YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Ahok Tak Takut Tebaran Ancaman Anggota DPRD

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa ‘Ahok’ mengaku tidak takut dengan berbagai ancaman yang ditebar oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

Mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut bahkan siap tidak mendapat restu dewan untuk jadi Gubernur demi mempertahankan prinsipnya. “Gak usah ditanggapi lah,” kata Basuki Tjahaja Purnama singkat kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu mengingatkan bahwa pengangkatan dirinya sudah diatur oleh Undang-Undang. Sementara, restu DPRD hanya merupakan formalitas saja. "Kalau saya gak dilantik juga gak apa-apa kok. Saya jadi Plt Gubernur terus juga gak apa-apa, cuma selisih gaji doang dikit," tegasnya.

Dengan gaya ceplas ceplos khasnya, Basuki Tjahaja Purnam malah menantang balik para anggota DPRD yang mengancamnya. "Membinasakan karir? Kita liat aja siapa yang karirnya binasa," pungkas mantan politisi Partai Gerindra itu.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menolak mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Salah satu alasannya karena takut dijadikan sapi perahan oleh anggota dewan.

Pernyataan mantan Bupati Belitung Timur tersebut menuai kecaman sejumlah legislator Ibu Kota. Salah satunya legislator asal PPP, Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

"Terus terang pernyataan Ahok dengan menyebut  anggota dewan pemeras sangat menyakitkan kami.  Bayangkan kalau  anak kita baca pernyataan Ahok itu di media,  terus  anak kita tanya kok kerja dewan pemeras. Apa yang kita jawab,” tukas Lulung Lunggana, salah satu anggota DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, yang dikenal dengan nama Haji Lulung ini marah dengan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama soal DPRD. Haji Lulung bertekad untuk menjegal karier politik Basuki Tjahaja Purnama. Haji Lulung mengancam akan membinasakan karir Basuki Tjahaja Purnama. “Ahok itu harus dibinasakan, binasakan karirnya jadi wakil Gubernur," ketus tokoh muda Betawi asal Tanah Abang, Abraham Lunggana alias Haji Lulung di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).

"Pak Ahok menghina DPRD. DPRD sarang korupsi, pemeras kepala daerah, kemudian dia katakan saya tidak ingin menjadi budak DPRD," imbuh politisi PPP yang kolektor 5 mobil premium termasuk Lamborghini ini.

“Ahok ini harus dikasih peringatan sehingga dia tidak asal melontarkan pernyataan di media. Kalau partai lain tidak bisa memberikan peringatan, biar kami PPP yang ngasih peringatan ke Ahok,” tambah dia usai rapat di Gedung DPRD  DKI Jakarta, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Haji Lulung mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Basuki Tjahaja Purnama seharusnya menjaga norma dan etika sebagai kepala daerah. Dengan segala pernyataannya, Basuki Tjahaja Purnama dinilainya telah menghina DPRD DKI. "Walaupun Pak Ahok menyatakan DPRD seluruh Indonesia, saya yakin yang dimaksud DPRD DKI," cetus Haji Lulung.

Tokoh muda Betawi asal Tanah Abang, Haji Lulung menegaskan tudingan Basuki Tjahaja Purnama  sama sekali tak ada yang tepat.

Pemilik puluhan kios di Pasar Tanah Abang ini bertekad menjegal 'kenaikan pangkat' Ahok sebagai Gubernur DKI. "Kalau dulu saya bilang harus diperiksa kesehatan jiwanya, hari ini terbukti, semua orang bilang dia gila. Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok," tutupnya.

Sepertinya ini akan menjadi perseteruan terbaru Ahok-Lulung. Pada Juli 2013, Haji Lulung yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama perlu diperiksa kejiwaannya karena sering berbicara sembarangan tentang PKL di Tanah Abang. Pernyataan ini membuat Haji Lulung panen kritikan.

Senada juga yang diungkapkan anggota DPRD DKI Jakarta, Lulung Lunggana,  rekan satu partai dengan Haji Lulung, anggota DPRD DKI Jakarta yang juga Bendahara DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta, Riano P. Ahmad menyesalkan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang tendensius tersebut.

Menurut calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2014-2019 dari PPP dengan Nomor urut 2, pernyataan Basuki Tjahaja Purnama bahwa DPRD adalah calo itu melecehkan DPRD sebagai institusi dan profesi anggota dewan yang terhormat. “Tidak seharusnya sebagai seorang pemimpin Ahok berbicara seperti itu. Harusnya beliau bisa menjaga norma-norma,” pungkas Riano P. Ahmad, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Karena itu, dia pun mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf atas ucapannya yang tidak berdasar sama sekali tersebut. Sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat, dan mewakili rakyat, Riano P. Ahmad merasa tidak terima disebut calo. ”Kami mendesak Ahok meminta maaf,” tandas calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2014-2019 Dapil DKI Jakarta 1 yang meliputi Kec.Cempaka Putih, Kec.Gambir, Kec.Johar Baru, Kec.Kemayoran, Kec.Menteng, Kec.Sawah Besar, Kec.Senen dan Kec.Tanah Abang. (jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.179 Since: 07.04.14 | 0.9403 sec