang Dele Alli dan Jese Lingard.

Inggris ke Semi Final Piala Dunia 2018 terbilang cukup mengejutkan. Kedatangan pasukan Gareth Southgate ke Rusia bukanlah sebagai tim unggulan.

Bermateri banyak pemain muda, ditambah pengalaman buruk Inggris disetiap turnamen besar menjadi salah satu alasannya. Namun semua prediksi itu dimentahkan Jordan Henderson dan kawan-kawan yang sukses mencapai Semi Final.

Setelah finis sebagai runner up grup, Inggris berhasil menyingkirkan Kolombia di 16 besar lewat kemenangan 3-4 adu penalti.

Setelah itu secara meyakinkan Inggris melangkah ke Semi Final berkat kemenangan 2-0 atas Swedia. 

Sedangkan dari kubu Kroasia, Pelatih Zlatko Dalic hanya melakukan satu perubahan dari tim yang mengalahkan Rusia. Marcelo Brozovic diberikan kepercayaan bermain menjadi starter menggantikan Andrej Kramaric yang di bangku cadangkan.

Inggris sebenarnya memulai pertandingan dengan cemerlang. Keunggulan Inggris dibuka lewat gol cepat yang dicetak Kieran Trippier ketika laga baru berjalan lima menit. Inggris sempat unggul cepat lewat gol Kieran Trippier ketika laga baru berjalan lima menit. Inggris mampu unggul lebih dulu saat laga baru berjalan lima menit melalui tendangan bebas Kieran Trippier. Tendangan bebas yang dilesakkan Kieran Trippier meluncur deras ke sisi kiri atas gawang Kroasia tanpa bisa dihalau kiper Kroasia Danijel Subasic.

Permainan di 45 menit berjalan dalam tempo sedang. Kroasia yang sedikit dominan dalam penguasaan bola memiliki tiga peluang, satu diantaranya mengarah ke gawang Inggris.

Keunggulan cepat membuat Inggris bermain lebih tenang. Inggris nyaris menggandakan keunggulan setelah Kane yang tinggal berhadapan dengan Subasic gagal menyarangkan bola setelah tendangannya ditepis sang kiper di menit 29.

Sedangkan, Kroasia kebingungan mencari celah pertahanan Inggris. Setelah itu meski mendominasi penguasaan bola, Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Inggris. Sampai babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Inggris. Skor 1-0 untuk keunggulan Inggris bertahan sampai turun minum. Babak pertama, Inggris ungguli Kroasia 1-0.

Inggris sementara di babak pertama unggul 1-0 atas Kroasia di Semi Final Piala Dunia di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia.

Di babak kedua, Kroasia yang tertinggal terus berusaha membongkar pertahanan Inggris. Di babak kedua, Kroasia yang pantang menyerah terus berusaha mencari celah di pertahanan Inggris. Setelah hampir satu jam permainan, kesabaran Kroasia membuahkan hasil di menit 68.

Menyambut umpan silang Vrsaljko, Perisic berhasil mendahului Walker dalam menyambut bola. Sontekan penggawa Inter Milan itu tak sanggup dihentikan kiper Inggris Jordan Pickford.

Skor imbang 1-1 membuat Kroasia seakan makin bersemangat menekan pertahanan Inggris. Beberapa percobaan Kroasia nyaris berbuah gol kedua. Diantanya sepakan Ivan Perisic yang membentur tiang di menit 70. Lalu sepakan keras Brozovic setelah mendapat umpan dari Mario Mandzukic yang masih bisa diamankan penjaga gawang Inggris Jordan Pickford.

Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal berakhir.

Kroasia mampu menyamakan skor pada menit ke-68 melalui gol yang dilesakkan Ivan Perisic dan membut laga harus dilanjutkan babak tambahan waktu. Skor imbang 1-1 sampai 90 menit waktu normal memaksa laga Kroasia dengan Inggris di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia harus dilanjutkan dengan babak tambahan.

Di babak tambahan pertama, Kroasia dan Inggris sama-sama memiliki satu peluang gol. Pertama, sundulan John Stone yang sudah mengarah ke gawang dihalau bek Vrsaljko yang berdiri tepat di garis gawang di menit 99.

Sedangkan satu peluang gol Kroasia adalah ketika sontekan Mandzukic menyambut umpan silang masih membentur kaki penjaga gawang Inggris Jordan Pickford.

Adalah Mario Mandzukic yang menjadi pahlawan kemenangan Kroasia berkat gol penentu yang dicetaknya di menit 109 babak tambahan kedua. Dalam babak extra time inilah Kroasia berhasil mencetak gol yang membawa timnas Kroasia dari Balkan tersebut bertemu Prancis di final.

Kroasia berhasil membalikkan keunggulan dengan gol yang dicetak Mario Mandzukic. Menerima bola sundulan dari Ivan Perisic, Mario Mandzukic lepas dari penglihatan pemain bertahan Inggris dan melepaskan sepakan dari jarak dekat yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Inggris Jordan Pickford. Gol dilesakkan Mario Mandzukic lewat tendangan dari sisi kanan gawang Jordan Pickford. Kroasia pun memastikan kemenangan 2-1 dalam laga di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia ini.

Skor 2-1 untuk keunggulan Kroasia bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Kroasia melenggang ke partai Final Piala Dunia. Adapun pencapain terbaik Vatreni adalah sampai ke Semi Final di Piala Dunia 1998. Sedangkan buat Inggris, hasil ini membuat mereka mengulang kegagalan di Semi Final Piala Dunia 1990. 

Inggris akan menghadapi Belgia dalam perebutan peringkat ketiga. Meski kalah, Inggris tidak langsung pulang ke rumah. The Three Lions masih harus menghadapi Belgia untuk memperebutkan posisi ketiga, Sabtu (14/7/2018) di Krestovsky Stadium/Zenit Arena, Futbol'naya Alleya 1, Krestovsky Island, Saint Petersburg, Rusia.

Kroasia akan bertemu Prancis di partai Final sehari kemudian di Luzhniki Stadium, ul. Luzhniki 24, Moskow, Rusia. Di Final, skuat asuhan Zlatko Dalic akan meladeni juara Piala Dunia 1998, Prancis. Di Final, Kroasia akan menghadapi Prancis pada final yang digelar pada 15 Juli mendatang. Les Blues merupakan tim yang menyingkirkan Kroasia pada Semi Final Piala Dunia 1998 yang berlangsung di Prancis.

Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic memuji perjuangan anak asuhnya setelah Vatreni lolos untuk pertama kalinya ke Final Piala Dunia. Ia mengaku keberhasilan ini didapat karena karakter yang diperlihatkan Luka Modric dan rekan setimnya. Timnas Kroasia tidak menyerah meski tertinggal lebih dahulu 0-1 dari Inggris setelah tendangan bebas, Kieran Trippier berhasil membobol gawang Danijel Subasic pada menit ke-5. Performa para pemain timnas Kroasia tetap stabil sehingga berhasil mencetak dua gol lewat Ivan Perisic pada menit ke-68 dan Mario Mandzukic pada menit ke-109, sekaligus mengantarkan Vatreni lolos ke partai puncak.

"Para pemain memperlihatkan kekuatan, stamina, dan energi mereka. Saya ingin melakukan pergantian, namun tidak ada satu pun pemain yang ingin diganti. Semua pemain mengatakan 'saya siap, saya masih bisa berlari," ujar Zlatko Dalic.

"Tidak ada satu pun yang mengatakan saya tidak siap untuk babak perpanjangan waktu, tidak ada satu pun pemain yang ingin diganti dan ini menunjukkan karakter yang membuat saya bangga. Tidak ada satu pun pemain yang ingin menyerah," ia melanjutkan.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic yakin tim asuhannya memang lebih baik di semua bagian sehingga mampu menumbangkan Inggris dan lolos ke Final Piala Dunia 2018.

Saat ditanya mengapa timnya bisa menang, Zlatko Dalic berkata, “Karena kami lebih baik di semua bagian dalam pertandingan ini,” paparnya.

“Kami tak meremehkan mereka. Kami respek kepada mereka karena kami menganalisis mereka,” katanya lagi.

“Kami tahu yang mereka lakukan dan di mana letaknya. Kami melakukan tekanan besar ke lini belakang mereka. Kami meredam (John) Stones dan (Jordan) Henderson. Kami melumpuhkan mereka,” papar Zlatko Dalic.

“Kami membiarkan lini tengah kami bermain. (Luka) Modric dan (Ivan) Rakitic menekan lini belakang mereka dan kami mendominasi penguasaan bola,” ungkapnya lagi.

“Saat jeda saya katakan kepada para pemain untuk tetap tenang dan alirkan bola. Jangan emosi,” paparnya.

“Kami buktikan bahwa kami adalah tim yang lebih baik di semua segmen pertandingan ini,” ungkap Zlatko Dalic yang sebelumnya adalah pelatih klub Uni Emirat Arab, Al Ain.

“Saya pikir inilah permainan terbaik kami. Hari ini kami bermain lebih baik dibanding saat menundukkan Argentina (menang 3-0),” ungkap Zlatko Dalic.

“Kami sangat termotivasi dan sebelum pertandingan yang saya katakan kepada pada pemain adalah, 'Jangan merasa tertekan, jangan gugup, jangan emosi, kalian telah di semifinal, berbanggalah dan nikmati permainan sepakbolamu',” papar pelatih berusia 51 tahun ini.

“Dan inilah yang mereka lakukan. Mereka menikmati permainan,” imbuhnya.

Zlatko Dalic pun berterima kasih kepada fan Kroasia dan para pemain atas upaya mereka meraih kemenangan bersejarah ini.

Di Final Kroasia akan melawan Prancis, tim yang mengalahkan mereka di semifinal Piala Dunia 1998.

Namun demikian, Zlatko Dalic memastikan timnya tidak akan bermain untuk membalaskan dendam kepada Prancis. "Kami tidak memikirkan balas dendam. Ini sepak bola, ini olahraga, dan yang kami harus kami lakukan adalah fokus untuk memperlihatkan performa terbaik di Final," kata pelatih yang menyaksikan laga Kroasia di Piala Dunia 1998 sebagai suporter ini.

“Tak ada kekurangan di tim yang lolos ke final,” kata Zlatko Dalic soal tim Prancis. “Mereka tim unggul dengan banyak pemain fantastis,” katanya.

“Namun kami akan membicarakan soal Prancis ini besok. Kami menjalaninya tahap demi tahap,” paparnya.

“Kami melaju ke final hari ini. Kami akan merayakannya, beristirahat dan bersiap menghadapi Prancis,” ungkapnya.

Pelatih Tim Nasional Inggris, Gareth Southgate, mengungkapkan kelebihan Kroasia sehingga bisa menaklukkan tim asuhannya pada Semi Final Piala Dunia 2018, Rabu (1/7/2018) atau Kamis (2/7/2018) dini hari WIB. Menurutnya, Kroasia menang karena memiliki tim yang lebih berpengalaman.

“Saya pikir kami bermain sangat bagus pada babak pertama,” tutur Gareth Southgate.

“Jika mengingat besarnya pertandingan ini, saya sangat puas dengan cara kami mengontrol penguasaan bola dan keputusan yang kami buat juga bagus,” ujar mantan pemain Timnas Inggrisi ini.

“Saya pikir saat Anda turun bertanding seperti halnya kami dan Anda memiliki peluang seperti yang kami dapatkan, Anda mungkin butuh gol kedua saat itu,” katanya.

“Kroasia sangat kuat. Mereka benar-benar memiliki pemain yang hebat dan memiliki tim yang sangat berpengalaman,” paparnya.

Dia juga menuturkan, para pemainnya sebenarnya mendapatkan kembali kekuatan mereka saat babak tambahan. Peluang kedua tim memenangkan laga juga seimbang. “Namun Kroasia berhasil mengambil peluang ini dan Inggris tak mampu merespons,” ujar Gareth Southgate yang menangani Timnas Inggris sejak 2016 ini.

Gareth Southgate juga memuji tim asuhannya yang menampilkan permainan bagus dalam semua laga di Piala Dunia kali ini. Dia pun memberi selamat kepada Kroasia dan mendoakan tim asuhan Zlatko Dalic itu meraih sukses di Final.

Susunan Pemain:

Kroasia:

23-Danijel Subasic, 2-Sime Vrsaljko, 3-Ivan Strinic, 6-Dejan Lovren, 21-Domagoj Vida, 7-Ivan Rakitic, 10-Luka Modric (kapten), 11-Marcelo Brozovic, 4-Ivan Perisic, 17-Mario Mandzukic, 18-Ante Rebic

Pelatih: Zlatko Dalic

Inggris:

1-Jordan Pickford, 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 6-Harry Maguire, 12-Kieran Trippier, 18-Ashley Young, 7-Jesse Lingard, 8-Jordan Henderson, 20-Dele Alli, 9-Harry Kane (kapten), 10-Raheem Sterling

Pelatih: Gareth Southgate

Wasit: Cuneyt Cakir (Turki)

See Also

Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
Jepang Lolos Ke Babak 16 Besar Karena Minim Kartu
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.973.886 Since: 07.04.14 | 0.6619 sec