YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Ahok Tak Takut Tebaran Ancaman Anggota DPRD

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa ‘Ahok’ mengaku tidak takut dengan berbagai ancaman yang ditebar oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

Mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut bahkan siap tidak mendapat restu dewan untuk jadi Gubernur demi mempertahankan prinsipnya. “Gak usah ditanggapi lah,” kata Basuki Tjahaja Purnama singkat kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu mengingatkan bahwa pengangkatan dirinya sudah diatur oleh Undang-Undang. Sementara, restu DPRD hanya merupakan formalitas saja. "Kalau saya gak dilantik juga gak apa-apa kok. Saya jadi Plt Gubernur terus juga gak apa-apa, cuma selisih gaji doang dikit," tegasnya.

Dengan gaya ceplas ceplos khasnya, Basuki Tjahaja Purnam malah menantang balik para anggota DPRD yang mengancamnya. "Membinasakan karir? Kita liat aja siapa yang karirnya binasa," pungkas mantan politisi Partai Gerindra itu.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menolak mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Salah satu alasannya karena takut dijadikan sapi perahan oleh anggota dewan.

Pernyataan mantan Bupati Belitung Timur tersebut menuai kecaman sejumlah legislator Ibu Kota. Salah satunya legislator asal PPP, Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

"Terus terang pernyataan Ahok dengan menyebut  anggota dewan pemeras sangat menyakitkan kami.  Bayangkan kalau  anak kita baca pernyataan Ahok itu di media,  terus  anak kita tanya kok kerja dewan pemeras. Apa yang kita jawab,” tukas Lulung Lunggana, salah satu anggota DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, yang dikenal dengan nama Haji Lulung ini marah dengan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama soal DPRD. Haji Lulung bertekad untuk menjegal karier politik Basuki Tjahaja Purnama. Haji Lulung mengancam akan membinasakan karir Basuki Tjahaja Purnama. “Ahok itu harus dibinasakan, binasakan karirnya jadi wakil Gubernur," ketus tokoh muda Betawi asal Tanah Abang, Abraham Lunggana alias Haji Lulung di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).

"Pak Ahok menghina DPRD. DPRD sarang korupsi, pemeras kepala daerah, kemudian dia katakan saya tidak ingin menjadi budak DPRD," imbuh politisi PPP yang kolektor 5 mobil premium termasuk Lamborghini ini.

“Ahok ini harus dikasih peringatan sehingga dia tidak asal melontarkan pernyataan di media. Kalau partai lain tidak bisa memberikan peringatan, biar kami PPP yang ngasih peringatan ke Ahok,” tambah dia usai rapat di Gedung DPRD  DKI Jakarta, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Haji Lulung mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Basuki Tjahaja Purnama seharusnya menjaga norma dan etika sebagai kepala daerah. Dengan segala pernyataannya, Basuki Tjahaja Purnama dinilainya telah menghina DPRD DKI. "Walaupun Pak Ahok menyatakan DPRD seluruh Indonesia, saya yakin yang dimaksud DPRD DKI," cetus Haji Lulung.

Tokoh muda Betawi asal Tanah Abang, Haji Lulung menegaskan tudingan Basuki Tjahaja Purnama  sama sekali tak ada yang tepat.

Pemilik puluhan kios di Pasar Tanah Abang ini bertekad menjegal 'kenaikan pangkat' Ahok sebagai Gubernur DKI. "Kalau dulu saya bilang harus diperiksa kesehatan jiwanya, hari ini terbukti, semua orang bilang dia gila. Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok," tutupnya.

Sepertinya ini akan menjadi perseteruan terbaru Ahok-Lulung. Pada Juli 2013, Haji Lulung yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama perlu diperiksa kejiwaannya karena sering berbicara sembarangan tentang PKL di Tanah Abang. Pernyataan ini membuat Haji Lulung panen kritikan.

Senada juga yang diungkapkan anggota DPRD DKI Jakarta, Lulung Lunggana,  rekan satu partai dengan Haji Lulung, anggota DPRD DKI Jakarta yang juga Bendahara DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta, Riano P. Ahmad menyesalkan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang tendensius tersebut.

Menurut calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2014-2019 dari PPP dengan Nomor urut 2, pernyataan Basuki Tjahaja Purnama bahwa DPRD adalah calo itu melecehkan DPRD sebagai institusi dan profesi anggota dewan yang terhormat. “Tidak seharusnya sebagai seorang pemimpin Ahok berbicara seperti itu. Harusnya beliau bisa menjaga norma-norma,” pungkas Riano P. Ahmad, Kamis (11/9/2014) kemarin.

Karena itu, dia pun mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf atas ucapannya yang tidak berdasar sama sekali tersebut. Sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat, dan mewakili rakyat, Riano P. Ahmad merasa tidak terima disebut calo. ”Kami mendesak Ahok meminta maaf,” tandas calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2014-2019 Dapil DKI Jakarta 1 yang meliputi Kec.Cempaka Putih, Kec.Gambir, Kec.Johar Baru, Kec.Kemayoran, Kec.Menteng, Kec.Sawah Besar, Kec.Senen dan Kec.Tanah Abang. (jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.318 Since: 07.04.14 | 0.6639 sec